6 Film Keren dengan Kisah di Balik Layar dan Adegan yang ‘Kelewatan’, Mau Tahu Kenapa?

Orang-orang yang rela ngelakuin hal kelewat batas demi film

:

Film, biar bisa dibilang keren, tentunya harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Beberapa kriterianya seperti punya alur cerita yang menarik, aktor yang cocok, dan editing yang bagus. Unsur-unsur tersebut kemudian bakal menyatu sesuai dengan suasana yang dibangun di tiap adegannya. Bahkan terkadang buat bikin adegan yang menarik perhatian penonton, para kru film (termasuk aktornya) bisa melakukan hal-hal yang nggak terduga dan bisa dibilang kelewat batas.

Contohnya bisa kamu lihat di 6 film ini. Meskipun 6 film ini punya adegan-adegan ikonik yang terus menempel di ingatan para penontonnya, kamu mungkin nggak bakal nyangka usaha yang harus dilalui untuk membuat adegan ikonik tersebut. Ada juga adegan yang sepertinya memang sengaja dibuat untuk bikin penontonnya merasa jijik.

Daripada penasaran, yuk langsung kamu simak daftarnya.

1. The Abyss

20th Century Fox

Hanya karena suatu film punya setting tempat 10 meter di bawah air, bukan berarti adegannya mesti benar-benar dilakukan 10 meter di bawah air juga. Tapi kayaknya sutradara James Cameron berpikiran lain. Nggak cuma “menenggelamkan” aktor dan krunya, Cameron juga ikut mendampingi mereka di tiap adegan bawah airnya.

Sekadar info, James Cameron pernah menyelam di Mariana Trench (bagian laut paling dalam di dunia). Jadi mungkin dia berpikir bikin adegan 10 meter di bawah air bukanlah hal yang terlalu sulit.

Hmm, tapi kenyataannya ternyata berbeda. Sebagian kru sampai ada yang mengalami kerontokan rambut dan iritasi kulit. Pengaturan pH air memang lumayan memakan waktu buat sampai di level yang pas, sedangkan para kru bisa menghabiskan waktu yang lebih lama di bawah air, yakni sekitar 15 – 18 jam sehari. Banyak juga kru film yang jatuh sakit akibat terlalu lama berada di dalam air, apalagi waktu itu sedang musim dingin.

Bahkan di film ini, James Cameron sendiri hampir tewas gara-gara asistennya lupa mengingatkan kalau tabung oksigennya udah mau abis. Hasilnya, dia terpaksa berenang naik ke permukaan. Tapi saat dia lagi susah payah berenang tanpa oksigen, dia dicegat oleh kru penyelam yang menawarkan tabung oksigen miliknya. Sialnya, ternyata tabung itu rusak.


Untungnya James Cameron masih bisa selamat, meskipun asisten dan kru penyelamnya kurang beruntung. Mereka langsung dipecat.

2. Pink Flamingos

New Line Cinema

Mungkin selama ini cuma sedikit film yang berisi adegan orang makan kotoran. Tapi sekalinya film semacam itu kamu tonton, kamu pasti beranggapan, “Ah itu mah cuma boongan, bukan pup betulan.”

Yup, sebagian besar film sudah pasti pakai kotoran (baca: tahi) bohongan, tapi lain halnya dengan Pink Flamingos.

Pemeran utama di film ini, Divine, berperan sebagai Babs Johnson yang diceritakan sebagai orang paling menjijikkan di dunia. Pada akhir film, setelah Babs mengeksekusi mati orang-orang yang dibencinya, dia sekali lagi ingin membuktikan kekotorannya dengan memakan kotoran anjing yang masih fresh. Kalau kamu nonton adegan ini, pasti kamu nggak bakal mengira adegan ini bohongan. Soalnya, adegan anjing berak dan kemudian kotorannya dimakan terjadi langsung dalam satu frame.

Bahkan di adegan tersebut, Babs diperlihatkan mengunyah kotoran sambil senyum-senyum genit, walaupun sesekali diselingi ekspresi eneg dan muka masam tanda kotoran anjingnya memang masih segar, hangat, dan bau. Yuck!

Adegan tersebut sengaja dilakukan sedemikian rupa supaya terkesan lebih realistis. Divine pun nggak banyak protes waktu tahu adegan tersebut ada di naskah.

3. The Shining

Warner Bros.

Salah satu faktor yang bikin The Shining mengerikan datang dari ekspresi ketakutan Shelley Duvall yang terlihat asli (bukan akting). Sebagai karakter istri dan korban dari suaminya yang gila, akting Duvall begitu meyakinkan. Kemudian diketahui kalau di film ini, sutradara Stanley Kubrick memang sengaja bikin Duvall benar-benar merasa ketakutan.

