6 Teknologi Canggih yang Awalnya Cuma Ada di Film, tapi Kini Udah Jadi Kenyataan

Kalau kata orang bijak: "The future is now!"

:

Ada satu alasan yang bikin saya selalu tertarik buat nonton film sains fiksi (atau science fiction bahasa English-nya). Bukan karena aktor-aktornya cantik aduhai, melainkan karena benda-benda futuristik yang sering hadir di film bergenre itu.

Mobil terbang, mobil yang bisa berubah jadi robot, mobil selam, mobil yang disimpan dalam kapsul dan tiba-tiba bisa keluar kalau kapsulnya dilempar, semuanya serba canggih. Saking canggihnya teknologi yang ada di film sci-fi, waktu saya kecil saya pikir benda-benda itu mustahil bisa ada di dunia nyata. Apalagi Capsule Corporation cuma ada di dunianya Dragon Ball.

Tapi dengan perkembangan teknologi yang pesat, satu per satu benda futuristik yang asalnya cuma ada dalam film, sekarang udah eksis di dunia nyata. Nih, saya sudah buatkan daftar berisi beberapa teknologi dari film Hollywood yang udah jadi nyata. Monggo disimak.

1. Komputer tablet di 2001: A Space Odyssey (1968)

Di zaman sekarang, tablet sudah jadi barang umum. Tapi apa kamu sadar kalau sutradara Stanley Kubrick sudah memprediksi kemunculan teknologi tersebut sejak beberapa dekade lalu?

Metro Goldwyn Mayer

Berlatarkan kehidupan luar angkasa, 2001: A Space Odyssey menggambarkan banyak benda-benda futuristik di hampir semua adegannya. Salah satunya objek berbentuk mirip komputer tablet yang fungsinya nggak jauh beda sama tablet di zaman sekarang. Kalau di filmnya, benda tersebut digunakan oleh salah satu karakter untuk membaca berita dan berkomunikasi dengan orang yang ada di bumi.

Teknologi canggih ini hanya jadi angan-angan belaka, sampai akhirnya Bill Gates memperkenalkan Microsoft Tablet PC untuk pertama kalinya di tahun 2000 silam. Mungkin kebanyakan orang lebih familiar dengan iPad, tapi sebetulnya Microsoft sudah melakukannya terlebih dulu.

2. Papan reklame digital di Blade Runner (1982)

Warner Bros

Gemerlapnya Los Angeles di tahun 2019 yang digambarkan sangat futuristik oleh film Blade Runner mungkin terkesan cukup masuk akal bagi orang-orang saat itu. Film ini rilis di tahun 1982, dan ketika itu poster atau selebaran jadi media yang paling banyak dipakai untuk promosi. Jadi, meskipun kelihatan unik, orang-orang nggak menganggap reklame digital dalam Blade Runner sebagai sesuatu yang “wah” atau mustahil diciptakan.


Papan reklame digital sendiri baru mulai gencar diproduksi sekitar tahun 2007, ketika beberapa produk berbasiskan teknologi banyak bermunculan dan berlomba-lomba untuk menjual produknya dengan cara semenarik mungkin. Dan lihatlah sekarang! Papan reklame digital bisa ditemui dengan mudahnya hampir di seluruh penjuru dunia.

3. Hiburan online di The Cable Guy (1996)

Di paruh akhir film The Cable Guy, Chip Douglas (Jim Carrey) berujar, “Sebentar lagi, setiap rumah di Amerika akan mempunyai benda yang mampu mengintegrasikan televisi, telepon dan komputer!” Di salah satu adegan lain, ia juga memprediksikan kehadiran teknologi yang mampu memfasilitasi video streaming, online gaming, dan online shopping.

Columbia Pictures

Sekarang siapa sih yang nggak pakai smartphone? Sejak kemunculannya di pertengahan tahun 2000-an, smartphone sudah memainkan perannya dengan baik untuk menjadi semacam pusat hiburan digital yang berbasiskan internet.Tapi karena film ini diproduksi di medio 90-an, mungkin segala teknologi yang diucapkan Jim Carrey memang terdengar konyol kala itu.

4. Hologram di Star Wars (1977)

Mungkin para penggemar Star Wars masih harus bersabar untuk mendapatkan lightsaber yang berfungsi sama persis dengan yang ada di filmnya. Tapi untuk sekarang, setidaknya kita mesti puas dengan teknologi hologram. Bahkan akses ke hologram sudah semakin mudah berkat kehadiran smartphone.

20th Century Fox

Karena teknik hologram sudah dikembangkan sejak tahun 60-an, hologram di masa kini sudah jauh lebih canggih. Sebagai teknologi yang mampu menciptakan imej tiga dimensi dengan menggunakan bantuan cahaya, penggunaan hologram pun sudah semakin bervariasi. Di antaranya bisa digunakan sebagai alat bantu hiburan (seperti konser) atau bahkan untuk media kampanye politik, seperti yang terjadi waktu pemilu Amerika Serikat tahun 2008.

George Lucas pasti bangga dengan konsep fiktifnya yang sudah menjadi nyata ini.

5. Papan terbang di Back to the Future Part II (1989)

Back to the Future bisa dianggap sebagai salah satu film science fiction paling terkenal sepanjang masa. Selain mampu meyakinkan banyak orang tentang teori time travel yang cukup ngawur, ada salah satu teknologinya yang masih bikin penasaran banyak orang sampai hari ini, yakni hoverboard alias papan yang mirip skateboard tanpa roda dan bisa melayang.

Universal Studios

Di tahun 2015, perusahaan Lexus berhasil mewujudkan konsep hoverboard ke dalam kenyataan. Papan terbang milik Lexus menggunakan magnet berdaya tinggi untuk menghasilkan efek melayang yang sama seperti hoverboard di Back to the Future. Dengan teknologi canggih semacam itu, kayaknya sah-sah saja Lexus menjual papan milik mereka seharga $10.000.

Ada yang berminat untuk membelinya? Ah, kalau saya punya uang segitu, mending buat KPR deh.

6. Drone militer di Terminator (1984)

Cerita Terminator bisa diringkas seperti ini: Skynet, sistem AI berbasiskan militer, berencana untuk membasmi semua manusia yang ada di bumi. Alasannya konyol sih, Skynet menganggap manusia sebagai satu-satunya ancaman baginya. Salah satu cara yang ditempuh Skynet adalah dengan membangun pasukan yang berisi robot-robot berbahaya.

Nah, dari sekian banyak robot, ada satu robot berjenis drone. Tapi di Terminator, fungsi drone tersebut bukan buat foto-foto panorama tempat wisata ala selebgram, melainkan sebagai senjata. Gila.

Orion Pictures

Dulu, teknologi drone di Terminator tersebut mungkin masih dianggap sebatas khayalan belaka. Tapi di tahun 2019, teknologi drone semacam itu sudah dikembangkan. Drone tersebut dinamai ATLAS.

Sebagai drone militer yang dikembangkan oleh badan militer Amerika Serikat, ATLAS punya fungsi yang sama dengan drone yang ada di film Terminator. Dipikir-pikir, mengerikan juga sih teknologi yang satu ini. Soalnya kalau drone tersebut jatuh ke tangan yang salah, khawatirnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan yang salah. Amit-amit deh.

Atau mungkin saya terlalu banyak nonton film ya?

Apa ada teknologi lain yang kamu harap diciptakan di dunia nyata?

Komentar:

Komentar