10 Film Indonesia Terlaris yang Bakal Bersaing di IBOMA 2019, Ada Favorit Kamu Nggak?

Ajangnya film box office nih

Satu lagi penghargaan film di tanah air adalah Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA). Ajang apresiasi yang pertama kali digelar pada 2016 ini terbilang cukup unik dan beda dari ajang penghargaan film lainnya.

Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA), ajang apresiasi yang pertama kali digelar pada 2016 ini terbilang cukup unik dan beda dari ajang penghargaan film lainnya. Pasalnya proses seleksi awal film untuk masuk nominasi IBOMA ditentukan oleh jumlah penonton. Setiap tahunnya IBOMA akan memilih 10 film Indonesia terlaris, dan otomatis seluruh kategori nominasi yang ada akan dipilih dari 10 film ini.

Untuk penyelenggaraannya di tahun 2019, IBOMA sudah memilih 10 film Indonesia terlaris yang tayang di bioskop sepanjang 2018. Berikut daftarnya yang saya susun berdasarkan jumlah penonton terbanyak.

1. Dilan 1990 (Max Pictures)

Aku ramal kita akan bertemu sore hari/Max Pictures

Fajar Bustomi boleh saja berbangga hati. Setelah menyutradarai belasan film sejak 2008, melalui Dilan 1990 ada filmnya yang berhasil tembus jutaan penonton. Bahkan dengan perolehan di atas 6 juta penonton, film yang melambungkan nama Iqbaal Ramadhan ini bertengger di posisi kedua film Indonesia terlaris sepanjang masa. Dilan 1990 hanya dikalahkan oleh Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 (2016) dengan selisih 500 ribuan penonton.

2. Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (Soraya Intercine Film)

Mirip kan sama mending Suzzanna/Soraya Intercine Films

Menempati posisi kedua terlaris 2018 dengan perolehan di atas 3 juta penonton, Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur bertengger di posisi juru kunci 10 film Indonesia terlaris sepanjang masa. Pencapaian fantastis film ini nggak lepas dari sosok Suzzanna yang memang sudah jadi ikon di perfilman horor Indonesia. Dan Luna Maya yang didaulat menjadi Suzzanna pun menampilkan akting yang mumpuni dan menuai banyak pujian kritikus.

3. Danur 2: Maddah (MD Pictures & Pichouse Films)

Anak-anak jangan keluar malam ya/MD Pictures

Zaman sekarang banyak artis sinetron diboyong ke layar lebar (untuk menggaet penonton). Prilly Latuconsina pun mengalaminya saat membintangi Danur, film hasil adaptasi novel horor yang mendulang 2,7 penonton. Udah bisa ditebak, Danur pun berhasil masuk nominasi IBOMA 2018.

Kesuksesan ini membuat sang produser melanjutkan cerita Danur dalam Danur 2: Maddah. Hasil penontonnya memang nggak sebagus yang pertama, meskipun penurunannya nggak terlalu signifikan. Film arahan Awi Suryadi ini masih mampu mengumpulkan 2,5 juta penonton dan bertengger di posisi tiga film Indonesia terlaris 2018.

4. Si Doel the Movie (Falcon Pictures & Karnos Film)

Falcon Pictures

Film yang diadaptasi dari serial televisi terkenal era 90-an ini ternyata masih memiliki daya tarik. Dengan menggunakan pemain utama yang sama, Si Doel the Movie nyatanya cukup mudah untuk mengumpulkan 1,7 juta penonton.

Bahkan pesona Rano Karno yang berperan sebagai si Doel seakan nggak pernah luntur dimakan waktu. Terbukti dengan pencapaian dirinya yang mendapat penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik IMA Awards 2019, mengalahkan aktor yang lebih muda darinya seperti Ario Bayu, Dion Wiyoko, dan Ringgo Agus Rahman.

5. Asih (MD Pictures)

MD Pictures

Keberadaan film Asih sempat menuai polemik karena diduga melakukan manipulasi tiket. Terlepas dari benar atau tidaknya isu tersebut, Asih yang merupakan spin off dari film Danur ini tetap mampu mengumpulkan angka 1,7 juta penonton, hanya selisih puluhan ribu saja dengan Si Doel the Movie.

