Bad Times at the El Royale: 7 karakter, 7 misteri, 1 hotel, Penuturan yang Brilian

Gimana jadinya jika tujuh karakter dengan masa lalu kelam yang berkumpul di waktu dan tempat yang salah?

Bad Times at the El Royale… ini film bisa disebut punya magnet besar untuk menarik penonton berduyun-duyun datang ke bioskop. Apa yang saya maksud dengan magnet nggak lain adalah jajaran pemainnya yang nggak bisa dipandang sebelah mata. Jeff Bridges, Jon Hamm, Dakota Johnson, dan Chris Hemsworth, semuanya saling beradu akting di dalam film yang memiliki genre thriller dan misteri ini.

Tapi apakah filmnya semenarik jajaran aktor yang bermain di dalamnya? Ya itu… justru itu yang bakal kita bahas sekarang.

Menyingkap misteri dalam kepingan puzzle di sebuah hotel

via hdqwalls.com

Film dibuka dengan prolog yang cukup membingungkan dan bikin mikir. Kamera menyorot seorang pria di dalam satu kamar hotel yang nggak lain dan nggak bukan adalah El Royale. Apakah bentuknya hotel bintang lima atau hotel melati yang sering digerebek petugas, itu rahasia. Baiknya kamu cari tahu saja dengan nonton langsung.

Balik lagi ke adegan pembuka, pria tersebut hanya digambarkan masuk ke dalam kamar untuk menyembunyikan satu tas di bawah lantai kayu, sebelum akhirnya adegan berpindah sekian tahun ke depan.

Ngomong-ngomong, dilihat dari pembukanya, kita udah dikasih semacam peringatan kalau film akan bergulir dengan alur yang lambat. Di sisi lain, penonton juga seolah diajak untuk mengikuti kepingan puzzle yang langsung diberikan sejak awal film dibuka.

Jadi kalau kamu diburu waktu untuk ikut arisan setelah nonton film ini misalnya, mending kamu nontonnya di waktu luang.

Film dengan tujuh orang karakter misterius dalam satu cerita

7 karakter dalam Bad Times at the El Royale/via revengeofthefans.com

Inti cerita dari Bad Times at the El Royale mengisahkan tentang 7 orang yang nggak sengaja bertemu di hotel El Royale dengan tujuannya masing-masing. Pernah mendengar istilah berada di waktu dan tempat yang salah? Kurang lebih begitulah kesimpulan yang bisa menggambarkan film ini terkait ketujuh karakternya. Mereka punya agenda masing-masing, tapi malah jadi saling bersinggungan satu sama lain seiring jalannya cerita.

Karakter pertama adalah Daniel Flynn (Jeff Bridges). Sosok Daniel yang menyamar sebagai pendeta semacam jadi penggerak jalan cerita meski hanya sebagian kecilnya. Lewat karakter Daniel, penonton dikenalkan pada sosok Darlene (Cynthia Erivo), penyanyi yang sedang berjuang dengan kariernya. Lewat Daniel juga, penonton jadi terhubung dengan sosok Miles (Lewis Pullman) yang menjaga hotel El Royale sekaligus bertugas sebagai concierge.

Hotel El Royale sebagai tempat yang menghubungkan ketujuh karakter/via me.ign.com

Sosok Miles secara nggak langsung akhirnya terkoneksi dengan Emily (Dakota Johnson). Dan Emily ini menginap di hotel bersama adiknya, Rose (Cailee Spaeny) yang kabur dari kejaran Billy (Chris Hemsworth). Dari Emily, penonton diperkenalkan dengan karakter Dwight (Jon Hamm) yang sedang menginvestigasi sebuah kasus di hotel El Royale.

Premis ceritanya terdengar cukup ribet, ya? Tapi siapa sangka dengan keribetan dari masing-masing karakter tersebut, penonton bisa mendapatkan hiburan yang menakjubkan saat persoalan tiap karakter diangkat ke permukaan.

Secara positif, tujuh aktor dengan tujuh karakter berbeda ini seolah mendapat panggungnya sendiri tanpa harus hadir tumpang tindih satu sama lain. Pesona ketujuh karakter yang dihadirkan akhirnya membuat film ini bisa tampil dengan lebih menarik, terlebih saat masa lalu dari tiap karakternya diulas dalam adegan flashback.

Yup, masa lalu dari tiap karakternya ikut memberikan kisah tersendiri, walau akhirnya membuat El Royale harus berjalan dengan alur yang lambat.

Sosok Darlene yang dimainkan oleh Cynthia Erivo dengan apik/via bustle,com

Jalan cerita yang ditulis dalam naskahnya memang berjalan dengan lambat dan sedikit membosankan pada awalnya. Maklum sih, karena cerita dalam film ini berkutat dengan 7 karakter mayor, terhitung banyak untuk satu film. Penuturan cerita El Royale yang lambat dengan alur maju mundurnya malah semacam jadi keharusan demi mengulas dan mengupas satu per satu latar belakang masa lalu tiap karakter. Pada akhirnya, rasa kebosanan yang hinggap bisa terbayarkan dengan tuntas.

Ya, kekuatan utama dari Bad Times at the El Royale terletak di penuturan masa lalu tiap karakternya.  Penonton bisa tahu kenapa tujuh orang yang nggak saling mengenal tersebut bisa bertemu di dalam hotel dan akhirnya saling bersinggungan satu sama lain.

Bad Times at the El Royale dengan alur lambatnya dan durasi hampir 2,5 jam bisa jadi sedikit membosankan bagi sebagian kalangan. Tapi kalau kamu tipe penonton yang bisa duduk dengan sabar untuk ikut memecahkan misteri dalam film, El Royale bisa bikin kamu meninggalkan bioskop dengan tersenyum puas.

Komentar:

Komentar