Karena Metode Akting yang Ekstrem, 5 Aktor Hollywood Ini Pernah Terancam Nyawanya

Jadi aktor sejati nggak gampang ternyata

:

Saat memerankan karakter di film, seorang aktor sejati nggak cuma mengandalkan kemampuan berakting. Mereka juga harus mendalami karakter yang mereka perankan. Untuk itulah, aktor profesional biasanya melakukan teknik pendekatan yang dikenal dengan istilah metode akting.

Meskipun nggak ada definisi spesifik untuk menjelaskan istilah ini, kamu bisa memahami “metode akting” dari proses yang dilakukan aktor untuk menyesuaikan karakter yang dia perankan. Jared Leto misalnya, dia pernah menaikkan berat badannya secara ekstrem demi menyesuaikan perannya sebagai David Mark Chapman di film Chapter 27.

Kebanyakan aktor memang nggak memiliki kendala selama menjalani proses tersebut. Tapi nggak sedikit juga aktor yang justru membahayakan nyawa mereka. Sama halnya seperti 5 aktor ini, yang pernah terancam nyawanya akibat metode akting ekstrem yang mereka lakukan.

1. Tom Hanks (Cast Away)

Metode yang dilakukan Tom Hanks saat berperan sebagai Chuck Noland di Cast Away bisa diwakili oleh dua kata: gila betul.

Pertama, dia menambah berat badannya sebanyak 50 kilogram, “hanya” untuk bikin dirinya mirip orang paruh baya. Lalu dia pun membiarkan rambut dan janggutnya tumbuh liar selama lebih dari satu tahun. Kamu mau lihat hasil pertumbuhan rambut dan janggut liarnya? Nih…

via chronicart.com

Tapi dua metode itu hanyalah secuil strategi yang dilakukan Tom Hanks demi memerankan karakter yang terinspirasi dari kisah Robinson Crusoe tersebut. Karena merasa masih ada yang kurang, dia punya strategi yang jauh lebih ekstrem: secara sembrono memutuskan untuk benar-benar hidup sebagai seorang castaway atau orang yang terdampar saat proses syuting di Fiji.

Imbas dari keputusannya, Tom Hanks justru terkena infeksi Staph di kakinya. Proses syuting pun dihentikan sementara waktu akibat lukanya yang semakin parah dan nggak kunjung sembuh. Alhasil, Hanks langsung dilarikan ke dokter setempat. Menurut dokter, jika lukanya telat diobati, kemungkinan saat itu Tom Hanks bakal menemui ajalnya.


2. Ashton Kutcher (Jobs)

via noticias.bol.uol.com.br

Berperan sebagai Steve Jobs mungkin terasa sangat spesial bagi Ashton Kutcher. Gimana nggak? Jobs adalah orang yang sangat berpengaruh di muka bumi ini, khususnya dalam bidang teknologi. Sementara Kutcher mungkin lebih dikenal sebagai aktor yang sering berperan di film drama dan komedi.

Nggak mau malu-maluin, dia pun mendedikasikan waktunya selama tiga bulan untuk mendalami karakter Jobs. Dia bahkan memperhatikan hal-hal kecil yang dilakukan oleh Jobs. Dari mulai aksennya, cara membungkuk sambil mengucapkan “Namaste“, hingga gerak-isyarat yang biasa dilakukan oleh Jobs.

Saking totalnya, Kutcher bahkan mengubah pola makannya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Jobs. Alih-alih hidupnya bikin sehat, dia malah harus dilarikan ke rumah sakit karena rasa sakit di bagian pankreas yang dideritanya.

3. John Hunt (The Elephant Man)

via criticsroundup.com

Selama hidupnya, Joseph Merrick (dalam film disebut John Merrick) seringkali mengalami penderitaan dan rasa sakit akibat penampilannya yang sangat berbeda dari kebanyak orang. Dan hal itu juga yang harus dirasakan oleh John Hurt ketika dirinya memerankan sosok Merrick di film drama historis yang berhasil meraih delapan nominasi di ajang Oscar tahun 1981, The Elephant Man.

Selama proses syuting film, Hurt harus berakting dengan makeup yang cukup berat supaya menyerupai sosok Merrick. Makeup yang digunakannya itu bahkan beberapa kali hampir merenggut nyawa Hunt kalau saja dia lupa untuk selalu berdiri tegak.

Jika dia berbaring dalam kondisi masih mengenakan makeup, Hurt bakal menemui ajal yang sama dengan Merrick: tewas akibat dislokasi pada tulang lehernya ketika sedang terlelap. Riskan juga ya metode akting Hunt di film ini.

4. Robert De Niro (Raging Bull)

via si.com

Film yang meraih jumlah nominasi Oscar yang sama dengan The Elephant Man ini sukses menampilkan performa apik dari Robert De Niro. Tapi tunggu dulu, di balik kehebatan De Niro memerankan sosok Jake LaMotta, ada banyak cara yang dia lakukan biar aktingnya nggak berkesan dibuat-buat. Salah satunya adalah berlatih tinju terlebih dahulu dengan Jake LaMotta secara langsung.

Dan gilanya lagi, De Niro diajak untuk bertarung sungguhan di ring tinju selama latihannya berlangsung. Bahkan De Niro berhasil menang dua kali dari tiga pertandingan.

Hal ekstrem lain yang dilakukan oleh De Niro untuk film ini adalah ketika dirinya diharuskan untuk menambah berat badan hingga mencapai 97 kilogram, hanya untuk bikin dirinya menyerupai sosok LaMotta di masa akhir kariernya. Usaha yang gila ini bikin sutradara Martin Scorsese khawatir dengan kondisi kesehatan De Niro. Dia berasumsi kalau De Niro bisa saja terkena serangan jantung.

5. Joseph Gordon Levitt (Premium Rush)

via ifc.com

Buat sebagian orang yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk bekerja (kurir sepeda), salah satu risiko yang selalu mengintai adalah menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Melihat risiko tersebut, sangat wajar ketika Joseph Gordon-Levit yang kala itu bermain peran sebagai kurir sepeda di film Premium Rush harus mengalami kecelakaan. Aksi kebut-kebutannya dengan sepeda bikin dia terpelanting hingga memecahkan kaca bagian belakang mobil taksi.

Akibat insiden ini, Gordon-Levitt terpaksa harus mendapat 31 jahitan untuk menghentikan darah yang bercucuran di lengan kanannya yang terluka.

Bekerja sebagai aktor bukan pekerjaan yang mudah ya ternyata. Ada banyak faktor yang harus dilakukan secara total sehingga akting yang ditampilkan terlihat sangat natural. Jika melihat usaha dari 5 aktor di atas, menurut kamu manakah metode akting yang paling menarik?

Komentar:

Komentar