Gundala Dapat Ekspektasi Tinggi, Semoga Bisa Jadi Film Superhero Indonesia Pertama yang Sukses

Kabulkan doaku, ya Tuhan

:

Tanggal 29 Agustus 2019 jadi hari besar buat para pencinta komik dan pahlawan super Indonesia nih. Soalnya itu adalah tanggal ketika Gundala mulai menginvasi layar lebar di Indonesia.

Sebetulnya ini bukan kali pertama superhero ciptaan mendiang Harya Suraminata tersebut diadaptasi ke layar lebar. Sebelumnya pun udah pernah ada film Gundala Putra Petir yang rilis tahun 1981.

Mas Gundala kolornya seksi iih/Cancer Mas Studio

Tapi karena di zaman sekarang popularitas film bertema superhero lagi naik-naiknya, memang udah waktunya Indonesia punya superhero sendiri. Kita nggak bisa mengandalkan Spider-Man. Selain rumahnya jauh di New York, doi juga lagi diperebutkan sama Sony dan Disney. Pasti sibuk banget tuh.

Hmm, bicara soal film superhero, saya jadi teringat dua film yang pernah rilis sebelumnya: Valentine (2017) dan Garuda Superhero (2015). Tapi patut disayangkan, dua film itu dapat tanggapan negatif dari publik. Segalanya memang berjalan buruk untuk keduanya. Dari mulai sisi cerita, kostum, efek CGI, semuanya mengecewakan!

Seperti air yang mengalir, kekecewaan itu pun akhirnya berujung pada pertanyaan: apa Indonesia bisa menghasilkan film superhero yang berkualitas?

Sejujurnya, saya juga bisa mengerti kenapa dua film tersebut bisa berakhir gagal total. Mungkin mereka terbentur biaya produksi yang kurang memadai. Mungkin juga ada pengaruh dari film-film superhero asal Hollywood. Kita jadi mematok standar tinggi buat film superhero lokal.

Meskipun begitu, kegagalan dua film tersebut nggak lantas bikin saya berhenti bermimpi dan berharap, kalau suatu hari nanti kita juga punya film superhero yang bisa dibanggakan. Dan saya cukup yakin harapan saya itu bakal dipenuhi oleh Gundala. Karena bila dibandingkan dengan Garuda Superhero dan Valentine, Gundala punya…


Desain kostum yang superhero banget, tapi masih terkesan realistis

Saya dibuat terkagum-kagum dengan desain kostum Gundala saat pertama kali melihatnya. Desainnya simpel tapi cocok dipakai untuk beraksi. Kalau dilihat dari teksturnya, selintas kostum tersebut seperti terbuat dari bahan kevlar, bahan yang biasa digunakan untuk membuat rompi anti peluru. Sebagai pahlawan super yang memiliki tugas untuk melawan para penjahat, pilihan kostum seperti itu pasti akan membantu Gundala untuk menghindari serangan musuh yang menggunakan senjata berbahaya untuk menghentikan aksinya. Bisa dibilang, kostumnya sudah semacam kayak armor kali ya.

Walaupun kostum Gundala yang sekarang terlihat sangat modern dan lebih realistis, ciri khas sayap di bagian helmnya masih ada kok. Untung kolor merah yang dipakai di luar celana nggak ada lagi di kostum yang sekarang.

Bumilangit Studios

Sedikit fakta menarik tentang kostum Gundala, ternyata kostumnya itu diproduksi oleh vendor pakaian yang berlokasi di Los Angeles, Amerika Serikat. Yang bikin kerennya, vendor tersebut  pernah menggarap kostum untuk film Daredevil dan Watchmen.

Memang sih, kostum yang bagus nggak akan berarti apa pun kalau filmnya jelek. Tapi seenggaknya, kostum Gundala lebih keren dari segi penampilannya dibanding Valentine…

Uluhhh ungu banget sisss / via Stro World

… dan Garuda Superhero.

Lho ini kan Bet… / via Putaar Films

Selain kostum, faktor lain yang bikin saya optimis sama Gundala adalah…

Ambisi dari Jagat Sinema Bumilangit

Nah, ini yang bikin saya makin bersemangat terhadap kehadiran film Gundala. Gundala bakalan jadi film pertama dan gerbang pembuka dari rangkaian proyek Jagat Sinema Bumilangit. Dengan kata lain, Jagat Sinema Bumilangit bakal jadi cinematic universe untuk film-film superhero asal Indonesia.

Bumilangit Studios

Proyek Jagat Sinema Bumilangit ini bisa terbilang ambisius lho. Soalnya proyek ini bakal membawahi banyak nama superhero Indonesia yang sosoknya akan difilmkan. Selain Gundala, ada banyak sosok pahlawan super Indonesia yang di kancah perkomikan sejak beberapa dekade tahun lalu. Contohnya seperti Godam, Sri Asih, Aquanus, dan Si Buta Dari Gua Hantu.

Kalau dihitung-hitung, Bumilangit sendiri memiliki sekitar 20 lebih karakter komik nusantara di asetnya. Jadi kamu udah terbayang seberapa krusialnya Gundala? Jika Gundala sampai gagal total, otomatis antusiasme publik untuk film-film Jagat Sinema Bumilangit selanjutnya bakal berkurang. Beban yang lumayan berat terletak di pundak Gundala, dan saya yakin sineas yang membuatnya berusaha sekuatnya untuk memastikan kualitas dari Gundala.

Marvel udah pernah membuktikan betapa krusialnya film pertama dari sebuah cinematic universe lewat kesuksesan Iron Man di tahun 2008.

Keterlibatan Joko Anwar

via twitter.com/

Harus diakui, Joko Anwar memang sutradara yang udah teruji kemampuannya di film drama, horor, dan thriller. Lalu bagaimana kalau dia menggarap film bergenre superhero?

Setelah lihat trailer Gundala, saya bisa merasakan sentuhan Joko Anwar. Mulai dari tata sinematografi sampai ke pilihan dialognya khas arahan Joko Anwar. Mungkin juga karena sentuhan Joko Anwar, Gundala bakalan jadi film yang berbeda dibandingkan film-film superhero khas Marvel seperti Captain America atau Iron Man. Gundala bakalan jadi film superhero unik dan punya ciri khas. Bayangkan Guardians of the Galaxy, film itu punya ciri khas lewat banyolan-banyolannya yang konyol dan cerdas ‘kan? Ia berbeda banget dari mayoritas film superhero.

Ditambah lagi, dari keterangan Abimana Aryasatya  (pemeran Gundala) pada Detik, Joko Anwar menyesuaikan setting filmnya untuk lebih relevan dengan masa sekarang.

Gimana kalau kamu, siap buat nonton Gundala? Apa kamu punya harapan yang besar juga sama film satu ini?

Komentar:

Komentar