15 Anime Romance Terbaik yang Punya Pesan Bagus soal Hubungan Asmara

Asmara... Anjas Asmara?

:

Di malam yang dingin dan sepi, sambil sesekali terdengar suara “tek, tek, tek” pertanda tukang nasi goreng lewat, paling enak ngapain ya? Well, sebagian orang memilih untuk beli nasi goreng hangat, namun ada pula yang mencoba menghangatkan suasana dengan nonton film atau serial drama romantis.

Itu makanya kamu buka artikel ini ‘kan, buat nyari rekomendasi anime romance terbaik yang bisa kamu tonton pas lagi gabut!? Haaah, ngaku deh!

Kami juga jadi pengin mengaku nih. Kami di Selipan nggak terlalu suka dengan anime romance atau harem. Tapi tentu saja, ada beberapa anime yang masuk daftar pengecualian. Anime romance yang kami rekomendasikan harus punya pesan mendalam dan asyik buat ditonton, bukan anime yang asal menyajikan kisah cinta-cintaan tapi hampa makna. Anime seperti itulah yang akan kamu temukan di bawah ini.

1. Koe no Katachi (A Silent Voice)

Kyoto Animation

Karma itu bukan konsep yang dipercaya semua orang. Tapi buat Shouya Ishida, mau nggak mau ia harus percaya sama karma.

Saat masih SD, Shouya sering banget melampiaskan rasa bosannya dengan merisak (bully) seorang murid pindahan di sekolahnya, Shouya Nishimiya. Yang lebih parahnya, Nishimiya itu nggak bisa mendengar dan berbicara alias tuna rungu dan tuna wicara. Perisakan yang dilakukan Shouya pun agak keterlaluan buat dilakukan bocah SD. Satu waktu ia sampai tega mencopot alat bantu dengar milik Nishimiya, lalu melemparkannya ke kolam.

Karma pun akhirnya mendatangi Shouya. Saat ibunya Nishimiya mendengar perisakan yang dialami putrinya, semua siswa di kelas menyalahkan Shouya. Situasi pun berbalik, si perisak akhirnya dirisak oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Shouya bahkan harus rela untuk terus jadi korban perisakan sampai ia SMA.

Topik yang diangkat oleh A Silent Voice memang tergolong sensitif, yakni tentang perisakan dan penderitaan mental yang dialami korbannya. Tapi justru di situlah letak keistimewaan dari anime ini: ia tak segan mengungkit topik yang sensitif tersebut, lalu membungkusnya dengan cerita romansa yang unik tapi sangat menyentuh hati.


Apa jadinya jika mantan pelaku perisakan jatuh cinta pada korbannya? Mungkin benar kata pepatah yang mengatakan, “Jangan pernah bilang kamu membenci seseorang, karena orang yang kamu benci itu bisa jadi jodoh kamu suatu hari nanti.” Jika tidak, bersiaplah untuk melakukan penebusan dosa.

2. Ore Monogatari!! (My Love Story!!)

Penampilan Takeo Geouda nggak seperti siswa SMA pada umumnya. Perawakannya tinggi besar, ditambah tampang yang mungkin bisa bikin preman pasar sekalipun bergidik ngeri. Ya, ia lebih mirip atlet Smackdown ketimbang pelajar. Dan Takeo pun sadar kalau dirinya nggak mungkin dikejar-kejar cewek seperti sahabatnya yang super duper ganteng, Sunakawa Makoto.

Tapi yang nggak banyak orang tahu, di balik penampilannya yang mirip Big Show, Takeo merupakan bocah lugu dan baik hati. Bahkan ia gampang banget dibikin terharu. Nih buktinya:

Madhouse

Dan kelembutan hati Takeo bukan isapan jempol belaka. Itu terbukti ketika ia menolong gadis kawaii yang digoda berandalan. Nggak disangka, perbuatan mulia Takeo bahkan sanggup membikin gadis bernama Rinko Yamato itu jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dari kejadian itulah kisah komedi romantis Ore Monogatari!! dimulai. Setiap karakternya bergerak mengikuti keinginan dan pemikirannya masing-masing. Rinko yang sibuk mencari cara mendekati Takeo, Takeo yang keliru terhadap niat Rinko mendekatinya, dan Sunakawa yang pengin menjodohkan keduanya seraya meluruskan kesalahpahaman sahabatnya.

Pesan yang ingin disampaikan Ore Monogatari!! sebenarnya cukup sederhana: cinta itu soal hati, bukan penampilan fisik. Tapi pesan sederhana itu mampu diramu ke dalam kisah cinta yang manis serta karakterisasi yang unik. Dan yang lebih penting lagi, anime yang cukup kocak ini juga mengajarkan kita bagaimana mempertahankan hubungan cinta dan persahabatan di tengah prasangka buruk orang lain.

