Masih Pantaskah Razzie Awards Jadi Acuan untuk Menilai Film dan Aktor Terburuk?

And the winner goes to.....

:

Golden Globe dan Oscar identik dengan ajang penghargaan untuk insan perfilman terbaik. Kayaknya nggak ada sutradara, aktor, dan tim produksi yang terlibat dalam suatu film yang nggak merasa bangga jika nama mereka masuk sebagai nominator dalam dua ajang tersebut.

Berkebalikan dari Golden Globe dan Oscar, ada satu penghargaan yang justru jadi mimpi buruk bagi para insan perfilman. Dan berkebalikan pula dari Oscar dan Golden Globe, ajang tersebut memberikan penghargaan bagi film dan aktor yang dianggap paling jelek.

Nama penghargaan tersebut adalah Golden Raspberry Awards atau biasa disebut Razzie yang di tahun 2019 ini bakal dihelat tanggal 24 Februari.

via awardswatch.com

Layaknya ajang penghargaan pada umumnya, Razzie kerap dianggap sebagai patokan standar untuk film bertaraf jelek yang beredar di pasaran. Tapi apakah penghargaan yang sudah digelar sejak tahun 1981 tersebut masih layak kita jadikan acuan dalam menilai kualitas film dan aktor?

Sejarah Razzie Awards

Razzie digagas oleh seorang publisis Amerika, John J. B. Wilson, di tahun 1980. Ia merasa kecewa dan menuntut uangnya dikembalikan setelah menonton dua film berjudul Can’t Stop the Music dan Xanadu berturut-turut. Di perjalanan pulang, Wilson memikirkan tentang film-film berkualitas buruk lain yang sudah ditontonnya sepanjang setahun ke belakang.

Seremonial Razzie akhirnya berlangsung pertama kali secara nggak begitu resmi di kediaman Wilson sendiri. Sesaat setelah menonton ajang Oscar ke-53 bersama teman-temannya di ruang tamu, Wilson berinisiatif maju ke depan podium buatannya untuk membacakan nominasi film-film terburuk saat itu.

Total ada 10 judul film yang disebutnya, yakni Cruising, The Formula, Friday the 13th, The Nude Bomb, The Jazz Singer, Raise the Titanic, Saturn 3, Windows, serta Xanadu. Dan film Can’t Stop the Music akhirnya keluar sebagai “pemenang”.


Ini nih film Can’t Stop the Music/via imdb.com/Associated Film Distribution

Acara yang diadakan secara mendadak tersebut ternyata mendapat respons positif saat surat kabar setempat meliputnya. Acara Razzie pun terus berlanjut sampai detik ketika ia dilaksanakan pada satu hari sebelum penghargaan Oscar digelar.

Selama hampir 40 tahun sejak penyelenggaraannya, Razzie akhirnya menjelma menjadi barometer dunia perfilman dalam hal terburuk. Dan saya juga nggak akan menyangkal, beberapa film dan aktor yang keluar menjadi pemenang Razzie memang pantas diberi gelar sebagai yang paling buruk.

Misalnya saja film Batman & Robin, Catwoman, dan I Know Who Killed Me. Nama-nama aktor seperti Adam Sandler dan Lindsay Lohan pun “cukup layak” dianugerahi Razzie atas performa mereka yang acapkali buruk di banyak film.

Mengapa saya menyebut kredibilitas Razzie layak diragukan?

Pengumpulan suara dalam Oscar terhitung independen. Hanya segelintir orang dengan undangan khusus yang dianggap layak untuk memberikan suara. Tentunya bukan orang sembarangan yang diundang oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Mereka pun diwajibkan mengikuti screening untuk menyaksikan film-film yang ada di dalam kategori sebelum memberikan voting.

Sementara dalam Razzie, siapa pun bisa ikut memberikan suaranya. Kamu bahkan bisa ikut serta dengan mengunjungi laman resmi Razzie dan langsung memberi voting agar “jagoan” kamu keluar sebagai pemenang. Kamu pun nggak dituntut harus menonton filmnya terlebih dahulu sebelum voting.

Terlihat gampang? Tidak semudah itu, Ferguso! Meski bisa ikut serta, kamu harus mendaftar sebagai anggota dengan membayar sejumlah uang. Pilihannya ada $40 untuk keanggotaan satu tahun atau $500 untuk keanggotaan seumur hidup.

Sistem voting Razzie itulah yang membuat hasilnya kurang bisa dianggap kredibel. Kasarnya, orang  yang nggak begitu melek film bisa memberikan suaranya selama mampu membayar biaya keanggotaan. Contoh yang bisa saya ambil adalah film Mother! (2017).

Adegan dalam film mother!/via imdb.com/Paramount Pictures

Film arahan Darren Aronofsky tersebut dipuji dan diakui kualitasnya oleh kritikus. Mother! Bahkan dikompetisikan dalam 74th Venice International Film Festival sebagai film terbaik. Tapi di saat yang sama pula, film yang dibintangi Javier Bardem dan Jennifer Lawrence tersebut mendapat tiga nominasi Razzie 2018 untuk kategori sutradara, aktris, dan aktor pendukung pria.

Mother! merupakan film dengan isu tentang ke-Tuhanan, alam, dan manusia. Isu yang cukup berat memang, dan itu masih ditambah lagi dengan penuturan ceritanya yang sedikit abstrak.

