Review Incredibles 2 (2018), Menarik tapi Sayangnya Kurang Maksimal

Semoga gak harus nunggu 14 tahun lagi kalau ada sekuelnya

:

Ditengah gempuran film blockbuster di bulan Juni ini, hadir satu film animasi dari studio Disney dan Pixar: Incredibles 2. Patut diingat Incredibles 2 adalah film dengan interval waktu yang cukup jauh untuk sebuah sekuel. Tepatnya ada jarak 14 tahun sejak film pertamanya dirilis di tahun 2004 silam.

Lalu bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Terlepas dari rentang waktu 14 tahun, ternyata bagian pembuka Incredibles 2 melanjutkan ending di film pertamanya, ketika keluarga Parr hendak bertarung melawan Underminer. Premis ceritanya juga masih berkutat tentang kelangsungan hidup para pahlawan super; apakah mereka harus menutup diri dan membiarkan kejahatan merajalela, atau tetap bertarung melawan penjahat meski tindakan mereka dianggap ilegal oleh pemerintah.

Untuk segi plot dan jalan cerita, Incredibles 2 sebenarnya tak terlalu menampilkan kisah yang baru. Film ini tetap mengangkat makna hubungan antar anggota keluarga sebagai benang merah utama khas film Disney. Layaknya film action superhero, Incredibles 2 juga didukung dengan visual yang penuh dengan adegan fantastis; mulai dari pertarungan hand-to-hand hingga ledakan eksplosif yang bisa membuat penonton ikut menahan nafas.

via geektyrant.com

Tapi kalau melihat dari sisi komedi, Incredibles 2 cukup berhasil memberikan lelucon yang bisa membuat penonton mayoritas anak-anak tertawa oleh tingkah polah setiap karakter, terutama Jack Jack yang kali ini dapat sorotan lebih banyak. Saya pribadi sebenarnya sedikit menyayangkan masalah Jack Jack ini sih.

Sejak proyek film ini dikonfirmasi, Disney sesumbar kalau jalan cerita akan berfokus lebih dalam pada karakter Jack Jack si anak bungsu yang awalnya dianggap tak memiliki kekuatan super. Meskipun akhirnya Jack Jack diceritakan memiliki kekuatan super, tim penulis naskah malah kurang fokus membagi porsi cerita. Setelah Mr. Incredible kebagian porsi aksi utama di film pertamanya, dalam Incredibles 2 sang istri alias Elastigirl kini mendapat giliran tampil.

Fokus karakter pun terpecah karena harus membagi cerita ke dalam dua aksi: Elastigirl dan Jack Jack.


via medium.com

Film yang dibanjiri banyak karakter ini akhirnya terpaksa harus mengekplorasi karakter, mulai dari Dash, Violet, Frozone, Tony hingga karakter minor yang lain. Sebagai sebuah sekuel yang mutlak wajib menghadirkan karakter baru, karakter yang bisa saya ingat sayangnya hanyalah Voyd dan Screenslaver sebagai sang penjahat utama. Tapi bagian terbaik masih tetap dipegang oleh Edna Mode yang kembali sukses mencuri perhatian dengan gaya nyentriknya.

Kalau kamu merasa diri sudah akil balig, kemungkinan besar kamu tak perlu berpikir terlalu dalam untuk mencerna keseluruhan cerita Incredibles 2. Jalan ceritanya amatlah sederhana. Bahkan esensi twist yang coba dihadirkan tak akan terlalu bikin penonton dewasa terkejut. Meskipun dengan track record Disney yang notabene selalu sukses memberikan kejutan, jadinya agak disayangkan juga sih. Kalau kita mengingat film ini berjarak 14 tahun malah jadi berasa masih kurang digarap maksimal pada akhirnya. Di bagian ending pun tak ada clue tentang film lanjutannya.

via usatoday.com

Secara keseluruhan, Incredibles 2 sekilas memang masih mengulang formula film pertamanya. Tapi tunggu dulu. Sajian Incredibles 2 ini teramat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Film ini sangat menghibur karena dari porsi entertainment naik cukup signifikan kalau mau dibandingkan dengan film yang pertama. Dengan visual yang makin memesona, scoring khas yang sukses memberikan intensitas lebih maksimal, dan komedi yang lebih bikin tertawa lepas dari sekadar senyum simpul. Secara pribadi, Incredibles 2 juga berhasil menyajikan sebuah nostalgia yang sukses bikin saya sumringah sejak film dimulai.

Yes. As an animation movie, you don’t need to think much on the Incredibles 2. Just sit back, relax, and enjoy the entertainment on how this movie is presented to you.¬†Oh iya, kalau mau nonton film ini jangan datang telat ya. Seperti khasnya Disney saat merilis film animasi, ada sebuah film pendek yang diputar terlebih dahulu sebelum film utama dimulai.

Komentar:

Komentar