Bikin Meringis, Ini 5 Film Jepang Romantis dengan Ending yang Tragis!

Kisah cinta tak selalu berakhir bahagia

Sebagai seorang pecinta film thriller Asia, termasuk buatan asal negeri Hatsune Miku alias Jepang, sebenarnya saya nggak terlalu suka dengan film romantis. Apalagi film yang terlalu menye-menye tuh. Iyuh!

Tapi ada lho beberapa film Jepang romantis yang ending-nya justru berakhir tragis. Bagi saya rasanya sama seperti menonton film thriller namun dalam dimensi yang berbeda.

Biasanya film yang punya ending tragis juga diikuti dengan alur cerita yang cenderung bikin senat-senut jantung. Sisi lain nan kelam dari hubungan dua sejoli akan dieksploitasi habis-habisan. Rasa sakit, tangis, kesengsaraan, dan putus asa adalah hal yang jamak ditemui dalam film seperti itu.

Jika kamu suka film yang anti-mainstream, berikut 5 film romantis Jepang yang ending-nya bikin meringis.

1. Let Me Eat Your Pancreas

Tenang, tenang… ini bukan film barbar macam Cannibal Holocaust atau Human Centipede kok. Let Me Eat Your Pancreas memang punya judul yang kelewat unik sebagai film yang bertema romantis. Ia berkisah tentang seorang gadis sekolah yang menderita penyakit pankreas. Hidupnya diperkirakan hanya satu tahun lagi. Sekarang kamu mengerti ‘kan alasan dari dipilihnya judul tersebut?

Editor’s Pick

Sakura Yamauchi, nama gadis tersebut, awalnya menyembunyikan penyakit yang ia derita dari teman-temannya. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saat berada di rumah sakit, Sakura tak sengaja menjatuhkan buku catatannya yang ditemukan oleh cowok teman sekelasnya. Karena reaksi si cowok yang cuek mengenai penyakitnya, Sakura pun menjadi tertarik.

Dalam sekejap, Sakura pun menjadi dekat dengan si cowok yang ternyata bernama Haruki Shiga. Ia menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya bersama Haruki, melakukan hal-hal yang ia inginkan sebelum ajal menjemputnya.

Disebut-sebut sebagai salah satu film romantis terbaik di Jepang, Let Me Eat Your Pancreas bahkan diadaptasi menjadi anime yang juga meraih kesuksesan. Lewat film ini pula kamu akan melihat sisi lain Shun Oguri, si berandalan tengil di Crows Zero.

Oh ya, jika kamu menebak bahwa akhirnya Sakura bakalan meninggal karena penyakit pankreas, kamu salah besar. Ending film ini jauh lebih menyayat hati dari itu.

2. Orange

Teori dunia paralel hingga sekarang masih menjadi perdebatan bagi banyak kalangan. Bahkan penelitian dari King’s College di London menemukan kemungkinan adanya beragam jagad raya. Loh, loh, kok jadi ngomongin penelitian dunia paralel? Ya, karena film satu ini adalah contoh dari teori dunia paralel.

Orange merupakan film tentang Naho, siswi SMA yang mendapatkan surat dari masa depan yang ditulis oleh dirinya sendiri. Surat tersebut memberi tahu peristiwa yang akan terjadi selanjutnya di kehidupan Naho secara akurat, seperti pertemuannya dengan cowok bernama Kakeru dan hubungan asmaranya.

Namun, sebenarnya tujuan utama dari surat ini adalah untuk menyelamatkan Kakeru dari kematian. Ternyata 10 tahun yang akan datang, Kakeru akan mengalami kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawanya.

Memang, kematian bakal jadi hal yang sulit terhindarkan di film ini. Tapi di balik kematian itu, terdapat rahasia yang bakal membuat siapa pun yang menontonnya pasti syok berat.

3. The Girl Who Leapt Through Time

Kalau saja kamu bisa menjelajah waktu, apa yang akan kamu lakukan? Kembali ke masa sekolah untuk memperbaiki nilai ujian atau kembali ke masa pdkt sama mantan? Pasti asyik banget ya punya kemampuan kayak itu. Begitu juga yang dipikirkan oleh Konno Makoto dalam film anime The Girl Who Leapt Through Time, saat secara tak sengaja ia mendapat kemampuan time travel.

