Review Along with the Gods: The Last 49 Days, Babak Kedua Petualangan di Alam Akhirat Dimulai!

Mengungkap rahasia yang terkubur selama 1.000 tahun

Dari segi hiburan, negara Korea Selatan dikenal bukan cuma karena musik K-Pop. Mereka juga punya dorama alias drama yang sering banget jadi bahan perbincangan remaja cewek kebanyakan. Tapi saya nggak bakal ngomongin boyband/girlband atau drama Korea sekarang. Saya bakal bahas satu film keren dari Korea yang berjudul Along With the Gods: The Last 49 Days.

Film ini merupakan sekuel dari Along With the Gods: The Two Worlds yang dirilis bulan Desember 2017. Film pertamanya terbilang sukses, bahkan jadi film Korea nomor dua yang paling banyak ditonton hingga saat ini.

Along With the Gods: The Two Worlds/via lotteent.com

Ini film tentang apa sih?

Film pertama dari dwilogi Along With the Gods mengisahkan tentang seorang pemadam kebakaran bernama Kim Ja Hong (Cha Tae-Hyun) yang gugur saat sedang bertugas. Di alam baka, dia disambut oleh tiga orang ‘pengawal’ bernama Gang-rim (Ha Jung-woo), Hewonmak (Ju Ji-hoon), dan Deok Choon (Kim Hyang-gi) yang membantunya melewati tujuh tahapan pengadilan akhirat agar bisa bereinkarnasi. Usaha mereka harus menemui kendala ketika satu masalah muncul dan bisa menghambat jalannya pengadilan.

Lalu gimana dengan kisah film keduanya?

Bagian keduanya kini menceritakan adik dari Kim Ja Hong, yakni Kim Soo-hung (Kim Dong-wook). Soo-hung yang telah wafat, ternyata dikawal oleh tiga pengawal yang sama dengan kakaknya. Tujuan mereka pun masih sama: hendak membantu Soo-hung agar bisa bereinkarnasi.

Tapi setelah bertemu dengan Seongju (Ma Dong-seok), seorang Dewa Penjaga Rumah, mereka perlahan malah membuka kisah 1.000 tahun silam yang mengungkap masa lalu para pengawal ketika masih hidup.

via screenanarchy.com

Plot berlapis, banyak kejutan

The Last 49 Days bisa dibilang mengandung beberapa sub-plot yang tersebar sepanjang film, mulai dari usaha reinkarnasi Soo-hung, kisah Seongjo bersama keluarga yang dirawatnya, pertemuan Hewonmak dan Deok Choon dengan Seongjo, termasuk kisah masa lalu ketiga pengawal. Banyaknya sub-plot tersebut ternyata hadir saling berkaitan dengan penuturan yang dijaga dengan rapi. Eksekusi setiap plot dihadirkan satu per satu sebelum dikupas perlahan dengan intens.

Dengan menghadirkan visualisasi dalam alur maju-mundur, apa penonton bakal dibuat bingung?

Jawabnya: nggak. Alur maju-mundur justru bisa memberikan rasa penasaran pada penonton untuk mengetahui akhir cerita dari film berdurasi hampir 2,5 jam ini. Apalagi ditambah dengan twist di penghujung film yang bisa dijaga dengan baik dan sukses memberikan kejutan bagi saya pribadi.

Sosok Dewa Penjaga Rumah/via koreaboo.com

Satu lagi hal yang jadi nilai lebih film ini, yakni penambahan karakter dalam sosok Seongjo sebagai Dewa Penjaga Rumah. Seongjo memegang peranan yang penting dalam menjabarkan narasi film, khususnya masa lalu dari para pengawal.

Sekuel dengan kemasan berbeda

Hadir sebagai film sekuel, sisi perbandingan dengan film pertamanya kayaknya mutlak untuk dibahas. Tapi secara keseluruhan, The Last 49 Days bisa hadir sama bagusnya meski ada beberapa perbedaan, khususnya dari segi drama. Sementara film pertamanya mengangkat hubungan antara anak dengan ibu, film keduanya berganti dengan mengangkat hubungan antara anak dengan ayah.

Segi komedi dan satir sebagai pencair suasana masih bisa ditemui meski nggak terlalu menonjol. Penonton masih bisa tertawa lewat ulah konyol sang duo jaksa akhirat, perilaku tengil Hewonmak, ditambah dengan kelakuan Seongjo yang ikut mengisi beberapa sisi komedi dengan baik.

The Two Worlds dan The Last 49 Days memang hadir dengan kemasan yang berbeda. Hal ini cukup unik sekaligus menarik kalau mengetahui fakta jika dwilogi ini dirampungkan dalam satu proses syuting yang kemudian dipecah menjadi dua bagian.

via hollywoodreporter.com

Keputusan ini memang dirasa paling tepat, apalagi kalau melihat gimana kedua dwilogi ini bisa hadir dengan corak yang saling bertolak belakang. Itu benar-benar usaha yang membutuhkan perencanaan matang, mulai dari menulis naskah hingga mengeksekusinya ke dalam bentuk film.

Kalau kamu berencana nonton film ini ada baiknya untuk nonton film pertamanya terlebih dahulu, biar nggak kebingungan.

- Advertisement -
Shares 178

Komentar:

Komentar