Menyoal Eksploitasi Aktris Sinetron di Pusaran Film Horor Indonesia

Yang penting bisa jerit dan teriak

Tahun 2017 kemarin merupakan salah satu masa di mana film horor Indonesia berjaya. Bayangkan, dari 10 film terlaris 2017, lima di antaranya masuk dalam kategori horor! Judul-judul seperti Pengabdi Setan (4.206.103 penonton), Danur: I Can See Ghost (2.736.157 penonton), Jailangkung (2.550.271 penonton), Mata Batin (1.282.557 penonton) dan The Doll 2 (1.226.864 penonton) bisa kamu temukan berada dalam daftar. Dan dari 5 film ini saja, penonton film horor indonesia mencapai angka lebih dari 10 juta.

Kesuksesan ini sendiri diawali oleh Danur: I Can See Ghost, yang tayang pada Maret 2017. Film tersebut sukses menuai jumlah penonton yang sebelumnya mungkin tak diprediksi banyak pengamat film. Tapi dari kelima film tersebut, saya memerhatikan beberapa hal yang kerap dijadikan standar/formula oleh film horor. Di antaranya:

Menggaet artis sinetron dengan fans/follower yang banyak
Danur: I Can See Ghost sudah membuktikannya. Memasang Prilly Latuconsina sebagai pemeran utama terbukti mengundang jutaan penonton untuk menyaksikan aksinya yang bisa ngobrol dengan hantu bule.

Remake film horor lawas dengan kualitas mumpuni
Bisa dibilang, Pengabdi Setan (September 2017) adalah film horor dalam negeri yang paling sukses di tahun 2017. Selain berada di urutan pertama film terlaris, kiprahnya pun mendapat banyak pujian. Festival Film Indonesia (FFI) 2017 bahkan menganugerahi Pengabdi Setan dengan 7 piala citra. Meski gagal dapat kategori Film Terbaik, tapi Pengabdi Setan meraih piala citra terbanyak di ajang tersebut.

Membuat Universe
Jika kita merujuk ke film horor luar, istilah universe pasti sering kamu dengar. Salah satu yang paling terkenal contohnya The Conjuring Universe. Sedangkan di Indonesia? Film horor produksi Hitmakers sepertinya punya potensi membentuk universe. Dari lima film di atas, Mata Batin dan The Doll 2 termasuk film produksi mereka.

Lalu formula manakah yang banyak digunakan oleh film horor dalam setahun terakhir?

Film horor yang melakukan parade hantu hampir setiap minggu di bioskop, sebagian besarnya mengandung 3 formula di atas. Namun di artikel ini, saya cuma membahas poin nomor 1, yakni artis sinetron yang jadi pemeran utama film horor dengan harapan sukses seperti Danur.

Editor’s Pick

Siapa sajakah artis sinetron yang dipaksa menjerit ketakutan di film horor belakangan ini?

1. Celine EvangelistaRuqyah: The Exorcism (Oktober 2017)

Siapa yang tak kenal salah satu sosok antagonis dalam sinetron Putri yang Ditukar ini? Dalam Ruqyah: The Exorcism, Celine berperan sebagai artis yang diganggu (sekaligus dirasuki) makhluk halus. Dan ya, hampir sepanjang film, istri dari pemain sinetron Stefan William ini berakting kerasukan.

Seperti inilah raut muka Celine Evangelista di hampir sepanjang durasi film/via lazone.id

Atas aksinya yang penuh dedikasi tersebut, rasanya layak jika Celine mendapat penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik. Mengingat Dian Sastrowardoyo pun belum tentu bisa berakting kerasukan sepanjang durasi film.

2. Nikita WillyGasing Tengkorak (November 2017), Alas Pati (Mei 2018)

Jika Celine Evangelista berperan sebagai antagonis dalam Putri yang Ditukar, peran karakter teraniaya jatuh pada Nikita Willy. Tak salah jika Nikita dijuluki ratu sinetron pada masanya, mengingat banyak sinetron dengan rating tinggi menjadikannya pemeran utama.

