8 Film dengan Jump Scare yang Memang Beneran Seram

Jump scare = loncat-loncat sambil ketakutan?

:

Jump scare itu bagai pedang bermata dua. Ia bisa begitu dicintai para penikmat film, tapi ia juga bisa begitu dibenci. Efek berseberangan ini bisa terjadi karena banyak sineas pemalas yang memanfaatkan jump scare dengan asal-asalan.

Padahal nih, kalau digunakan dengan efektif, jump scare itu berguna banget sebagai cara untuk meningkatkan tensi dari suatu film (atau video game). Jump scare yang digunakan di waktu dan tempat yang tepat malah bisa jadi momen memorable dari film.

Karena alasan yang sama, lewat artikel ini saya pengin mengajak kamu buat mengenang jump scare terbaik yang ada dalam film. Daftar ini dibuat berdasarkan pilihan pribadi, tentu saja.

1. Tepuk tangan dalam kegelapan – The Conjuring

The Conjuring adalah film yang mengandung nggak sedikit adegan jump scare. Dan hebatnya James Wan, ia tahu betul bagaimana menggunakan jump scare dengan baik. Seperti dibuktikan dari adegan yang ini nih:

Walaupun sangat minimalis, buat saya ini adegan paling mengerikan sepanjang durasi film. Cukup dengan kesunyian total, yang diikuti dengan tepukan tangan yang muncul dari kegelapan, ini adegan bikin saya selalu waspada kalau sendirian pas rumah lagi dalam keadaan mati listrik.

Kita nggak selalu butuh penampakan hantu untuk dibuat terkejut dan takut secara bersamaan.


2. Hantu merah yang ada di belakang – Insidious

Saya nggak pernah nyangka aja bakal melihat hantu saat Josh (Patrick Wilson) tengah khusyuk mendengarkan ibunya bercerita. Dan hantu itu nongol pas hari masih terang-benderang lagi. Rasa kaget saya makin memuncak karena kamera menggeser fokusnya secara perlahan.

Hey, Josh, hey… kamu beruntung nggak melihat apa yang ada di belakang kamu.

3. Mesin pemotong rumput – Sinister

Adegan simpel pun bisa jadi jump scare yang mengagetkan jika dieksekusi dengan baik.

Apa yang kamu harapkan ketika diperlihatkan mesin pemotong rumput yang tengah berjalan? Hantu tiba-tiba muncul lalu merebut mesin pemotong rumput? Nggak realistis banget lah. Itu makanya saya mengira cuma bakal disuguhkan atmosfer disturbing yang dibangun dari kesunyian saat melihat adegan ini.

Ini adegan makan waktu puluhan detik sebelum mencapai klimaks. Dan selama puluhan detik itu, saya duduk termenung melihat layar, nggak tahu kalau kemudian mesin pemotong rumput itu bakal menggilas tubuh orang yang tergeletak nggak berdaya di tanah.

4. Apa yang ada di balik tembok? – Mulholland Drive

David Lynch bukan sutradara yang terkenal karena hobi memasukkan jump scare di film-filmnya. Mulholland Drive sendiri bahkan bukan film horor; ia termasuk film bergenre thriller/misteri. Biarpun begitu, film ini mengandung jump scare yang sekaligus jadi salah satu adegan favorit saya.

Kita, penonton, tahu dari pembicaraan dua karakternya bakalan ada sesuatu di balik tembok. Eeh, tadinya saya kira mereka bakal ketemu hantu. Tapi saya teringat, ini bukan film horor. Dan benar aja, ternyata itu cuma pria biasa yang kayaknya “berprofesi” sebagai gelandangan.

Maaf, saya koreksi sedikit: gelandangan yang penampilannya sanggup bikin saya mengernyitkan dahi dan berteriak, “WTF is that!?”

5. Amarah Mama – Mama

Saya selalu merasa jijik campur ngeri setiap kali melihat sosok Mama di film Mama (ngerti? Mama di film Mama). Dan dua hal tersebut makin makin saya rasakan saat melihat Mama berdiri mematung di tengah ruangan, sebelum menerjang ke arah kamera. Saya mengerti betul kenapa dua bocah itu berlari  menaiki tangga dengan paniknya.

Satu hal yang paling saya apreasiasi dari jump scare ini: penggunaan kameranya yang diposisikan dengan sangat yahud, pas banget!

6. Si bocah di loteng – REC

Kamera diputar secara perlahan, dan kita pun jadi bisa memerhatikan detail yang ada di dalam ruangan. Kondisi cahaya yang minim turut meningkatkan tensi yang kita dapat saat menatap layar. Tapi saat kita merasa ruangan yang kosong itu aman, BAM!

Muncullah bocah imut yang sepertinya udah nggak sabar buat ikut kesorot kamera.

7. Valak – The Conjuring 2

Ini nih, hantu figuran di The Conjuring 2 yang kemudian dibuatkan filmnya sendiri. Penyebab utamanya nggak lain karena adegan yang hanya berdurasi sekitar empat menit ini. Saya curiga Valak lebih cocok jadi hantu figuran ketimbang hantu utama.

Waktu itu saya nonton The Conjuring 2 di laptop. Ketika lukisan Valak baru diperlihatkan aja, secara perlahan namun meyakinkan, muka saya udah mulai menjauh dari layar. Sekian detik setelah Valak berteriak, saya spontan langsung menekan tombol pause.

Aaah, betapa sial. Saya tekan tombol pause pas banget di momen ketika layar menampilkan mukanya Valak.

8. Mode malam – The Descent

Banyak adegan jump scare memanfaatkan kesunyian total, sebelum mendadak mengagetkan penonton dengan penampakan hantu yang diiringi musik menghentak. Tapi The Descent (yang rilis tahun 2005) sanggup tampil sedikit beda.

Saat kamu melihat adegan ini, mungkin fokus perhatian kamu bakal sepenuhnya tersedot sama debat kusir panas yang dilakukan karakter-karakternya. Kamera pun menyorot para karakter secara bergantian, seolah mau meyakinkan kita betapa takutnya mereka.

Sampai tibalah saatnya ketika kita diperlihatkan sesuatu yang diam-diam menyelinap ke belakang. Dan itu bukanlah pemandangan yang indah, saya jamin.

Itu tadi opini saya. Sekarang, apa adegan jump scare yang paling seram buat kamu?

Komentar:

Komentar