Box Office Bomb: 5 Film yang Dianggap Paling Gagal Total karena Merugi Besar

Kadang pembuatan film memang menyakitkan!

:

Istilah Box office tentu nggak asing ‘kan di telinga kamu, wahai moviegoer? Istilah tersebut biasa dipakai untuk mengacu jumlah pendapatan sebuah film dari penjualan tiket selama penayangan film.

Tapi apa kamu pernah mendengar istilah box office bomb?

Box office bomb adalah istilah yang digunakan untuk sebuah film yang gagal mencapai target penjualan tiket yang diharapkan oleh pihak produser. Dengan kata lain, film tersebut mengalami kerugian secara finansial.

Selain itu, kebanyakan film yang mendapat predikat box office bomb biasanya menggelontorkan  anggaran produksi yang besar banget. Contohnya seperti 5 film ini yang justru menyia-nyiakan banyak hal, dan akhirnya malah mendapat kritikan pedas dari kritikus dan penonton.

1. Speed Racer (2008)

via hollywoodreporter.com

Apa kamu masih ingat dengan mobil balap warna putih dengan huruf M yang menempel di bagian kapnya? Yup, kartun Speed Racer atau Mach GoGoGo pernah dibuat versi live-action di tahun 2008.

Saat itu, Wachowski bersaudara dan Joel Silver sebagai produser berharap kalau film yang menghabiskan dana hingga $120 juta ini bisa jadi film keluarga favorit, khususnya bagi anak-anak. Sayangnya banyak faktor yang nggak diperhatikan Wachowski ketika tahap produksi, salah satunya soal target penonton. Melihat fakta bahwa Speed Racer adalah kartun yang populer di dekade 1960-1970, film adaptasinya justru bakal lebih mengena buat orang tua.

Selain itu, reputasi Wachowski yang lebih sering membuat film rating R, seperti The Matrix dan V for Vendetta, membuat usaha untuk mempromosikan Speed Racer malah jadi lebih sulit.


Hasilnya, Speed Racer hanya berhasil meraup untung sebesar $93.9 juta. Jumlah ini kalah jauh dibandingkan pesaingnya kala itu, Iron Man, yang berhasil memperoleh $585,2 juta.

2. Sahara (2005)

via avcesar.com

Sahara jadi salah satu film yang mendapat label box office bomb karena hanya menghasilkan $119 juta. Bandingkan dengan pengeluarannya yang mencapai $160 juta.

Film yang diadaptasi dari novel karya Clive Cussler ini sebenarnya punya potensi bagus untuk dibuat jadi franchise film. Tapi karena sulitnya mendapat persetujuan Cussler terkait naskah, film ini pun menemui kendala selama proses produksi. Dan hal itulah yang mungkin yang menjadi tanda awal kalau film ini bakalan gagal di box office.

3. The 13th Warrior (1999)

via pinterest.com

Mengangkat kisah dari novel ke dalam layar lebar memang bukan tugas mudah, apalagi jika pihak produser menaruh ekspektasi yang cukup tinggi.

Itu juga terjadi pada The 13th Warrior. Banyaknya hambatan yang terjadi selama proses produksi, mulai dari buruknya respons yang didapat saat test screenings, pengambilan gambar ulang, sampai pergantian komposer, berdampak pada membengkaknya anggaran produksi. Alokasi anggaran yang awalnya cuma $85 juta pun membengkak sampai $160 juta.

Sayang beribu sayang, dana dan usaha yang untuk membuat film ini nggak dibarengi dengan kesuksesan dan keuntungan. Film yang dibintangi oleh Antonio Banderas ini hanya mendapat $61,7 juta.

Kegagalan dari film ini bahkan membuat Omar Sharif, aktor yang berperan sebagai Melchisidek, kecewa dan memutuskan untuk pensiun sementara dari dunia akting.

4. Stealth (2005)

via screenweek.it

Stealth adalah film yang cukup ambisius. Dana sebesar $138 juta digelontorkan demi menampilkan konsep teknologi mutakhir melalui penggunaan CGI. Alih-alih tampil meyakinkanfilm ini gagal total dari sisi kualitas meski punya ide cerita yang mirip dengan  2001: A Space Odyssey dan Top Gun. Imbasnya keuntungan dari penjualan tiket cuma menembus angka $76,9 juta.

Kecewa atas pencapaian Stealth, pihak Sony langsung menghentikan kerja sama dengan sang sutradara Rob Cohen terkait penggarapan proyek film mereka selanjutnya, The 8th Voyage of Sinbad.

5. The Adventures of Pluto Nash (2002)

via cheatsheet.com

Sial, itu mungkin nasib yang dialami oleh Eddy Murphy saat membintangi The Adventures of Pluto Nash. Film yang harusnya bisa mengharumkan kembali namanya justru jadi panen cibiran. Alasannya sudah jelas: film ini buruknya… euh, agak sulit digambarkan dengan kata-kata.

Film ini sendiri bercerita tentang petualangan Pluto untuk mencari penyebab hancurnya klub malam miliknya. Ini film masuk ke genre komedi, tapi ia gagal menyajikan humor yang menggugah gelak tawa. Wajar kalau Rotten Tomatoes mengkritik The Adventures of Pluto Nash sebagai film yang nggak ada lucunya sama sekali.

Semua usaha yang dilakukan kru film memang jadi tampak sia-sia. Bahkan tema fiksi ilmah yang coba ditampilkan lewat visualisasi kota ala Blade Runner nyaris nggak mampu menyelamatkan film ini dari kata gagal.

Lebih parahnya lagi, The Adventures of Pluto Nash mendapat predikat sebagai salah satu box office bomb paling buruk yang pernah ada. Keuntungan dari film ini hanya menyentuh angka $7,1 juta, terpaut jauh jika kita membandingkan jumlah $110 juta yang dibuang untuk produksi film ini. Saking besarnya kerugian yang dialami, saya saja malas buat menghitungnya.

Sebetulnya masih banyak film gagal lainnya. Bahkan tadinya saya pengin cantumkan juga beberapa film Indonesia. Hanya saja apa istilah box office berlaku untuk film lokal?

Balik lagi, apa menurut kamu 5 film yang masuk jajaran box office bomb ini memang gagal? Apa justru kamu melihat hikmah tersembunyi di baliknya?

Komentar:

Komentar