Marvel vs DC: Kenapa Film Adaptasi Marvel Selalu Dianggap Lebih Sukses? Ini Jawabannya

Apa kamu punya pendapat yang sama?

via rottentomatoes.com

Beberapa tahun terakhir, dunia layar lebar selalu diramaikan dengan berbagai film adaptasi komik terkenal dari Hollywood. Dan dari sekian banyak film, Marvel dan DC Comics masih memegang peran dominan dalam menghasilkan film bertemakan superhero. Kesamaan tema dan jadwal tayang yang cenderung berdekatan, mau gak mau membuat film keluaran dua raksasa komik ini jadi sasaran empuk buat dibandingkan. Tapi kalau melihat ulasan dari Marvel vs DC, kayaknya banyak banget penonton yang merasa film adaptasi Marvel jauh lebih bagus daripada film gacoannya DC.

Penilaian ini tentu gak keluar sembarangan. Ditilik dari berbagai parameter seperti pendapatan kotor sampai rating di Rotten Tomattoes, film dari DC memang masih kalah dibanding Marvel. Padahal kalau baca komiknya, baik Marvel maupun DC sama-sama punya plot dan tokoh yang menarik. Jadi kenapa misalnya, Justice League dinyinyir habis-habisan sementara The Avengers dipuja-puja? Mark Millar, penulis yang pernah bekerja sama dengan kedua perusahaan, bisa jadi punya jawabannya.

1. Karakter yang gak cinematic

via theplaylist.net

Begitu Millar ditanya saat wawancaranya dengan Yahoo soal alasan di balik buruknya prestasi film superhero DC, ia punya jawaban sederhana: karakter DC Comics enggak cinematic alias gak cocok diadaptasi ke dalam versi layar lebar.

Menurut Millar, penonton masih bisa melihat sosok manusia biasa di karakter superhero Marvel kayak Peter Parker yang murid sekolahan, Tony Stark yang pengusaha, atau bahkan Matt Murdock (Daredevil). Mereka punya kepribadian. Dengan kata lain, selama ini Marvel memusatkan perhatiannya pada karakter yang bisa membuat kita peduli.

Hal tersebut gak terlihat di film keluaran DC pada umumnya; bayi yang dikirim dari luar angkasa macam Superman adalah hal yang mustahil buat dibayangkan terjadi di kehidupan nyata. “Dengan pengecualian Batman, karakter seperti Superman dan Wonder Woman tidak dibangun berdasarkan identitas rahasia, melainkan berdasarkan kekuatan super mereka,” kata Millar.

Coba bandingkan Batman dengan Green Lantern, lanjutnya. Kita sebagai penonton bisa memahami tindakan dan pemikiran Batman. Tapi jika berbicara soal cincin sakti milik Green Lantern yang bisa mengeluarkan benda fisik tiruan dan sinar hijau hanya dengan kekuatan pikiran, “Bagaimana kamu bisa membuat film berdasarkan hal seperti itu?” Setengah abad yang lalu hal kayak gitu masih bisa diterima, tapi sekarang sulit.

2. Karakter yang sudah gak cocok dengan abad 21

via thewrap.com

Millar sadar betul komentarnya bisa mengundang kontroversi di kalangan penggemar. Tapi, ia juga mengajak kita untuk melihat buktinya: film dari DC masih kurang sukses walaupun dibintangi aktor ternama dan penulis naskah kelas wahid.

“Saya rasa mereka (karakter-karakter DC) berada terlalu jauh dari saat mereka dibuat dulu,” katanya. Contohnya Superman yang menurut Millar merupakan representasi dari Amerika abad 20, bukan Amerika Serikat zaman now. “Mereka terlihat sedikit usang. Ketika anak-anak zaman sekarang melihat mereka, para superhero ini kelihatan tak terlalu keren.”

Oke, pendapat dari Millar di atas mungkin ada benarnya, tapi mungkin sedikit meleset juga. Lussier dari io9 mengingatkan kita soal film Wonder Woman yang rilis tahun 2017 lalu. Bukankah film itu bagus? Ya, pendapat umum bilang kalau film itu bagus, dan saya juga setuju.

Nah, kalau poin di atas merupakan pendapatnya Millar, poin tambahan di bawah ini merupakan pendapat saya pribadi.

3. Alur cerita yang nyambung satu sama lain bikin penonton pengen nonton film Marvel secara keseluruhan

via sg.style.yahoo.com

Film-film keluaran Marvel seperti Iron Man, Captain America sampai The Avengers, punya alur cerita yang berhubungan satu sama lain. Tokoh-tokohnya pun diceritakan punya keterkaitan yang kuat baik di masa lalu maupun masa kini. Kisah superhero di film keluaran Marvel bakal sukses bikin penonton merasa ikut terbawa dalam plot mereka yang nyambung satu sama lain.

4. Jadwal tayang yang selalu kalah cepat

via dvcinquirer.com

Entah kenapa, DC Comics selalu lebih lambat menayangkan film adaptasinya dibandingkan dengan Marvel. Hal ini mau gak mau bikin DC sering dilabeli sebagai bayang-bayang Marvel di dunia film superhero.

5. Ide Jenius Menyisipkan Adegan Film Selanjutnya di Pembukaan Film

via nme.com

Ini dia nih yang suka bikin gemes, Marvel selalu menyisipkan adegan film lanjutan di awal film mereka yang sedang tayang di bioskop. Ini tentu bikin kita penasaran dan pengen buru-buru nonton kelanjutan cerita dari film yang kita tonton, ‘kan?

Jadi film superhero mana yang jadi favorit kamu? Dan bagaimana pendapat kamu soal komentar Millar? Apa kamu setuju kalau film dari DC masih kurang memuaskan? Ceritakan alasan kamu di kolom komentar, ya!

Komentar:

Komentar