Durasi Tiga Jam dan Tewasnya Tokoh Sentral di Avengers: Endgame Itu Wajib, Bukan Sunah

Tiga jam itu kira-kira sama dengan tiga kali paket pijat

Demam Avengers Endgame tengah melanda hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, Zimbabwe, dan Turkmenistan. Bioskop-bioskop di tanah air sampai menambahkan jadwal tayang jam lima subuh buat mengantisipasi hype dari Endgame.

Saya pun nggak mau ketinggalan, apalagi setelah membaca ulasan-ulasan yang bilang film ini epik banget. Maka tepat pada tanggal 24 April 2019, hari Rabu Wage, saya meluncur ke bioskop terdekat ditemani kolega saya yang rupawan, sebut saja namanya Kajool. Dan benar saja kata-kata dari para reviewer di internet, film ini keren! Saya bahkan sukarela menahan kencing selama hampir tiga jam. Saya nggak mau melewatkan satu adegan pun.

Ini yang terjadi setelah tiga jam nonton Endgame/via me.me

Beres menikmati filmnya, saya bisa menyimpulkan kalau Avengers Endgame adalah sebuah penutup yang komplet buat perjalanan satu dekade Marvel Cinematic Universe. Fan mendapatkan semua yang diharapkan: Nostalgia, momen haru, dan pertarungan terakhir yang keren, semuanya berhasil disuguhkan dengan baik.

Hebat nih Marvel Studios, mereka berhasil menunaikan tugas berat buat menyajikan cerita yang bisa memuaskan ekspektasi banyak penggemar. Padahal sebelum filmnya dirilis aja udah banyak banget tuh teori dan pertanyaan yang bermunculan di internet (sampai-sampai bikin saya pusing).

Dua di antaranya yang sering saya dengar adalah,

1. Apa bakalan ada yang mati di Endgame? Dan pertanyaan yang jauh lebih penting…

2. Memangnya harus banget ya durasinya tiga jam? Nggak kelamaan tuh?

Bagi penonton setia film superhero Marvel, tentunya bakalan melegakan dan membahagiakan kalau semua superhero kesayangan ini bisa selamat. Namun di sisi lain kalau semuanya selamat sehat sentausa, film ini bakal terasa too good to be true seperti cerita Disney yang khas dengan alur cerita live happily ever after.

Saya pikir dengan perang besar melawan Thanos, memang harus ada yang mati dari kubu para pahlawan. Yah seenggaknya satu orang harus mati lah. Karena untuk memenangkan sesuatu yang besar, harus ada yang berkorban.

via syfy.com

Dan bukankah itu arti dari pahlawan sejati? Rela mengorbankan dirinya demi orang lain? Kematian karakter penting akan membuat cerita menjadi lebih realistis dan lebih berkesan. Maka dari itu, tewasnya karakter sentral di Endgame adalah sebuah kewajiban, bukan sunnah.

Ihwal siapa yang harus mati (Iron Man-kah? Captain America-kah? Thor-kah? Atau bahkan, mbak-mbak figuran yang lari-lari pas pesawat anak buah Thanos datang ke Bumi?), saya nggak begitu peduli. Itu perkara nomor dua. Yang penting, harus ada korban. Titik.

Durasi tiga jam yang setara dengan dua film

Lanjut ke pertanyaan tentang durasinya yang menurut hemat saya sepadan banget sama hasilnya; nggak kelamaan tapi nggak kerasa kurang juga. Bayangin aja, begitu banyak superhero yang punya jatah tampil di layar. Belum lagi adegan laganya yang sangat epik nggak bisa selesai hanya dalam waktu satu menit doang.

Mungkin ada orang di luar sana yang berpikiran harusnya Endgame menyajikan cerita yang memang diperlukan aja, nggak harus ngasih semua yang fan mau. Saya akui memang ada beberapa hal kecil yang terasa dipaksa dimasukkan dan bisa dipotong. Tapi buat saya, itu terasa kayak hiburan tambahan yang nggak membuat ceritanya jadi jelek. Lebih baik tahan kencing lebih lama buat hiburan tambahan daripada dikurang-kurangin durasinya. Lagian ini ‘kan akhir dari cerita Marvel satu dekade, terasa sangat layak kalau banyak hal yang dimunculkan buat memuaskan fans.

Selain hal yang udah dijelaskan di atas, hal yang bikin durasi Endgame lama banget adalah kerangka ceritanya itu sendiri. Kalau diperhatikan, film ini terdiri dari tiga babak.

via gamespot.com/Walt Disney Studios Motion Picture

Babak pertama adalah cerita tentang rasa kehilangan yang dirasakan tokoh-tokoh yang selamat dari jentikan jari Thanos dan bagaimana mereka berusaha tabah buat move on. Babak kedua semacam cerita pencurian yang nggak bisa saya banyak ceritakan karena takutnya jadi spoilers. Babak ketiganya adalah perang penentuan terakhir yang dinanti-nanti penonton. Ketiga babak ini masing-masing durasinya kurang lebih satu jam. Itulah alasannya kenapa filmnya sampai tiga jam. Ketiga babak ini wajib ada dalam film ini.

Yah mungkin babak pertama filmnya yang menceritakan keadaan berkabung itu bisa dianggap nggak penting-penting amat. “Kenapa nggak langsung move on aja sih ke bagian aksinya?” Tapi buat saya, babak pertamanya penting banget buat membangun suasana. Babak ini memperlihatkan dampak dari kemenangan Thanos. Betapa gelapnya dunia setelah setengah populasi manusia dilenyapkan begitu saja dengan satu jentikan jari. Perjuangan semua Avengers buat mengalahkan Thanos menjadi semakin terasa penting dengan adanya babak ini.

Durasi tiga jam? Nggak masalah kalau filmnya memang sekeren Avengers: Endgame.

11 Shares

Komentar:

Komentar