Seperti layaknya remaja, kemampuan tersebut digunakan oleh Makoto untuk terus mengulang kebahagiaan bersama kedua sahabatnya, Mamiya Chiaki dan Tsuda Kousuke. Karaoke, baseball, dan wisata kuliner, itulah hal-hal yang kerap Makoto ulang. Terlebih lagi Makoto memendam rasa kepada Chiaki.

Seiring waktu Makoto baru tahu bahwa kemampuan uniknya mempunyai batas. Ia tersadar dirinya telah merubah banyak hal penting. Chiaki yang ia cintai tiba-tiba saja menghilang, dan bahkan kedua teman sekolahnya sampai celaka karenanya.

Namun, di tengah situasi krusial itu sesuatu terjadi, mengungkap semua pertanyaan yang tersirat dalam film ini.

Berkat The Girl Who Leapt Through Time, saya jadi tersadar bahwa hidup ini memang harus disyukuri. Salam super!

4. Sky of Love

Sky of Love adalah salah satu film Jepang romantis yang diangkat dari kisah nyata. Dan itu bikin ending tragis dari film ini menjadi lebih terasa dibanding film lainnya.

Berkisah tentang hubungan asmara antara Hiro si berandalan sekolah dengan siswi biasa bernama Mika. Sayang, perjalanan cinta keduanya nggak semulus kulit pemeran utama wanita dalam film ini. Mereka harus menerjang berbagai masalah, mulai dari Mika yang diperkosa pria lain, kehamilan di luar nikah, hingga keguguran.

Phew… Tarik nafas dulu sebelum lanjut ke hal tragis selanjutnya.

Suatu waktu Hiro meminta putus kepada Mika tanpa alasan yang jelas. Mika yang nggak menerima permintaan Hiro pun menolak dengan gigih. Tapi usahanya sia-sia, Hiro tetap pergi meninggalkannya.

Setelah itu Mika pun kembali menjalani hidupnya dan membuka lembaran baru bersama pria lain. Sampai suatu saat ia bertemu dengan teman Hiro yang datang untuk memberitahukan kenyataan pahit dari kepergian Hiro.

Sky of Love begitu terasa ngeri untuk dibayangkan, mengingat bahwa ceritanya diangkat dari kisah nyata. Bayangkan saja, penderitaan bertubi-tubi harus dilewati begitu sabar oleh karakter utama. Kalau saya sih, kelingking jari kepentok meja aja mewek, apalagi jika harus menanggung beban hidup kayak Hiro dan Mika.

5. Heavenly Forest

Daftar terakhir kembali diisi film romantis yang mengambil penyakit sebagai tema utama. Heavenly Forest berkisah tentang Shizuru Satonaka, cewek kuliahan yang memiliki penampilan kecil dan pendek karena penyakit yang dideritanya. Tubuhnya nggak boleh tumbuh melebihi batas, atau kematian akan segera menghampirinya.

Dengan membawa penyakit pada tubuhnya, Shizuru kemudian bertemu dengan Makoto Segawa dan menjalin hubungan sebatas teman dengannya. Yah, semacam friendzone gitu, soalnya Makoto suka sama cewek lain bernama Miyuki. Makoto dan Shizuru kerap bertemu dan menghabiskan waktu bersama di hutan rahasia, sambil Makoto mengasah kemampuan fotografinya.

Tapi kebersamaan mereka harus berakhir ketika Shizuru memilih menjauhi Makoto dan pergi tanpa sepengetahuannya. Meskipun setelahnya, Makoto baru tersadar bahwa cinta sejatinya adalah Shizuru.

Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian datang sepucuk surat dari Shizuru yang mengundang Makoto ke New York. Tapi sesampainya di sana, Makoto akan menemukan kenangan pilu yang akan dibawa seumur hidupnya.

Alur yang dinamis menjadi salah satu keunggulan dari Heavenly Forest. Plotnya dibawakan dengan cara flashback, membuat alur cerita menjadi lebih menarik dan merangsang kita untuk menerka-nerka kelanjutan kisahnya. Dengan kata lain, jalinan ceritanya selalu bisa bikin kamu penasaran!

Film romantis memang nggak selalu harus berakhir dengan bahagia. Akhir cerita yang tragis juga bisa jadi cerminan bagi kita agar tak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan karakter dalam film.

Jadi jangan sampai hubungan kamu dengan pacar berakhir pilu seperti film di atas ya. Itu juga kalo kamu punya pacar sih, hihi.

- Advertisement -
Shares 7

Komentar:

Komentar