3. Yamada-kun to 7-nin no Majo (Yamada-kun and the 7 Witches)

Liden Films

Satu lagi anime yang masuk kategori komedi romantis. Cerita Yamada-kun to 7-nin no Majo berkisar pada usaha siswa SMA berandalan yang udah bertobat untuk menemukan penyihir di sekolahnya.

Seperti yang bisa dilihat dari judulnya yang membawa-bawa penyihir, anime ini sarat dengan unsur fantasi dan supernatural. Karakter utama perempuannya saja punya kemampuan bertukar tubuh. Terlepas dari itu, Yamada-kun to 7-nin no Majo nggak lantas melupakan akar romance-nya kok.

Kamu yang introvert mungkin bakal terhubung sama karakter di anime ini. Melihat gimana usaha Yamada si karakter utama dalam mencari topik obrolan dengan gebetannya, atau gimana bingungnya Yamada saat mencoba menarik perhatian teman-temannya, mungkin kamu bakal bilang dalam hati, “Ini gue banget!”

Berteman dengan seseorang saat di bangku sekolah, lulus, berpisah, lalu saling melupakan. Itu adalah siklus kehidupan yang dialami banyak orang. Tapi Yamada-kun to 7-nin no Majo menghadirkan pengingat yang bagus bagi kita akan arti menjaga hubungan persahabatan.

4. Elfen Lied

Arms

Ini mah bukan anime romance, tapi horor!” mungkin sebagian dari kamu berpikir kayak gitu.

Yup, dugaan kamu nggak salah. Elfen Lied penuh banget sama adegan gore dan kekerasan (fisik dan seksuil), bikin anime ini pantas masuk genre horor atau thriller.

Tapi jangan lupakan juga kalau Elfen Lied itu menceritakan hubungan spesial antara dua insan yang berbeda. Well, lebih tepatnya, cewek dan cowok yang berbeda spesies: yang satunya manusia, yang satunya lagi makhluk yang disebut Diclonius. Dan perbedaan antara kedua karakter utama itu mampu diramu dengan sangat baik dalam Elfen Lied: bagaimana suatu perbedaan yang kemudian disulut oleh prasangka buruk dan dendam bisa jadi jurang pemisah antara satu manusia dengan manusia lainnya.

Satu lagi, ketika saya selesai menonton anime ini, saya jadi berpikir apakah orang yang melakukan dosa besar pada kita pantas untuk dimaafkan, meskipun sebelumnya kita menaruh hati ke orang tersebut? Entah ya reaksi kamu kayak gimana saat menontonnya.

5. Kimi ni Todoke (From Me to You)

Production I.G

Pecinta film horor pasti kenal Sadako dari film Ringu. Nah, karakter utama di anime ini, Sawako Kuronuma, dijuluki Sadako oleh teman-temannya hanya karena rambutnya yang hitam dan panjang. Senyum Sawako yang menyeringai seperti hantu juga sering bikin orang lain takut dan makin salah paham.

Sawako sendiri sejatinya hanyalah gadis pemalu yang merindukan sosok teman. Untungnya, Sawako dipertemukan dengan Shouta Kazehaya, cowok populer yang kepribadiannya disukai teman-teman satu sekolah, termasuk Sawako. Harapan untuk mengubah pandangan orang lain pun muncul saat Sawako mulai mengenal Kazehaya.

Kimi ni Todoke termasuk anime bergenre shojo, alias dibuat untuk kalangan cewek usia remaja. Tapi buat saya yang aslinya cowok tulen ini, label shojo nggak begitu penting. Toh anime ini memang terbukti bisa bikin saya terhanyut ke dalam ceritanya.

Kenapa? Karena Kimi ni Todoke menyampaikan kisah komedi romansa lewat beragam karakter yang begitu nyata. Kamu nggak bakal menemukan karakter lebay dengan tindak-tanduk yang nggak masuk akal. Pada akhirnya, saya pun dibikin senyum-senyum sendiri menyaksikan kisah romantis Sawako dan Kazehaya.

Kimi ni Todoke bisa jadi pengingat bahwa kita butuh orang yang tepat untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Tapi hey, terkadang hidup ini memang lebih indah dari yang sebelumnya kita bayangkan lho. Misalnya kayak Sawako yang nggak pernah menyangka takdir bakal mempertemukannya dengan Kazehaya.

