Diangkat dari Sinetron Legendaris, Keluarga Cemara Siap Ajak Kamu Nostalgia di Awal 2019

Harta yang paling berharga adalah...

“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah… keluarga.”

Kalau kamu nggak bisa nahan hasrat untuk menyanyikan kalimat di atas, tos dulu ah, berarti kita seumuran! Ya, kalimat tersebut adalah bagian dari lagu tema sinetron legendaris Indonesia, Keluarga Cemara. Sinetron yang ditayangkan tahun 90-an ini memang salah satu sinetron legendaris karena sampai sekarang selalu dicintai dan dirindukan penikmat acara TV.

Dan kerinduan kita pun akan segera terobati. Pasalnya, Keluarga Cemara bakal hadir di layar lebar dalam waktu dekat ini. Penasaran? Yuk simak dulu hal-hal menarik dari film Keluarga Cemara berikut ini.

via Visinema ID

1. Berawal dari keresahan seorang ibu

Produser Keluarga Cemara adalah dua orang ibu: Anggia Kharisma dan Gina S. Noer. Sebagai seorang ibu, ada keinginan dari keduanya untuk membuat sebuah film yang merepresentasikan mereka dan keluarga.

Dua wanita yang di tengah adalah produsernya yang juga seorang ibu, Anggia Kharisma dan Gina S.Noer /Selipan/Raja Lubis

Menurut Anggia sendiri, tema tentang keluarga masih jarang disentuh sineas Indonesia. Oleh karenanya, ia ingin mempersembahkan karya terbarunya sebagai tontonan yang bisa dinikmati berbarengan oleh satu keluarga. Niatan tersebut disertai dengan harapan mereka yang menonton dapat membawa pelajaran dari apa yang disajikan film.

Dari keinginan inilah, akhirnya tercetus ide untuk membawa Keluarga Cemara ke layar lebar. Diakui Anggia, bukan hal mudah untuk mendapat restu dari Mas Wendo (Arswendo Atmowiloto) selaku produser sinetron Keluarga Cemara. Banyak rumah produksi yang menawarkan ke Mas Wendo untuk membuat versi layar lebar Keluarga Cemara.

Namun akhirnya, Mas Wendo menemui kecocokan dengan Visinema Pictures (rumah produksi Anggia Kharisma) dari hal visi dan misi tentang keluarga itu sendiri.

2. Tak bicara tentang apa yang ideal, tapi tentang proses

Visi dan misi yang ditawarkan Visinema yang menjadi daya tarik bagi Mas Wendo tidaklah terletak pada penggambaran keluarga yang ideal. Anggia menawarkan Keluarga Cemara yang berisi tentang proses-proses rumah tangga yang seringkali terjadi di kehidupan nyata. Semisal bagaimana reaksi ibu ketika pertama kali melahirkan, atau bagaimana reaksi orangtua melihat anaknya bisa berjalan. Hal semacam itu pasti terjadi di kehidupan keluarga mana pun, tanpa memandang latar belakang strata sosial, ekonomi atau pendidikan, tambah Gina S. Noer.

Visi yang ditawarkan ini juga berpengaruh terhadap pemilihan aktor. Anggia menginginkan nantinya film ini bisa menyentuh kehidupan keluarga di masa sekarang tanpa melupakan nilai-nilai kehidupan yang ada di karya sebelumnya. Jadi, aktor yang dipilih harus bisa merepresentasikan sosok keluarga yang membumi dan manusiawi.

Widuri Sasono yang berperan sebagai Ara, menyanyikan lagu tema Keluarga Cemara yang melegenda/Selipan/Raja Lubis

3. Dipilihlah Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir

Official Teaser Poster Keluarga Cemara, ekslusif di Ideafest 2018/Selipan/Raja Lubis

Berangkat dari visi yang diinginkan tersebut, produser mulai mencari sosok Abah. Dari serangkaian proses casting, akhirnya terpilihlah Ringgo Agus Rahman untuk berperan sebagai Abah. Sementara pilihan untuk memerankan Emak jatuh pada Nirina Zubir.

Mendapat duet maut yang terkenal dalam menangani komedi romantis dan drama keluarga tak lantas membuat Anggia bersenang hati. Ia juga masih harus mendapatkan pemeran karakter anak-anak (Euis dan Ara) yang bisa membuat penonton percaya kalau mereka adalah anak dari Ringgo dan Nirina. Minimal mereka harus punya kemiripan secara perawakan, karena untuk menghadirkan ikatan yang kuat antar anggota keluarga tentu peran sutradara lebih penting.

Sekali lagi, setelah melalui proses, terpilihlah Zahra JKT48 sebagai Euis, dan Widuri Sasono sebagai Ara. Sebuah komposisi yang menarik, mengingat keduanya adalah pendatang baru di dunia perfilman.

4. Diserahkan pada sutradara baru (yang) belum berkeluarga

Apakah ada hubungannya antara suatu karya dengan si pembuatnya? Kalau kita bicara unsur ekstrinsik, latar belakang si pembuat tentu akan mempengaruhi karyanya. Bayangkan saja Monty Tiwa yang terbiasa membuat film tentang dunia keluarga, suatu waktu harus membuat film tentang dunia remaja. Diakui oleh Monty Tiwa dalam sebuah kesempatan, membuat film remaja adalah tantangan tersendiri untuk kariernya sebagai sutradara.

Hal senada pun ada pada Keluarga Cemara. Penyutradaraan film ini diserahkan pada sutradara muda yang bahkan belum berkeluarga. Di Ideafest yang diselenggarakan tanggal 26-27 Oktober 2018, ada pertanyaan menggelitik yang dikemukakan moderator pada sang sutradara.

“Bagaimana bisa seseorang yang belum berkeluarga membuat film tentang keluarga?” tanyanya.

Yandy Laurens (kanan), sutradara muda yang dipercaya menangani Keluarga Cemara/Selipan/Raja Lubis

Baiklah, mari kita berkenalan dengan Yandy Laurens yang dipercaya menjadi sutradara Keluarga Cemara. Di ranah layar lebar, mungkin ia bisa dibilang pendatang baru karena Keluarga Cemara adalah film perdananya. Tapi sebagai sutradara, Yandy sudah berkali-kali menyutradarai film pendek. Salah satu filmnya berjudul Wan An, memenangkan tiga penghargaan di XXI Short Film Festival 2013.

Berdasarkan keterangan Yandy, karya-karyanya memang lebih banyak bicara tentang keluarga. Hal unik lain dari Yandy adalah ia suka sekali mengikuti seminar-seminar parenting. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu alasan penyutradaraan Keluarga Cemara diserahkan padanya.

“Tapi sekarang Yandy sudah berkeluarga, gara-gara Keluarga Cemara,” seloroh Anggia yang disambut tawa oleh peserta Ideafest 2018.

Kru dan pemain Keluarga Cemara, berfoto bersama seusai acara Ideatalks/Selipan/Raja Lubis

5. Siap tayang pada 3 Januari 2019

Saat ini Keluarga Cemara sudah menyelesaikan seluruh proses produksinya. Dan untuk pertama kalinya di Ideafest 2018, Keluarga Cemara memperlihatkan official teaser trailer dan official teaser poster yang akan dirilis untuk publik awal November ini.  Wah, makin penasaran ‘kan? Sambil nunggu info selanjutnya yuk kita nyanyi bareng dulu.

Keluarga Cemara pun sudah mengumumkan tanggal tayangnya lho. Siap-siap saja tandai tanggal 3 Januari 2019 untuk nonton film ini.

27 Shares

Komentar:

Komentar