Rami Malek yang Bersinar Terang di Tengah Hambarnya Bohemian Rhapsody

Aay-oh!

:

Is this the real life? Is this just fantasy?

Siapa yang nggak ngeh dengan penggalan lirik lagu Bohemian Rhapsody di atas? Dan yang terutamanya, siapa yang nggak kenal sama band yang mempopulerkan lagu tersebut!? Wah, terlalu deh kamu.

Tap ya sudahlah. Toh, kali ini saya nggak akan meributkan kenapa kamu nggak pernah dengar lagu Bohemian Rhapsody atau band Queen. Di artikel ini saya bakal mengajak kamu untuk membahas film tentang Queen yang disutradarai Bryan Singer. Yup, judul filmnya sama dengan judul lagu yang saya sebut sebelumnya: Bohemian Rhapsody.

Bohemian Rhapsody: sebuah biopik band fenomenal, hanya itu

via bustle.com

Inti cerita dari film Bohemian Rhapsody mengisahkan tentang perjalanan karier band Queen. Nggak hanya itu, Bohemian Rhapsody juga menyelipkan kisah hidup dari Freddie Mercury (Rami Malek) sebagai pentolan yang dikenal punya gaya khas. Itu pasti lah, nggak mungkin film ini tiba-tiba bercerita tentang band Radja dan Ian Kasela.

Sebagai biopik Queen, Bohemian Rhapsody menghadirkan kisah tentang bagaimana grup yang awalnya bernama Smile ini bisa terbentuk. Bahkan awalnya vokalis Smile itu bukan Freddie Mercury lho.

Barulah saat Brian May (Gwilym Lee), Roger Taylor (Ben Hardy), dan John Deacon (Joseph Mazzello) ditinggalkan sang vokalis, mereka didatangi Freddie yang terpukau dengan penampilan Smile di pentas kampus. Perkenalan singkat yang diselingi dengan momen Freddie memamerkan bakat menyanyinya itu yang kemudian mengantarkan ia bergabung dengan Smile.

Setelah itu kita diajak untuk menengok lebih jauh bagaimana grup musik mereka berjuang dari bawah, yang diawali dengan menjual mobil untuk biaya sewa studio dan merekam demo lagu. Sesi rekaman mereka yang terbilang nyeleneh malah bikin mereka dilirik oleh produser.


Pun demikian, Smile yang sudah berganti nama jadi Queen nggak langsung meraih kesuksesan dengan cepat. Queen baru dikenal lewat album ketiga, Sheer Heart Attack dan lagu single Killer Queenyang yang berhasil menembus tangga lagu Billboard.

Reka ulang perekaman lagu Bohemian Rhapsody/via news-herald.com

Ngomong-ngomong, film ini nggak sepenuhnya menceritakan perjalanan karier Queen semata. Kamu juga bisa ikut menyimak bagaimana proses kreatif pengerjaan lagu Bohemian Rhapsody yang ada di album keempat A Night at the Opera; album yang jadi titik balik kepopuleran mereka, .

Selain lagu Bohemian Rhapsody, kamu juga bisa menyaksikan bagaimana lagu andalan lain dari Queen lain yang berjudul We Will Rock You bisa tercipta. Meski menarik, dua proses kreatif penciptaan lagu tersebut hanya sekedar lewat saja, alias kurang dieksplorasi.

Untuk Bohemian Rhapsody misalnya, film hanya mengulas bagaimana Queen mati-matian mempertahankan lagu tersebut sebagai single utama dari album karena pihak label nggak setuju. Toh, hasil akhirnya udah bisa diketahui: Bohemian Rhapsody itu salah satu lagu trademark dari Queen.

Performa Rami Malek yang apik sebagai Freddie Mercury

via rollingstone.com

Kurang lengkap rasanya jika kita menyebut Queen tanpa menyinggung Freddie Mercury. Hal itu juga dialami Bohemian Rhapsody, yang meski intinya berisi kisah perjalanan Queen, akhirnya mau nggak mau juga menyelipkan kisah tentang Freddie Mercury di dalam cerita.

Kamu yang kurang mengetahui sosok Freddie akhirnya bisa mengetahui sekelumit cerita tentangnya (hanya sekelumit ya). Mulai dari latar belakang keluarganya, kisah cinta Freddie dengan Mary Austin (Lucy Boynton), hingga kehidupan pribadi Freddie sebagai seorang biseksual lewat hubungannya dengan Jim Hutton (Aaron McCusker).

Rami Malek yang bertugas memerankan Freddie bisa dibilang membawa beban yang cukup berat di dalam film. Gimana nggak, dari seluruh jajaran pemain, saya pribadi hanya mengenal nama Rami yang sebelumnya tenar lewat serial Mr. Robot. Nama Mike Myers yang terselip di antara pemain bahkan hanya memegang peran kecil sebagai petinggi label EMI tempat Queen bernaung.

via awadscircuit.com

Beban tersebut untungnya berhasil diubah menjadi penampilan yang sangat apik oleh Rami. Ia benar-benar bisa menyalurkan semangat seorang Freddie Mercury lewat gestur yang dihadirkannya. Meskipun ia nggak menyanyikan ulang seluruh lagu alias lip sync, itu masih bisa dimaafkan mengingat Bohemian Rhapsody sejatinya memang film biopik.

Simpulannya?

Dua kisah tentang Queen dan Freddie Mercury yang dijejalkan dalam satu film agak disayangkan sebetulnya. Seperti yang kita tahu, film itu punya durasi yang terbatas. Dan keputusan untuk menjejalkan dua kisah besar itu akhirnya membuat Bohemian Rhapsody sedikit kehilangan fokus. Minimnya konflik dalam cerita pun bikin film ini jatuh sebagai karya biopik yang kurang menyeret emosi. Satu-satunya hal yang menyelamatkan Bohemian Rhapsody hanyalah performa ciamik Rami Malek.

Pun demikian, secara keseluruhan Bohemian Rhapsody masih tetap sayang untuk dilewatkan begitu saja. Meskipun kamu bukan penggemar Queen, seenggaknya kamu bisa mengetahui kisah Freddy Mercurie dan Queen hingga bisa menjelma jadi tokoh dan grup band legendaris yang dikenal hingga saat ini.

Dan sebagai hiburan tambahan, sepanjang film kamu juga bakal dihibur lewat banyak lagu hits Queen lain yang didengarkan seperti Killer Queen, Love of My Life, Another One Bites the Dust, dan Radio Ga Ga. Yaah… htung-hitung karaoke berjamaah di dalam bioskop gitu deh.

Komentar:

Komentar