Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald, Sebuah Film yang Kebingungan dalam Berkisah

Ada apa denganmu, J. K. Rowling?

The Crimes of Grindelwald, suatu sub judul yang terdengar garang. Membaca sub judul tersebut, mungkin banyak juga dari kamu yang penasaran melihat sepak terjang Grindelwald (Johnny Depp) dalam usahanya membuat keributan di dunia sihir, keributan yang terjadi jauh sebelum Lord Voldemort bikin rusuh.

Tapi sepertinya kamu harus menelan kekecewaan. Meski nama Grindelwald ditulis dalam judul, The Crimes of Grindelwald sendiri malah lebih banyak menceritakan tentang karakter lain. Sayangnya, kebingungan yang terlihat pada judul itu turut berimbas pada hampir keseluruhan aspek di film ini; cerita yang dangkal, karakter yang terlihat dibuat setengah jadi, dan detail-detail yang sebenarnya nggak perlu dimunculkan.

Menempatkan nama Grindelwald dalam judul, tapi lebih banyak menceritakan Newt dan Credence

Grindelwald yang diperankan Johnny Depp/via usatoday.com

Sosok Grindelwald sebenarnya langsung mendapat sorotan yang cukup intens di bagian pembuka film. Lewat adegan kejar-kejaran yang fantastis, kita seperti dijanjikan untuk terus dipacu dengan adegan-adegan intens lain yang melibatkan sosok Grindelwald ke depannya. Tapi ternyata itu hanya sekadar harapan muluk saya.

Setelah itu film malah balik lagi memusatkan cerita pada Newt Scamander (Eddie Redmayne), yang sejatinya adalah tokoh utama sejak film pertamanya dirilis tahun 2016. Alih-alih menyuguhkan aksi kejahatan Grindelwald seperti judulnya, film ini malah memberikan kita kisah romansa yang belum tentu dipedulikan oleh penonton. Coba, apa kamu peduli sama hubungan antara Newt dengan Tina (Katherine Waterston), serta Queenie (Alison Sudol) dengan Jacob (Dan Fogler)?

Seolah belum cukup, penonton juga disisipi kisah cinta segitiga antara Newt-Leta (Zoë Kravitz)-Theseus (Callum Turner). Ini perang dunia sihir apa perang perasaan antar karakter sih?

Credence malah kembali mendapat sorotan dalam The Crimes of Grindelwald/via ew.com

Ya, Grindelwald yang digadang-gadang muncul sebagai karakter utama malah berakhir macam tempelan belaka. Plot akhirnya lebih berkutat di sekitar Newt dan Credence (Ezra Miller), karakter yang sempat mencuri perhatian di film pertama Fantastic Beast.

Bagaimana dengan kejahatan Grindelwald yang dimaksud dalam judul? Kejahatan Grindelwald malah jadi semacam aksi di bagian pembuka dan penutup film saja.

Jadi, kayaknya bakal lebih baik jika nama Grindelwald dihapus dari judul film ini. Saya terpikir, kenapa bukan Credence saja yang ditulis di judul? Toh, di penghujung durasi film ada kejutan besar yang melibatkan Credence lho.

Tiga hal penting yang disajikan kurang mendalam: Nagini, Nicolas Flamel, dan Deathly Hallows

Sesuai judul utamanya, Fantastic Beasts, film ini masih tetap menghadirkan makhluk-makhluk dunia sihir yang menakjubkan. Nifflers dan Bowtruckles yang sudah sempat muncul di film pertama kembali dihadirkan, meningat sosok mereka memang bisa dibilang cukup ikonik.

Dan jangan lupakan juga visualnya yang memanjakan mata. Sebagai tambahan terbaru, di film ini kamu bisa melihat penampakan Kelpie, makhluk berbentuk kuda yang hidup di air; kucing penjaga Kementrian Prancis bernama Matagot; hingga kucing raksasa bernama Zouwu. Fawkes si burung phoenix bahkan ikut kebagian porsi nongol.

Zouwu si kucing raksasa/via horrorbuzz.com

Tapi dari semua makhluk tersebut, nggak bisa dipungkiri kalau perhatian utama dalam The Crimes of Grindelwald terletak pada Nagini (Claudia Kim), sosok yang sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu.

Dengan kehadiran Nagini yang sudah banyak penonton tahu merupakan ular peliharaan Voldemort, awalnya saya mengira bakal ada sedikit petunjuk atau cerita yang mengarahkan bagaimana Nagini bisa bergabung dengan penyihir berhidung pesek tersebut.

Tapi dengan banyaknya karakter yang muncul dalam film, Nagini malah terasa terlalu dini untuk dihadirkan. Ia hanya digambarkan sebagai teman dari Credence yang bergabung di sebuah sirkus. Saya pun jadi skeptis kalau keberadaan Nagini dalam The Crimes of Grindelwald nggak lebih dari sekadar trik promosi semata.

Karena, ya balik lagi, film ini lebih berkutat pada Newt dan Credence.

Nagini yang masih berwujud manusia (cantik)/via polygon.com

Bukan cuma Nagini saja yang keberadaannya dirasa nggak perlu. Nicolas Flamel (Brontis Jodorowsky) pun terasa dipaksakan untuk hadir. Seperti yang sudah diketahui, Flamel adalah pencipta batu bertuah yang bisa membuat pemiliknya hidup abadi. Batu bertuah itu sendiri merupakan satu dari tiga Deathly Hallows selain tongkat Elder Wand dan jubah tak terlihat.

Tapi kenyataannya, di sepanjang durasi film hanya tongkat Elder Wand (masih dipegang oleh Grindelwald) yang ditampilkan. Cukup disayangkan mengingat poster film ini menampilkan lambang Deathly Hallows dengan gamblang. Udah dikecewakan sama Nagini, eh tertipu dengan iming-iming Deathly Hallows juga.

Ngomong-ngomong masalah tertipu, ada beberapa adegan dalam trailer versi Comic Con yang nggak dimunculkan lho. Salah satunya adegan deluminator. Buat kamu yang lupa, deluminator adalah alat ciptaan Dumbledore berbentuk seperti korek api yang bisa menyimpan cahaya lampu.

Adegan deluminator yang tak ada di dalam film/via youtube.com

Jalinan cerita dalam Fantastic Beasts sejatinya memang sebuah prekuel dari saga Harry Potter yang dihadirkan untuk memperluas cerita. Siapa sih yang rela  dunia magis Harry Potter berakhir begitu saja di layar perak? The Crimes of Grindelwald bahkan memberikan sentuhan nostalgia dengan menampilkan adegan di dalam Hogwarts, lengkap dengan Albus Dumbledore muda (Jude Law) yang masih menjabat sebagai seorang guru.

Pun demikian, The Crimes of Grindelwald nggak memberikan begitu banyak hal baru untuk bisa disajikan kepada penontonnya. Sedari awal Fantastic Beasts and Where to Find Them diadaptasi, ceritanya saja sudah melenceng dan sekadar meminjam judul. Ia nggak mutlak menceritakan Newt dalam usahanya mencari makhluk magis semata.

Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald terkesan hanya semacam usaha ekstensi franchise yang sengaja diulur demi terciptanya bagian trilogi. Atau mungkin benar-benar disiapkan menjadi lima rangkaian film seperti yang J. K. Rowling bilang dalam  wawancara di tahun 2016? Kita tunggu saja.

Komentar:

Komentar