6. Toki wo Kakeru Shoujo (The Girl Who Leapt Through Time)

Madhouse

“Waktu tak akan pernah menunggu, waktu tak akan pernah menunda dirinya, waktu… tak pernah peduli terhadap apa pun dan siapa pun.”

Iya, sekalipun kamu punya alat pengendali waktu seperti Makoto Konno, waktu nggak akan peduli.

Di paruh akhir masa SMA-nya, Makoto masih kesulitan menentukan rencana masa depannya. Hidupnya hanya seputar menghabiskan waktu alias hangout bareng dua sahabat lelakinya, Chiaki Mamiya dan Kousuke Tsuda. Kehidupan yang membosankan itu seketika berubah saat Makoto menemukan alat yang memungkinkannya melompati waktu dan kembali ke masa lalu.

Paruh awal Toki wo Kakeru Shoujo berpusat pada tindakan Makoto mempermainkan waktu dengan seenaknya. Barulah di paruh akhir cerita, kita disuguhkan plot twist berwujud kisah cinta tragis yang menyentuh hati.

Di kehidupan nyata kayaknya banyak orang yang pengin memutar waktu untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Tapi begini, meskipun misalnya kamu bisa membalikkan waktu, apa kamu yakin bisa mendapat kebahagiaan? Atau malah tersesat ke dalam jurang ketidakpastian seperti Makoto? Eh, ini nggak termasuk spoiler ‘kan?

7. Byousoku 5 Centimeter (5 Centimeters Per Second)

CoMix Wave Films

Keunggulan anime ini ada di kemampuannya mengubah premis simpel tentang persahabatan masa kecil berubah jadi cinta dengan alur cerita, musik latar, hingga kata-kata yang indah sekaligus menusuk hati. Kenyataan bahwa dua karakter utamanya semakin tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing malah makin menambah nuansa kesedihan.

Buat saya sendiri, anime ini bisa membuat penontonnya mengingat kembali keluguan masa sekolah dulu, di saat kita hanya bisa menanggapi gebetan dengan senyum simpul cool yang dibuat-buat. Padahal dalam hati, kita dibuat berbunga-bunga banget.

(Spoiler alert!) Dan akhirnya cinta monyet kita itu pun kandas karena si gebetan udah keburu nikah sama orang lain.

8. Kimi no Na wa (Your Name)

CoMix Wave Films

Hmm… kayaknya pencinta anime udah familiar dengan judul yang satu ini. Yup, Your Name memang sering disebut sebagai film anime romance terbaik yang pernah ada. Sutradara Makoto Shinkai sendiri terbukti jago meracik cerita romansa dramatis yang sanggup mengobang-ambing emosi penonton. Sejauh ini Your Name adalah karya terbaik Makoto-sensei. mengalahkan 5 cm Per Second sekalipun menurut saya.

Kimi no Na Wa sukses membuat banyak penonton terharu lewat upaya dua karakter utamanya, Taki dan Mitsuha yang ingin dipertemukan kembali. Yaah, sesaat saya berpikir Taki dan Mitsuha mungkin memang nggak berjodoh. Toh, banyak orang sering bilang kalau memang berjodoh, pasangan yang sempat berpisah pasti bakal dipertemukan kembali.

Tapi yang lebih penting ialah bagaimana caranya mempertahankan kasih sayang sampai waktu yang diharapkan tiba. Dan film ini jadi contoh manis tentang perjuangan dan penantian cinta.

9. Hotarubi no Mori e (Into the Forest of Fireflies’ Light)

Brain’s Base

Saat berlibur ke rumah pamannya, gadis 6 tahun, Hotaru Takegawa mendengar cerita tentang dewa yang tinggal di hutan. Hotaru yang penasaran kemudian pergi untuk membuktikan cerita tersebut. Apes nian, ia malah tersesat di dalam hutan.

Saat sedang kebingungan, Hotaru bertemu Gin, arwah hutan berwujud pria bertopeng yang kemudian menolong Hotaru. Gin memperingati agar Hotaru jangan menyentuhnya, karena ia bisa menghilang sepenuhnya jika disentuh manusia. Gin juga berpesan agar Hotaru nggak kembali lagi ke hutan tersebut.

Tapi Hotaru menganggap pertemuannya dengan Gin sebagai momen berharga dalam hidupnya. Setiap libur musim panas, ia nggak pernah absen mengunjungi Gin. Seiring waktu usia Hotaru semakin bertambah, sementara Gin masih sama seperti saat Hotaru pertama kali melihatnya. Tapi ya itu tadi masalahnya, hubungan mereka dibatasi oleh aturan dilarang menyentuh.

