Review Widows: Drama Balas Dendam Para Janda yang Dibawakan dengan Elegan

Jangan macam-macam dengan janda!

Banyak kata yang bisa dipakai untuk menjelaskan film Widows. Ini adalah film yang menggandeng banyak bintang besar. Atau ini adalah film hasil adaptasi dari serial TV berjudul sama yang pernah disiarkan di tahun 1983. Tapi informasi yang terpenting bagi saya terletak pada sosok sutradaranya. Adalah Steve McQueen, sosok yang pernah mendapat penghargaan Best Picture di Oscar lewat 12 Years a Slave.

Lalu apa jadinya jika sutradara yang sukses mengisahkan kegetiran dari perbudakan, memutuskan untuk membuat film drama thriller? Widows-lah jawabannya. Dan layaknya bonus bagi kita, McQueen pun bekerja sama dengan Gillian Flynn (Gone Girl) untuk menulis naskahnya.

Kisah pencurian oleh sekumpulan janda ala Ocean’s 8

Apa yang terjadi pada film ini bermula dari Veronica (Viola Davis), perempuan yang ditinggal wafat suaminya, Harry (Liam Neeson). Namun yang nggak disangka-sangka, Harry ternyata seorang pencuri kelas kakap. Ia bersama komplotannya tewas saat sedang berusaha mencuri uang Jamal (Brian Tyree Henry), politisi yang bisa multi-tasking. Selain sebagai politisi, ia juga merangkap bos kriminal.

Veronica yang nggak tahu apa-apa tentang dunia kriminalitas malah diancam oleh Jatemme (Daniel Kaluuya), adik sekaligus anak buah Jamal. Jatemme meminta Veronica untuk mengembalikan uang yang dicuri Harry.

Pantang menyerah begitu saja, Veronica kemudian menghubungi istri dari mantan rekan suaminya, yakni Linda (Michelle Rodriguez) dan Alice (Elizabeth Debicki). Bersama dengan seorang rekan lain, Belle (Cynthia Erivo), keempatnya menyusun rencana untuk mengikuti jejak suami-suami mereka.

Caranya? Dengan mencuri uang yang milik Jack Mulligan (Colin Farrell), politisi lain yang jadi rival dari Jamal.

via cbr.com

Premis cerita Widows mungkin bikin kamu teringat dengan film Ocean’s 8 (2018). Sama-sama mengangkat kisah pencurian yang didalangi sekelompok wanita, Widows juga dibintangi banyak aktor besar sekelas Viola Davis, Michelle Rodriguez, Elizabeth Debicki, dan Cynthia Erivo.

Tapi dari keempat nama tersebut, Elizabeth Debicki-lah sosok yang paling mencuri perhatian. Aktingnya dalam memerankan Alice sanggup mengimbangi performa Viola Davis sebagai karakter utama, yang juga bermain sangat apik.

Alice yang awalnya terlihat lemah justru bisa keluar sebagai sosok yang lebih berani dan paling membantu di antara yang lain. Karena justru lewat Alice mereka bisa menemukan lokasi incaran pencurian yang tercetak dalam sebuah salinan blue print.

Elizabeth Debicki sebagai Alice yang mencuri perhatian lewat kecantikannya, euhmm… aktingnya maksudnya/via scmp.com

Membawa isu feminisme, politik, rasial, sampai sisi gelap dunia pernikahan

Dua bersaudara Manning/via gq.com

Nyatanya McQueen nggak hanya membawa Widows sebagai film tentang pembalasan dendam. Ia pun membuat film ini hadir dengan sarat makna lewat isu sosial yang diangkatnya.

Dengan mengedepankan karakter wanita tangguh, jelas banget kalau feminisme jadi pokok utama di dalam film. Konflik internal yang dialami oleh Veronica, Linda, dan Alice jadi semacam pengingat bagi kita tentang sisi gelap dunia pernikahan. Siapa sangka jika para suami yang dipandang bertanggung jawab, ternyata malah terlibat tindak kejahatan di belakang sang istri. Parahnya lagi mereka meninggalkan tumpukan utang dan masalah setelah wafat.

Lalu, dengan tumpukan utang itu, bagaimana para janda bisa menemukan solusinya? Itulah alasan kenapa film ini memilih perempuan sebagai karakter utama. Mereka adalah kaum yang selama berabad-abad selalu dianggap lebih inferior ketimbang laki-laki.

Lewat karakter Jamal dan Jack, kita juga ikut dibawa menyelami bagaimana dunia politik bisa jadi ranah yang begitu kotor. Keduanya digambarkan sebagai politisi yang rela menghalalkan berbagai cara demi memenangi kontes politik. Usaha Jamal dan Jack dalam mendekati pendeta misalnya, menggambarkan bagaimana agama bisa digunakan sebagai alat untuk dukungan suara dari para jemaat.

Menariknya, isu politik tersebut kemudian merembet ke isu rasisme. Jamal dan Jack merupakan caleg yang berasal dari ras berbeda. Meskipun, isu rasisme juga dialami oleh Veronica yang berkulit hitam, dan bersuamikan Harry yang berkulit putih.

Pasangan Harry dan Veronica/via film4productions.com

Walaupun banyak yang diangkat, isu-isu penting tersebut untungnya bisa saling berpadu menghadirkan benang merah cerita yang bisa dinikmati tanpa terasa rumit. Berbeda dengan Ocean’s 8 yang mengedepankan komedi, Widows memang hadir dengan intensitas drama yang kental. Jadi jangan berharap kamu bisa tertawa menonton film ini ya.

Sebagai film dengan genre thriller, premis cerita dari Widows bisa dibilang biasa saja kalau diperhatikan lebih dalam. Tapi eksekusi plot, akting dari para aktornya, serta cara pembahasan isunyalah yang bikin film ini sanggup menggeber rasa penasaran kamu sampai akhir durasi.

Komentar:

Komentar