Dalam buku biografi The Complete Kubrick, Duvall berkata bahwa Kubrick mendesaknya untuk melakukan adegan-adegan horor The Shining dengan sempurna. “Itu adalah peran yang paling sulit yang pernah kumainkan dalam film,” katanya.

Dan hal itu terbukti di beberapa adegan, khususnya adegan pentungan baseball yang harus diulang 127 kali demi hasil yang sempurna. Di adegan tersebut, Duvall memegang pentungan baseball sambil ketakutan di hadapan Jack Nicholson yang minta dipukul pakai pentungan. Sekarang bayangkan, jika adegan itu diulang 127 kali, berarti Duvall mesti mengeluarkan ekspresi trauma 127 kali dan teriak ketakutan 127 kali pula. Hal ini udah jelas nggak baik buat kondisi mental Duvall. Tapi akhirnya usaha kerasnya terbayar. The Shining pun jadi salah satu film horor tersukses yang pernah dibuat.

Saat syuting film ini, Duvall mengalami stres sampai jatuh sakit. Dia juga kabarnya mengalami kerontokan rambut akibat depresi gara-gara scene yang hanya lima menit itu. Wah, wah…

4. Oldboy

Show East

Buat yang belum nonton film keren satu ini, kira-kira begini sinopsisnya: seorang pecandu alkohol (Oh Dae-su) diculik dan kemudian dikurung di sebuah kamar hotel kecil selama 15 tahun berturut-turut tanpa alasan yang jelas. Ruangan itu hanya memiliki wastafel, toilet kecil, TV kecil dengan antena rusak, dan tempat tidur kecil. Selama itu pula Dae-su diberi makanan yang sama, yakni pangsit goreng 3 kali sehari.

Kamu pasti menduga film ini bercerita tentang pembalasan dendam ‘kan? Yup! Setelah berhasil meloloskan diri dari kurungan, Dae-su bertemu salah satu orang yang dibayar buat mengurung dia. Dae-su melampiaskan kemarahannya dengan cara menyiksa orang bayaran tadi dengan sebuah palu. Bagian cakar palud ia pakai untuk mencabut gigi orang tersebut satu per satu.

Adegan palu tadi mungkin nggak sesadis adegan-adegan pembunuhan, tapi tingkat kengiluannya patut diacungi jempol. Kamu jago deh kalau bisa nonton adegan ini tanpa menutup mulut dan gigi kamu pake tangan.

5. The Human Centipede

Bounty Films

The Human Centipede tercantum di beberapa situs dalam daftar film yang paling menjijikkan yang pernah dibuat, dan kamu mungkin bakal sepakat.

Film ini bercerita tentang eksperimen yang dilakoni dokter bedah gila asal Jerman. Suatu hari tiga turis dibius dan dipenjara oleh dokter yang ingin menciptakan bentuk kehidupan baru dengan menjahit manusia hingga menyerupai kelabang. Sang dokter berhasil menjahit ketiga turis itu — berturut-turut dari mulut ke dubur — dengan harapan mereka bisa membentuk saluran pencernaan tunggal.

Coba deh tonton langsung dan cari tahu sendiri seberapa menjijikkannya film ini. Tapi kalau dengar sinopsisnya aja kamu udah enek, saya coba ceritakan akhir filmnya:

Turis yang paling depan dan belakang mati, sedangkan yang di tengah masih hidup dengan keadaan terjebak karena mulut dan duburnya masih tesambung dengan kedua temannya yang udah mati.

6. The Exorcist

Warner Bros.

The Exorcist memberikan kengerian yang baru dalam genre horor pada zamannya. Bahkan sampai sekarang, banyak penikmat film horor yang sepakat kalau The Exorcist merupakan film horor terbaik yang pernah dibuat. Di film ini banyak adegan-adegan menakutkan yang belum pernah muncul dalam film-film horor pendahulunya. Kamu yang udah nonton tentunya masih ingat dong adegan ketika Regan MacNeil (12 tahun) yang lagi kesurupan berjalan kayang menuruni anak tangga?

Selain adegan tersebut, ada juga beberapa adegan yang sama menakutkannya. Misalnya saat Regan yang diikat di kasur memberontak, menggelepar, sambil sesekali mengapung dan mengeluarkan suara-suara yang menakutkan. Ada lagi saat Regan memutar kepalanya 360 derajat, adegan muntah, dan pesan yang terukir di perut dari arwah gentayangan yang ditahan iblis Pazuzu.

Tapi itu semua nggak ada apa-apanya dibandingkan bagian yang paling mengejutkan dan kontroversial dari film The Exorcist, yaitu adegan ketika Regan menghunuskan sesuatu yang sakral ke… Hmm… Sebaiknya kamu nonton sendiri deh.

Nah, itulah daftar film yang terkesan berlebihan dan kelewat batas. Apa kamu udah pernah nonton salah satu film di atas? Kalau belum, coba tonton deh, dan buktikan sama kamu sendiri.

Komentar:

Komentar