Well, meski ada bumbu supranatural, saya bisa merasakan dengan jelas manis pahitnya kisah cinta Hotaru dan Gin di Hotarubi no Mori e. Film ini bikin saya bertanya sejauh mana seseorang bisa patuh terhadap aturan yang membatasi hubungan percintaannya. Toh hubungan yang terkekang aturan seringkali nggak berakhir bahagia kan?

Siap-siap aja untuk dimanjakan oleh adegan tragis, tapi juga romantis, di penghujung ceritanya.

10. Shigatsu wa Kimi no Uso (Your Lie in April)

A-1 Pictures

Hati-hati aja kalau kamu belum nonton, Your Lie in April merupakan anime yang menguras air mata.

Kousei Arima, tokoh utama dalam anime ini adalah pianis yang sangat handal. Namun kematian ibunya membuat Arima mengalami trauma yang hebat… sampai ia bertemu Kaori Miyazono, seorang pemain biola berbakat yang menyembunyikan rahasia besar dari Arima. (Dan itu kenapa anime ini berjudul Your Lie in April atau Kebohongan Ente di Bulan April).

Jalan cerita yang nggak mudah ditebak jadi salah satu alasan kenapa anime ini wajib kamu tonton. Ada kalanya kita dibikin bahagia oleh adegan-adegannya, lalu kita dibuat berharap, dan akhirnya perasaan kita dijatuhkan hingga hancur berkeping-keping.

Mengingat ini adalah anime yang berkaitan dengan musik, kamu juga akan dimanjakan dengan sajian musik yang berkualitas. Musik yang hadir di dalam anime ini nggak cuma jadi pemanis, tapi juga jadi penguat cerita yang memengaruhi emosi. Pilihan musiknya pun bikin kamu serasa nonton drama musikal.

11. Lovely Complex

Toei Animation

Lovely Complex bercerita tentang kisah cinta nggak biasa yang dialami dua pelajar SMA, Risa Koizumi dan Atsushi Otani. Kenapa nggak biasa? Karena keduanya punya perbedaan mencolok dari segi penampilan.

Yup, Risa adalah gadis jangkung dengan tinggi 172 cm, sedangkan tinggi badan Otani cuma 156 cm. Kalau kamu jadi cowok cebol kayak Otani, apa kamu pede pacaran dengan cewek yang tingginya jauh di atas kamu?

Tentu saja kisah mereka nggak dimulai dengan saling jatuh cinta, terus pacaran. Nggak sesimpel itu. Awalnya Otani dan Risa hanya berteman karena punya banyak kecocokan. Lucunya, perbedaan tinggi badan sering bikin mereka ribut dan sering dijadikan senjata saat beradu argumen.

Rasanya tepat kalau menyebut cerita Lovely Complex sebagai cerminan pepatah “Tak kenal maka tak sayang.” Semakin seseorang mengenal lawan jenisnya, semakin berkembang pula rasa kasih sayang tulus yang nggak mengenal perbedaan. Yaah, memang nggak semua orang pernah merasakan hal itu. Tapi ada kemungkinan hal itu bisa terjadi pada siapa pun, termasuk kamu.

Oh iya, kalau kamu pengin nonton anime romantis yang agak santai dan bikin ngakak, Lovely Complex bisa jadi opsi utama.

12. Sakurasou no Pet no Kanojo (The Pet Girl of Sakurasou)

J.C. Staff

Sorata Kanda punya kebiasaan memungut kucing liar untuk dipelihara di asrama sekolahnya. Tapi sayang, aturan asrama nggak memperbolehkan penghuni membawa hewan peliharaan. Itulah sebabnya Sorata dipindahkan ke Sakurasou, asrama campuran yang dibangun khusus untuk siswa-siswi bermasalah. Awalnya Sorata nggak betah tinggal di Sakurasou karena penghuninya aneh-aneh semua. Tapi saat Shiina Mashiro bergabung di Sakurasou, Sorata terpaksa harus menunda kepergiannya.

Alasannya, Shiina hanyalah gadis cantik nan polos yang nggak berguna. Chihiro-sensei yang merupakan tantenya Shiina terpaksa minta bantuan Sorata untuk mengurus ponakannya itu. Lagian Chihiro-sensei tahu cuma Sorata satu-satunya penghuni Sakurasou yang agak waras.

Hubungan antara Sorata dan Shiina memang nunjukkin kalau anime ini bergenre komedi romantis. Tapi karakter utamanya nggak cuma mereka berdua, melainkan keseluruhan penghuni Sakurasou yang masing-masing punya tujuan hidup berbeda.

