Sadar Nggak, 6 Karakter Disney Ini Mungkin Punya Gangguan Mental Serius

Prince charming yang tidak lagi charming

Selain Doraemon, Sailor Moon, dan WWF Smackdown, saya yakin kamu pasti pernah nonton film animasi Disney saat kecil dulu. Mungkin kamu nonton film Disney karena dulu bercita-cita jadi princess; mungkin kamu gemas sama karakter-karakternya; atau mungkin juga karena kamu punya hasrat tersembunyi untuk disekap oleh monster buruk rupa di kastil raksasa, layaknya putri Belle.

Ya, Belle itu cantik dan gemar memakai gaun kuning. Ia bisa menerima kekurangan pria yang ia cintai, nggak peduli pria itu punya tampang monster. Belle itu sosok sempurna idaman pria jomblo.

Tapi, izinkan saya memberi pandangan yang bisa merusak pengalaman masa kecil kamu. Beberapa karakter Disney yang selalu digambarkan ceria itu ternyata punya gejala gangguan mental. Sebagai contoh…

1. Princess Belle (Beauty and the Beast) – Stockholm Syndrome

via indiewire.com

Stockholm Syndrome itu kurang pantas sih dimasukkan dalam kategori gangguan mental. Sindrom ini lebih condong masuk ke kondisi atau fenomena psikologis.

Apa hubungannya dengan Belle?

Gejala dari Sindrom Stokholm itu mirip banget dengan karakteristiknya Belle. Ia diculik dan disekap dengan paksa oleh the Beast di kastil. Hari demi hari dijalaninya sebagai tawanan, di mana Belle nggak diperbolehkan pulang. Tapi semua kekangan itu nggak menghalangi Belle untuk jatuh cinta pada penculiknya. Dan, coba tebak, mereka pun akhirnya hidup bahagia bersama selamanya.

Hey, Belle… saya penasaran, apa kamu benar-benar jatuh hati sama the Beast?

2. Prince Phillip (Sleeping Beauty) – somnophilia

via kmfa.org

Individu pengidap somnophilia atau Sleeping Beauty Syndrome seringkali terangsang secara seksual pada lawan jenis yang tengah tertidur/dalam kondisi tak sadar. Jadi sepertinya lebih tepat jika sindrom ini dimasukkan dalam ranah kelainan seksual alih-alih gangguan mental.

Apa hubungannya dengan Philip?

Di sini kita sedang membicarakan seorang pangeran yang melecehkan perempuan yang tengah tak berdaya. Kerjaannya si pangeran ini apa sih? Nggak ada. Setelah nongol sebentar, dia tiba-tiba muncul lagi dan langsung terangsang kala melihat Aurora tertidur pulas. Lalu, seperti yang kita tahu, ia mencium putri yang tengah tertidur itu. Ia melakukannya dengan senang hati pula.

Intinya, Prince Phillip itu cabul. Nggak heran munculnya nama Sindrom Sleeping Beauty dipengaruhi dari tindakan semena-mena sang pangeran.

3. Prince Florian (Snow White) – pedofilia

via cosmopolitan.com

Pedofilia adalah… well, kamu pasti tahu lah.

Apa hubungannya dengan Florian?

Berapakah umur Snow White ketika pangeran Florian mencumbunya? Ternyata umurnya masih 14 tahun. Jadi bisa dikatakan, Snow White itu masih di bawah umur. Apalagi kata yang tepat untuk menggambarkan Prince Florian selain pedofil?

4. Alice (Alice in Wonderland) – skizofrenia

via losbuffo.com

Skizofrenia = suatu gangguan mental yang membuat penderitanya mengalami halusinasi dan delusi. Mereka pun kesulitan membedakan realitas dan halusinasi yang disebabkan kekacauan berpikirnya.

Apa hubungannya dengan Alice?

Dunia anak kecil itu penuh dengan imajinasi. Tapi kita nggak bisa mengenyampingkan kemungkinan kalau segala keajaiban yang dilihat Alice itu merupakan halusinasinya, sebagai akibat dari skizofrenia. Ini masih diperkuat lagi dengan ketakutan Alice pada ratu yang ingin menghabisi nyawanya. Dengan kata lain, Alice mengalami paranoid, suatu gejala yang biasanya dialami oleh penderita skizofrenia.

Jadi ada kemungkinan apa yang kita tonton di Alice in Wonderland itu merupakan dunia rekaan hasil dari penyakit skizofrenia-nya Alice. Toh, nggak ada karakter lain yang melihat kucing melayang selain Alice, bukan?

5. Peter Pan (Peter Pan) – Peter Pan Syndrome

via slashfilm.com

Satu lagi gangguan mental yang dinamai dari perilaku karakter fiksi. Seseorang, biasanya laki-laki, bisa disebut memiliki Sindrom Peter Pan jika ia berperilaku tak sesuai umurnya yang telah dewasa. Mereka terus bertingkah layaknya anak kecil.

Apa hubungannya dengan Peter Pan?

Peter Pan sendiri aslinya adalah orang dewasa yang menolak untuk tumbuh dewasa. Yang ada di otaknya hanyalah bersenang-senang, layaknya anak kecil yang belum dibebani tanggung jawab. Dan ia mendapatkan keinginannya tersebut.

Peter Pan, bocah yang selamanya akan menjadi bocah. Konsekuensinya, kelakuan dan cara berpikirnya pun akan terus seperti bocah.

6. Cinderella (Cinderella) – Gangguan Kepribadian Ketergantungan

via wnyc.org

Gangguan Kepribadian Ketergantungan atau Dependant Personality Disorder ditandai oleh ketergantungan yang sangat tinggi pada orang lain untuk memerhatikan dan mengurusnya. Orang yang menderita gangguan ini biasanya juga mengalami gangguan kecemasan perpisahan (separation anxiety disorder) saat masih kecil.

Apa hubungannya dengan Cinderella?

Cinderella merupakan yatim piatu yang ditinggal mati kedua orangtuanya. Setelah kematian ayahnya, ia kemudian diurus oleh ibu tirinya yang jahat. Setiap hari ia selalu disuruh seenaknya oleh sang ibu dan dua saudara tirinya. Plusnya lagi, ia juga menerima perlakuan yang kejam.

Tapi, seberapa parah pun Cinderella disiksa, ia enggan meninggalkan ibu tirinya itu. Hidupnya seolah sangat bergantung pada ibu tirinya, sampai-sampai jika mereka berpisah, Cinderella nggak akan berdaya.

Perubahan baru terjadi saat ibu peri menolongnya (atau mengurusnya) agar Cinderella bisa ikut pesta dansa. Setelah peran ibu peri selesai, giliran pangeran tampan yang mengambil alih tugas mengurus Cinderella.

Saya jadi penasaran lagi nih, siapa kiranya orang yang akan mengurus Cinderella jika ia berpisah dengan si pangeran?

Akhir kata, saya bukan dokter atau psikologis. Di artikel ini saya cuma membicarakan tentang kemungkinan. Jadi bukan berarti Belle itu pasti mengalami Stockholm Syndrome ya.

Dan saya pun nggak punya niatan sedikit pun untuk memberi konotasi negatif pada penderita gangguan mental. Mereka bukanlah orang-orang yang harus kita jauhi. Sebaliknya, sebaiknya kita memberikan dukungan yang positif agar mereka bisa sembuh. Setuju?

21 Shares

Komentar:

Komentar