Namun hanya karena muatan film Mother! nggak mudah dicerna, bukan berarti orang yang kurang memahami makna filmnya bisa dengan mudah mencap film tersebut berkualitas jelek.

Ada juga contoh film dan persona lain yang patut dipertanyakan kenapa mereka bisa masuk nominasi Razzie. Stanley Kubrick pernah dinobatkan jadi sutradara terburuk berkat filmnya, The Shining. Ada pula The Blair Witch Project yang masuk nominasi film terburuk. Padahal banyak orang mengganggap film tersebut sebagai gebrakan dalam budaya pop.

Razzie Redeemer Award

Dalam Razzie ke-30 di tahun 2010, Sandra Bullock keluar sebagai aktris terburuk berkat aktingnya di film All About Steve. Bullock bahkan datang langsung menerima piala berbentuk buah berry tersebut atas performanya yang dianggap hancur.

Namun selang satu hari setelahnya, Bullock diganjar penghargaan aktris terbaik Oscar karena performanya di film The Blind Side.

Sandra Bullock saat menerima piala Razzie/via nydailynews.com

Hal serupa pun terjadi di tahun 2019. Nama aktris Melissa McCarthy masuk nominasi Razzie sebagai aktris terburuk lewat perannya dalam The Happytime Murders dan Life of the Party. Sedikit berbeda dibanding Bullock, McCarthy harus cukup puas hanya menyandang status sebagai nominator aktris terbaik dalam ajang Golden Globe 2019 lewat film Can You Ever Forgive Me?

Unik memang melihat fakta bahwa Bullock dan McCarthy sama-sama memperoleh nominasi dari ajang terbaik dan terburuk di tahun yang sama. Dari fakta tersebut pula, bisa disimpulkan bahwa keduanya hanya sedang kurang beruntung karena terlibat dalam produksi film yang dianggap jelek.

Razzie pun menyadari hal tersebut sebenarnya. Dalam perhelatan ke-36 di tahun 2015, muncul kategori khusus The Razzie Redeemer Award. Kategori itu diperuntukkan untuk para pemenang Razzie sebelumnya yang akhirnya bisa membuktikan kualitas terbaik di film mereka selanjutnya.

Tahun 2015, pemenangnya adalah Sylvester Stallone yang performanya dalam Creed meraih banyak puja-puji. Sebelum mendapat Redeemer Award, Stallone berulang kali masuk nominasi dan keluar jadi pemenang aktor terburuk.

Nama sutradara M. Night Shyamalan pun turut masuk nominasi Redeemer Award berkat kesuksesan The Visit. Sebelumnya ia mendapat predikat sutradara terburuk berkat film The Last Airbender (2010) yang “keren habis” itu.

Jadi masuk kategori terburuk itu bisa jadi hanya sebatas kebetulan saja ‘kan? Mungkin seorang aktor hanya kurang beruntung terlibat produksi film yang berakhir buruk. Hal yang sama juga berlaku buat Razzie sebenarnya. Layaknya ajang penghargaan lain, ia pun bisa membuat kesalahan dalam menilai suatu film atau performa dari aktor.

Meskipun begitu, saya tetap mempertanyakan keabsahan sistem voting dari Razzie.

Razzie Awards 2019

Lantas bagaimana dengan nominasi Razzie ke-39 di tahun 2019 ini? Berikut ini nominasinya.

  • Worst Picture: Gotti, The Happytime Murders, Holmes & Watson, Robin Hood, Winchester
  • Worst Director: Etan Cohen (Holmes & Watson), Kevin Connolly (Gotti), James Foley (Fifty Shades Freed), Brian Henson (The Happytime Murders), The Spierig Brother (Winchester)
  • Worst Actor: Johnny Depp (Sherlock Gnomes), Will Ferrell (Holmes & Watson), John Travolta (Gotti), Donald Trump (Death of a Nation dan Fahrenheit 11/9), Bruce Willis (Death Wish)
  • Worst Actress: Jennifer Garner (Peppermint), Amber Heard (London Fields), Melissa McCarthy (The Happytime Murders), Helen Mirren (Winchester), Amanda Seyfried (The Clapper)
  • Worst Supporting Actor: Ludacris (Show Dogs), Jamie Foxx (Robin Hood), Joel McHale (The Happytime Murders), John C. Reilly (Holmes & Watson), Justice Smith (Jurassic World: Fallen Kingdom)
  • Worst Supporting Actress: Kellyanne Conway (Fahrenheit 11/9), Marcia Gay Harden (Fifty Shades Freed), Kelly Preston (Gotti), Jaz Sinclair (Slender Man), Melania Trump (Fahrenheit 11/9)
  • Worst Screen Combo: Any two actors or puppets (The Happytime Murders), Johnny Depp & his fast-fading film career (Sherlock Gnomes), Will Ferrell & John C. Reilly (Holmes & Watson), Kelly Preston & John Travolta (Gotti), Donald Trump & his self-perpetuating pettiness (Death of a Nation dan Fahrenheit 11/9)
  • Worst Screenplay: Death of a NationFifty Shades FreedGottiThe Happytime MurdersWinchester.
  • Worst Prequel, Remake, Rip-off or Sequel: Death of a Nation, Death WishHolmes & Watson, The MegRobin Hood.

Apakah kamu setuju dengan daftar nominasi Razzie 2019?

Komentar:

Komentar