Review Kesempatan Kedu(d)a: Menjadi Duda Bukanlah Akhir dari Segalanya

Duda juga berhak bahagia

Jika boleh jujur, tak ada orang yang inginkan perpisahan dengan pasangan mereka, apalagi perceraian. Namun apa mau dikata jika perceraian itu harus benar-benar terjadi. Akibatnya akan ada dua istilah yang berubah; dari suami-istri masing-masing akan terpisah menjadi duda dan janda.

Bicara tentang duda, saya akan ajak kamu menengok kisah dua orang duda, Abi (Raffi Ahmad) dan Ken (Zizan Razak), yang kebetulan bertemu di Pengadilan Agama untuk mengurus perceraian dengan istri mereka. Hubungan persahabatan Abi dan Ken pun kembali erat berkat pertemuan mereka yang tak disengaja itu. Wajar, karena di sinilah seorang laki-laki sangat membutuhkan teman untuk berbagi masalah yang sulit jika diceritakan pada perempuan.

Kisah Abi dan Ken ini selanjutnya terangkum dalam karya terbaru Awi Suryadi, Kesempatan Kedu(d)a.

via youtube.com

Para duda itu mulai bangkit

Tersadarkan oleh pemilik warung (Jarwo Kwat) yang sering dijadikan tempat para lelaki yang baru saja menduda itu ngumpul, Abi dan Ken mendapat semangat baru. Dan dengan status sebagai duda, tentu mereka lebih bebas dalam menjalani hidup dan mimpi mereka.

Abi yang memiliki cita-cita mengelola kafe mulai membangun bisnisnya dari awal. Sementara Ken yang bercita-cita menjadi aktor, mulai menjajal kemampuannya dengan mengikuti casting di beberapa rumah produksi.

Terkadang perceraian terjadi bukan hanya salah pihak lelaki, tetapi bisa dimulai dari perempuan. Istri Abi misalnya, ia selingkuh dengan bosnya. Kejam!/ via youtube.com

Materi komedinya menarik, tapi… kurang kena

Awi Suryadi (ditemani Agasyah Karim dan Khalid Khasogi) yang berperan sebagai penulis skenario terlihat berusaha keras menghadirkan lelucon-lelucon pemancing tawa. Sayangnya, secara pribadi saya tak terlalu menikmati lelucon-lelucon di film ini. Bahkan saya¬†cenderung berguman “Iih, apaan sih?” ketika mendengar leluconnya.

Padahal materi komedi yang dihadirkan tak jauh dari dunia pertelevisian dan perfilman, sebuah dunia yang membesarkan nama sang produser, Raffi Ahmad. Lihat saja isi obrolan para karakternya:

Mulai dari mengomentari fenomena artis Malaysia yang mencari duit di Indonesia; kegamangan produser yang akan memilih Reza Rahadian sebagai pemeran utama di filmnya karena khawatir diprotes “dia lagi..dia lagi”; hingga ajang pencarian bakat yang hanya butuh waktu 5 menit untuk kontestannya bernyanyi, namun komentar jurinya sampai satu jam.

Menarik ‘kan?

Sebagai duda, bebas untuk merayu perempuan sebanyak-banyaknya sebelum menentukan pilihan. Itu kata Jarwo Kwat yang punya bini muda Ayu Tingting/via youtube.com

Lucu atau tidaknya suatu lelucon memang dipengaruhi juga oleh selera dan referensi masing-masing penonton. Biasanya ketika saya nggak tertawa, saya langsung lihat respons penonton lain, apa mereka tertawa atau nggak. Sehingga bisa diambil kesimpulan, apakah materi yang dihadirkan memang lucu atau tidak untuk sebagian besar orang.

Sayangnya, pada saat saya nonton di bioskop, Kesempatan Kedu(d)a hanya ditonton oleh dua orang saja. Itu pun kami duduknya berjauhan.

Detail yang memberi makna

Backstory kedua tokoh utama memang kurang digali lebih dalam selain pekerjaan mereka yang disebutkan ketika sidang perceraian. Namun, Kesempatan Kedu(d)a memberikan detail-detail yang berpengaruh terhadap perkembangan karakter utama. Dan detail itu diberikan bertahap seiring perjalanan tokoh yang terus berkembang.

Yang tak berubah dari filmfilm RA Pictures adalah pamer kekayaan Raffi Ahmad. Tapi…detail di Kesempatan Keduda masih nyambung dibanding film-film RA sebelumnya yang minus relevansi./ via youtube.com

Misalnya, kemunculan pertama Dianti (Marsha Aruan) ke rumah Om Zaenal (Dicky Candra) menggunakan bahasa Korea. Dikisahkan pula ia sangat mencintai drama Korea. Sepintas saya bertanya apa sih maksudnya Dianti ngomong pakai bahasa Korea?

Ternyata itu tak sebatas lucu-lucuan atau pelengkap karakter Dianti; Korea menjadi benang merah bagi Dianti agar bisa masuk ke kehidupan Abi. Akan ada satu scene dari drama Korea yang Dianti tonton bersama Aurum (Aqila Herby), anaknya Abi, dan itu menjadi penambah rasa untuk hubungannya dengan Abi.