Kepopuleran Nikita pun akhirnya mengantarkan dia untuk berperan di Gasing Tengkorak dan Alas Pati. Aktingnya? Kayaknya produser film hanya kepengin Nikita teriak dan menjerit di film itu.

Tuh kan, nangis ketakutan/via youtube.com

Cukup disayangkan sih. Padahal potensi Nikita untuk memberikan akting terbaiknya dalam Gasing Tengkorak terbuka lebar. Karakter yang dibangun untuknya memungkinkan dia buat mengeskplorasi.

Tapi apa daya, sepertinya eksploitasi lebih menarik daripada eksplorasi.

3. Irish BellaKembang Kantil (April 2018)

Selain Nikita Willy, aktris yang cenderung hobi menangis di sinetron adalah Irish Bella. Entah berapa meter kubik air mata yang dikeluarkannya untuk sinetron-sinetron seperti Anugerah Cinta, Berkah Cinta, dan Rahmat Cinta. Dan entah kenapa semua sinetron itu mengandung kata ‘cinta’ di judulnya. Awalnya saya curiga, mungkin tangisannya itu yang membawa Irish Bella membintangi film horor Kembang Kantil.

Tapi dugaan saya salah. Kejadian yang sama terulang kembali, film horor tak butuh tangisan dari Irish Bella. Yang dibutuhkan tetaplah teriakan dan jeritan, lalu lari ketakutan tanpa arah.

Ini juga serupa kan? / via youtube.com

4. Amanda ManopoSajen (Mei 2018)

Detik-detik Amanda Manopo sebelum jadi hantu/via youtube.com

Di antara tiga aktris yang saya sebutkan di atas, Amanda Manopo memang terhitung pendatang baru di dunia sinetron. Perannya di sinetron Mermaid in Love seketika melambungkan namanya di kancah industri pertelevisian nasional. Setelah itu tak perlu menunggu lama bagi rumah produksi Starvision untuk menggaet Amanda sebagai salah satu pemeran di film Sajen. Tak tanggung-tanggung, Starvision pun mengajak rekan duetnya di Mermaid in Love.

Yah, kayaknya kita sedang menyaksikan lahirnya Amanda Manopo – Angga Aldi Yunanda sebagai pasangan baru di dunia sinetron. Barangkali mirip-mirip Dude Harlino – Nasyilla Mirdad atau Teuku Wisnu – Shireen Sungkar dulu.

Apakah teriakan dan tangisan mereka berhasil membawa penonton ketakutan?

Tak sesukses Danur yang berhasil meraih jutaan penonton, film-film tersebut hanya berhasil meraup penonton di angka ratusan ribu. Namun patut diingat, angka ratusan ribu tergolong fantastis untuk film Indonesia saat ini, terutama film yang berangkat dari genre horor.

Jika diamati, laju gerak jumlah penonton film horor memang terasa begitu mudah didapat dibanding genre lainnya. Bahkan selain 5 film di atas, lumayan banyak film horor lainnya yang sukses menembus angka ratusan ribu penonton. Contohnya Rasuk, Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati, dan The Secret: Suster Ngesot Urband Legend.

Apakah formula menggandeng aktris sinetron ini masih akan terus berlanjut? Nampaknya formula ini masih akan terus berlanjut, menimbang beberapa judul film sudah siap menggunakan jeritan para pemain sinetron lainnya. Kita masih akan disuguhi teriakan Amanda Manopo dalam Bisikan Iblis, jeritan Citra Kirana dalam Asih, hingga pekikan Olla Ramlan dalam Sakral. Uh… mantap!

Ya mungkin begitulah cara casting pemain untuk kebanyakan film horor dewasa ini. Pertama jumlah followers banyak, lalu harus mau teriak dan menjerit. Mudah, ‘kan?

- Advertisement -
Shares 10

Komentar:

Komentar