Ini Dia 5 Film Horor Indonesia Terbaik Sepanjang 2018, Mana Favoritmu?

Ada yang serem. ada juga yang lucu.

via Twitter.com

Coba kita amati gambar di atas. Gambar di atas bukan cuma sekadar judul-judul film horor Indonesia yang jenis font-nya mirip kayak nama band metal. Gambar di atas juga merupakan bukti kalau variasi hantu yang dibuat oleh sineas kita sepanjang 2018 itu banyak banget.

Tapi apakah hasil filmnya memuaskan?

Jujur, saya cukup kesulitan menentukan film horor Indonesia terburuk tahun ini. Bila saya menyebut Wahana Rumah Hantu sebagai film horor terburuk, nantinya kasihan dong Arwah Tumbal Nyai, Jaran Goyang, dan Get Lost yang juga sama buruknya.

Maka dari itu, saya lebih baik menentukan kategori terbaik saja. Ini jelas lebih mudah, karena kandidatnya mudah ditebak oleh sebagian besar penonton film Indonesia. Mungkin kamu juga bisa setuju dengan beberapa pilihan di daftar ini?

5. Jaga Pocong

Suster Mila nampaknya menyesal datang ke rumah itu / via Spectrum Film

Di posisi buncit ada film horor karya Hadrah Daeng Ratu. Sebetulnya filmnya nggak bagus-bagus amat sih. Tapi dibanding yang lain, Jaga Pocong lumayan untuk dipakai sebagai bahan menakut-nakuti. Selain itu ada juga faktor Acha Septriasa yang bermain cantik di film ini. Meskipun di pertengahan durasi film, ia cuma teriak “Novi..Novi..Novi”.

Tapi ya, kalau aktor hebat diberi skenario singkat, padat, jelas, dan berulang-ulang saja, ia masih bisa melafalkannya dengan baik dan berbeda intonasi.

4. Kafir: Bersekutu dengan Setan

Pelajaran penting dari film ini adalah jangan pernah merebut laki orang kalau nggak ingin kena karmanya / via Starvision

Kafir: Bersekutu dengan Setan bisa saja mendapat posisi lebih tinggi andaikata nggak ada adegan yang super lebay di akhir film. Adegan itu agak merusak kengerian yang sudah dibangun sejak awal.

Padahal film ini nggak hanya memanfaatkan suara minimalis tapi mencekam guna membangun tingkat keseramannya, ia juga cerdas dalam memakai permainan kamera dan pencahayaan yang keren. Wajar kalau di Festival Film Bandung 2018, Kafir: Bersekutu dengan Setan meraih penghargaan Penata Kamera Terpuji.

Tapi adegan akhirnya itu lho…

3. Kuntilanak

Jangan lagi ah bercermin di depan kaca mistis / via MVP

Kamu boleh banget nggak setuju dengan masuknya Kuntilanak di posisi 3. Pasalnya, banyak penonton yang kecewa setelah nonton film ini. Kebanyakan sih bilang porsi horornya sedikit dan lebih dominan unsur komedinya. Itu memang ada benarnya, saya juga merasa begitu. Rekan saya di Selipan pun berpendapat demikian di ulasannya.

Eittts… tapi itu juga bisa dianggap sebagai kelebihan Kuntilanak yang nggak dimiliki film horor lain tahun ini. Buat saya, Kuntilanak tetap punya potensi buat jadi sajian horor komedi yang nggak murahan, nggak seperti horor di tahun 2008-2012. Terlebih, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang anak-anak.

2. Sebelum Iblis Menjemput

Senang banget melihat mereka ditendang, dibanting, dimasukin lumpur / via Sky Media

Penampilan Chelsea Islan & Pevita Pearce di Sebelum Iblis Menjemput menghadirkan sensasi tersendiri bagi saya. Mereka adalah duet yang nggak bisa didustakan. Selain duet mereka, Sebelum Iblis Menjemput juga turut hadirkan cerita yang mengikat dan mencekam.

1. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur

Nggak hanya menyeramkan, Suzzanna juga tampil romantis / via Soraya Intercine Films

Suzzanna: Bernapas dalam Kubur dan Sebelum Iblis Menjemput adalah dua film horor Indonesia terbaik tahun ini. Sulit untuk memilih mana yang layak ada di posisi pertama. Keduanya punya keunggulan yang sama; mulai dari akting para pemain, sinematografi, dan desain produksi yang serius.

Namun, setelah bertapa ratusan purnama, saya memutuskan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur di posisi teratas. Kenapa? karena materi film ini bersumber dari kearifan lokal Indonesia.

Dengan bergentayangannya Suzzanna di tahun 2018, saya juga punya harapan ke depannya makin banyak sineas yang mengeksplorasi hantu-hantu lokal. Tentu digarapnya harus serius. Saya yakin kiblat film horor itu bukan hanya James Wan, Indonesia juga punya kiblat yang bisa dijadikan rujukan.

Lagipula, lebih seram mana sih hantu asli Indonesia dan makhluk supranatural khas negeri Barat? Bagi saya, Wewe Gombel atau Kuntilanak jauh lebih seram dibanding zombie, Dracula, atau suster The Nun sekalipun. Iya, nggak?

- Advertisement -
8 Shares

Komentar:

Komentar