Ada juga adegan yang memperlihatkan wig (rambut palsu) yang dipakai Ken. Wig itu bisa menjadi penanda penerimaan Ken atas mantan istrinya yang sudah jalan dengan lelaki (bule) lain.

Arti sebuah persahabatan dan kejujuran

Kesempatan Kedu(d)a betul-betul menjadi suguhan yang menyenangkan justru ketika masuk ke bagian drama yang mengeksplorasi lebih dalam hubungan persahabatan Abi & Ken.

Cerita bermula dari Syafa (Cut Meyriska), putri Om Zainal, yang datang ke kafe Abi bersama Dianti. Abi yang sedang diperlihatkan foto Syafa oleh Ken sontak terkejut dan memberitahu Ken bahwa pujaan hatinya ada di depannya. Tentu Ken tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Upaya Ken menarik perhatian Syafa dilukiskan dengan cara yang unik dan cerdas (meski harus disertai kebohongan).

Bermula dari nguping, adegan ini bisa menjadi inspirasi bagi cowok yang sedang mengejar seorang cewek. Tapi…siap juga dengan konsekuensinya ya./ via youtube.com

Syafa dan Dianti yang merupakan mahasiswa Antropologi sedang membutuhkan katering untuk acara kampusnya. Perkenalannya dengan Abi tentu menjadi angin segar bagi mereka. Dengan penuh rayuan dari Ken, Abi akhirnya mengiyakan tawaran katering dari mereka, karena memang Abi pun sedang kesulitan membayar uang sewa cafe miliknya.

Dari sana hubungan mereka semakin dekat. Abi dengan Dianti, Ken dengan Syafa. Hubungan mereka mulai diwarnai dengan obrolan pribadi yang menjadikan perasaan suka muncul lebih kuat. Sayangnya, Ken memulai semua ini dengan kebohongan. Ketika seseorang sudah berbohong, maka akan timbul kebohongan baru dan sulit sekali untuk menghentikannya.

Awal mula Ken menjadi seorang profesor./ via youtube.com

Syafa yang lebih tertarik dengan kuliah S2-nya daripada bermain film, begitu antusias menjadikan Profesor Ken tempat ia bercerita. Terlihat sekali ekspresi Ken yang bingung karena ia sudah melakukan kebohongan sementara Syafa begitu memercayainya.

Sementara Dianti, dari awal sudah tahu kalau Abi adalah seorang duda. Mungkin ada yang merasa Marsha Aruan terlihat terlalu muda untuk Raffi Ahmad? Well, dengan background bahwa Dianti sudah tidak punya ayah, kedekatan Dianti terhadap Abi adalah sesuatu yang wajar. Dan hadirnya sosok Dianti pun semakin memperjelas mengapa film ini mengusung judul “kesempatan”.

Ya, duda pun berhak mendapat kesempatan kedua, memulai semuanya dari awal lagi.

Namun…..

Kebohongan tetaplah kebohongan. Akan ada saatnya semuanya terbuka. Abi sedari awal memang tak ingin memulai semua ini dengan kebohongan. Maka ketika kebohongan ini terbongkar, bukan saja kisah asmara mereka yang jadi korban, persahabatan Abi & Ken pun terancam.

Momen pertengkaran Abi & Ken adalah salah satu momen terbaik yang dimiliki Kesempatan Kedu(d)a. Dialognya terasa banget sampai ke ulu hati.

“Om kamu itu egois, pembohong”, jawab Abi kepada anaknya yang bertanya mengapa mereka diem-dieman.

“Kamu menerima uang dari istri yang tidur dengan bosnya, kamu lelaki yang gagal,” jawab Ken

“Profesor Ken, terimakasih sudah ribet-ribet benahin hidup gue, sekarang giliran lo benahin hidup lo sendiri,” timpal Abi.

Bukankah terkadang kita juga sering/pernah melihat seseorang berkata seperti apa yang dikatakan Abi dan Ken di dialog di atas, bukan? Terkadang ketika kita marah, kita akan langsung merasa seperti Tuhan atas hidup orang lain. Kita suka sekali menghakimi orang lain hanya dengan penilaian kita sendiri, tanpa memerhatikan perasaan orang yang sedang kita ceramahi itu.

Raffi Ahmad dan Zizan Razak menjadi kunci utama bagaimana Kesempatan Kedu(d)a mampu menyampaikan visinya dengan baik./ via youtube.com

Saya tak perlu menjelaskan akhir cerita mereka. Karena sebagaimana kebanyakan film yang berakhir dengan kebahagiaaan, tentulah kamu bisa menebak bagaimana akhirnya. Yang terpenting adalah Kesempatan Kedu(d)a mengajak kita untuk menghargai arti sebuah hubungan dan persahabatan.

Menjadi duda bukanlah akhir dari segalanya. Kita bisa bahagia dengan diri sendiri. Namun ketika kita bisa menambah bahagia dengan hadirnya orang lain, mengapa tidak? Duda juga punya kesempatan kedua.

- Advertisement -
Shares 16

Komentar:

Komentar