6. Teman Tapi Menikah (Falcon Pictures)

Vanesha lebih bagus aktingnya di film ini daripada sebagai Milea/Falcon Pictures

Barangkali Vanesha Prescilla adalah salah satu artis pendatang baru yang berhasil mencatatkan rekor jutaan penonton untuk dua film pertama yang dibintanginya. Setelah menuai sukses lewat Dilan 1990 sebagai Milea, kemampuan aktingnya kembali teruji lewat Teman Tapi Menikah. Kali ini ia berduet dengan Adipati Dolken.

Film yang menceritakan kisah remaja artis Ayudia Bing Slamet dan suaminya ini mampu menghipnotis 1,6 juta penonton.

7. Milly & Mamet (Starvision & Miles Film)

Starvision

Starvision hampir saja absen dari gelaran IBOMA 2019. Pasalnya film-film produksinya hampir nggak mendapat sambutan baik dari penonton. Sebut saja Sajen, Partikelir, Kafir: Bersekutu dengan Setan, Belok Kanan Barcelona, dan Generasi Micin yang nggak mampu tembus satu juta penonton.

Beruntung Starvision yang bekerjasama dengan Miles Film meluncurkan film terakhirnya di 2018, Milly & Mamet. Film yang diarahkan oleh Ernest Prakasa ini berhasil mengumpulkan 1,5 juta penonton. Namun perlu dicatat bahwa film ini mengalami penurunan yang siginifikan dibanding dua film Ernest sebelumnya, Cek Toko Sebelah dan Susah Sinyal yang mampu meraih lebih dari 2 juta penonton.

8. Wiro Sableng (LifeLike Pictures)

Lifelike Pictures

Dengan perolehan yang hanya beda 10 ribu penonton dengan Milly & Mamet, Wiro Sableng berhasil menembus jajaran terlaris 2018. Jika melihat rumah produksinya, Lifelike Pictures termasuk pendatang baru di IBOMA 2019. Dan satu hal yang kamu harus tahu, Wiro Sableng adalah film Indonesia pertama yang bekerjasama dengan rumah produksi Internasional, Fox Internal Productions.

9. Jailangkung 2 (Sky Media & Legacy Pictures)

Sky Media

Berbekal 2,5 juta penonton yang diperoleh film Jailangkung, Sky Media (nama lain dari Screenplay Film) dengan percaya diri melanjutkan petualangan Jefri Nichol dan Amanda Rawles dalam Jailangkung 2. Sayangnya sekuelnya ini nggak terlalu mendapat antusiasme yang bagus. Film yang masih diarahkan oleh Rizal Mantovani dan Jose Poernomo ini hanya mampu mengumpulkan 1,4 juta penonton saja.

10. A Man Called Ahok (The United Team of Art)

Oreima Films

Dari semua film yang ada di daftar ini barangkali A Man Called Ahok adalah yang paling beruntung. Film arahan Putrama Tuta ini sebelumnya nggak diunggulkan oleh banyak pengamat sebagai film yang akan mendapat jutaan penonton. Namun faktanya, film yang rilis berbarengan dengan Hanum & Rangga ini berhasil mengumpulkan 1.4 juta penonton.

Ada pendatang baru, ada pula yang tersisih. Di gelaran IBOMA 2019 film-film dari rumah produksi Hitmaker Studios harus tersingkir. Film mereka yang berjudul Sabrina harus puas berada di posisi 11 sehingga nggak bisa masuk ke deretan IBOMA 2019. Padahal di IBOMA 2018, Hitmaker Studios berhasil memasukkan dua filmnya (Mata Batin dan The Doll 2) ke dalam deretan.

Itulah 10 film terlaris Indonesia 2018 yang berhasil masuk IBOMA 2019. Dari sepuluh film ini hanya akan dipilih satu film sebagai Film Terbaik oleh dewan juri pada April mendatang.

Dan dewan juri yang bertugas tahun ini adalah Hanung Bramantyo, Ayushita, Sha Ine Febriyanti, Prisia Nasution, Monty Tiwa, dan Cesa David Lukmansyah.

Komentar:

Komentar