Pada intinya, Sakurasou no Pet no Kanojo berhasil mengkombinasikan romance dengan persahabatan, impian, dan passion lewat perjalanan karakter-karakter uniknya. Kisahnya dipenuhi adegan komedi ala anak SMA, tapi juga punya sisi mengharukan yang bisa bikin penonton terbawa suasana. Anime ini pun nggak sepenuhnya tentang cinta, cinta, dan cinta. Cuma mau ngingetin aja, pasti ada hal dalam hidup kamu yang lebih penting dari segala sesuatu yang berhubungan dengan C.I.N.T.A. Cita-cita mungkin?

13. Mirai Nikki (Future Diary)

Asread

Satu lagi pilihan aneh untuk dimasukkan dalam kategori anime romance terbaik. Mirai Nikki memang lebih tepat berada dalam kategori thriller, survival, dan action.

Tapi kita juga nggak bisa memungkiri percikan asmara yang terjalin antara dua karakter utamanya, Yukiteru Amano dan si psikopat gila Yuno Gasai. Well, lebih tepatnya sih, hubungan asmara mereka didasari sama obsesi Yuno yang morbid, abnormal.

Memang, keinginan memiliki dan obsesi berlebihan pada pasangan pasti nggak akan membuahkan hasil yang manis, justru jauh dari itu. Seperti terlihat dari akhir petualangan Yukiteru dan Yuno yang bakal menghadiahi kamu dengan pemandangan tragis.

14. 5-Toubon no Hanayome (Quintessential Quintuplets)

Tezuka Productions

Pintar, tapi kere, dan susah bergaul. Tiga kata sifat itu cukup buat menggambarkan sang karakter utama Futaro Uesugi. Karena kondisi keluarganya yang kurang mampu, ditambah lagi ayahnya punya utang yang cukup besar, Uesugi pun langsung menerima tawaran untuk mengajar les privat. Semuanya demi uang!

Tapi ia nggak tahu kalau murid-murid lesnya merupakan anak kembar lima. Kelima-limanya merupakan teman satu sekolah Uesugi, dan mereka semua bodohnya nggak ketulungan.

Secara sekilas, Quintessential Quintuplets terlihat mirip anime harem lainnya. Dan seakan nggak terhindarkan, berbagai klise genre harem pun bakalan kamu temukan saat menontonnya. Tapi itu nggak akan jadi masalah besar. Kenyataannya, Quintessential Quintuplets sanggup menyedot atensi saya untuk terus mantengin setiap episodenya. Sebagian karena sisi komedinya yang memang kocak, sebagian karena misteri siapa cewek yang bakal dinikahi Uesugi, sisanya karena karakter kembar lima yang mudah untuk disukai (dan memanjakan mata juga). Kepribadian mereka benar-benar dieksplorasi, sehingga kita bisa menaruh kepedulian pada perkembangan karakter si kembar lima.

Suatu hubungan yang baik itu harus berjalan dua arah. Baik cowok atau ceweknya harus bisa mengembangkan kualitas diri dari pasangan mereka. Jika hubungan hanya menguntungkan satu pihak tertentu, berarti ada yang salah dari hubungan tersebut. Itulah kiranya pesan yang saya dapat saat nonton Quintessential Quintuplets.

15. Isshuukan Friends (One Week Friends)

Brain’s Base

“Maukah kamu jadi temanku?” tanya Yuuki Haase pada Kaori Fujimiya. Yuuki terus mengulangi pertanyaan itu setiap pekan, karena Kaori mengidap penyakit yang membuatnya selalu kehilangan ingatan setiap hari Senin.

Jangan harapkan kisah cinta menye-menye dari One Week Friends. Anime ini lebih memusatkan fokusnya pada jalinan pertemanan yang didramatisasi. Kita biasanya nggak pernah bilang “Kamu mau nggak jadi temen aku?” jika ingin ngajak orang lain kenalan. Nggak, kita nggak perlu minta izin segala. Kalimat yang diawali dengan “Kamu mau nggak jadi…” selalu dipakai saat pengin nembak gebetan.

Dan di sinilah One Week Friends memperlihatkan sentuhannya, dengan menunjukkan pada kita gimana usaha cowok remaja yang pengin berteman dengan cewek yang disukainya – suatu proses yang sering dianggap natural dalam keseharian.

Nggak semua hal di dunia ini bisa kita dapatkan, sekalipun kita udah berusaha sekuat tenaga. Terkadang, kita harus puas untuk sekadar berteman dengan orang yang kita suka.

Jadi, untuk menyederhanakannya, ini adalah anime tentang friendzone.

Lumayan panjang ya. Ya sudahlah, saya tutup artikel ini dengan ucapan selamat aja. Selamat menonton!

Komentar:

Komentar