5 Film yang Gagal Tayang di Beberapa Negara karena Alasan Kurang Masuk Akal

Kalau alasannya kayak Fifty Shades of Grey sih, lewat!

:

Pernah nggak kamu merasa kecewa karena film luar negeri yang ngebet pengin kamu tonton nggak pernah tayang di Indonesia? Memang nggak bisa dipungkiri kalau beberapa film Hollywood, khususnya film yang tidak masuk kategori blockbuster, sulit mendapat slot penayangan di sebagian negara.

Selain itu masalah sensor juga jadi salah satu alasan kenapa suatu film sulit mendapat restu untuk tayang di beberapa negara. Pelarangan tayang tersebut bisa diakibatkan karena adanya adegan yang terlalu vulgar, sadis, atau kurang senonoh. Atau ada juga alasan lain. Misalnya Noah (2014) yang dicekal di negara mayoritas Muslim sehubungan dengan tema yang diangkat dalam film itu. Alasannya terdengar serius ya?

Tapi nggak sedikit juga lho film yang dicekal karena alasan yang unik. Seperti 5 film yang bisa kamu lihat di bawah ini.

1. Korea Utara melarang penayangan 2012 karena…

via youtube.com

Bagi sebagian negara, kehadiran film yang mengusung tema bencana ini memang cukup kontroversional. Alasannya nggak lain karena ide ceritanya yang katanya diambil berdasarkan ramalan suku Maya mengenai akhir zaman. Ramalan tersebut akhirnya nggak terbukti. Dan kalaupun waktu itu ada orang yang percaya dunia akan musnah di tahun 2012, mungkin orang itu kurang piknik.

2012 sendiri hanya berupa cerita fiksi, yang mungkin memanfaatkan euforia saat itu. Meskipun begitu, Korea Utara justru melihat film ini sebagai ancaman.

Hmm… Kenapa bisa begitu? Itu karena Kim Jong-Il menganggap bahwa tahun 2012 yang juga bertepatan dengan 100 tahun hari lahir Pemimpin Abadi Kim Il-Sung bakal menandai kebangkitan negara Korea Utara.

Nggak mau tahun keberuntungannya dirusak oleh pemberitaan takhayul seperti fenomena 2012, Kim Jong-Il lantas melarang peredaran film 2012, bahkan untuk film bajakannya sekalipun. Jika ada orang yang membangkang perintah tersebut, mereka bakal ditangkap dan dipenjarakan.


2. Burma (Myanmar) melarang penayangan The Simpsons Movie 

via stmed.net

Meskipun di Amerika Serikat The Simpsons Movie dapat rating PG-13 dari MPAA (KPI-nya Amerika Serikat), rating tersebut nggak menghalangi film animasi ini untuk tayang di beberapa negara. Ya, cuma ada satu negara yang mencekal penayangan film ini: Myanmar. Tapi bukan unsur vulgar atau kekerasan yang menjadi alasan pencekalan film, melainkan penggunaan warna kuning dan merah yang berlebihan.

Selidik punya selidik, pelarangan tayang The Simpsons Movie didasari kepercayaan orang Burma terhadap hal-hal yang bersifat klenik. Kemungkinan mereka menganggap kalau apa yang ditampilkan di film ini bakal sulit diterima oleh masyarakat setempat.

3. Swedia, Finlandia, dan Norwegia melarang E.T: The Extra Terrestrial ditonton anak berusia 12 tahun ke bawah

via imdb.com

Kesuksesan E.T. the Extra-Terrestrial nggak lantas bikin banyak kalangan terpikat dengan ceritanya yang menyentuh. Beberapa negara Skandinavia pernah mencekal penayangan film ini bagi anak-anak. Pihak penyesoran film di sana menilai E.T. berbahaya karena menampilkan “orang dewasa sebagai musuh bagi anak-anak”.

E.T. memang menceritakan tentang sekelompok anak-anak bersama teman aliennya yang menghindari kejaran agen pemerintah (yang tentu diperankan orang dewasa, bukan balita). Melihat hal tersebut, Gunnel Arrback selaku kepala sensor film di Swedia pada saat itu beranggapan kalau film ini bisa mempengaruhi pola pikir anak-anak.

Cukup ironis sih kedengarannya. Film anak-anak yang dikhususkan bagi anak-anak justru dilarang untuk ditonton oleh anak-anak.

4. Filipina melarang penayangan semua film yang dibintangi Claire Danes

via jennigoesglobal.com

Sial, mungkin kata yang tepat untuk mendeskripsikan perjalanan karier Claire Danes sebagai aktris. Gimana nggak? Akibat ucapannya yang blak-blakan saat wawancara dengan Vogue, film yang dia bintangi, Brokendown Palace, harus dicekal penayangannya di Filipina.

Pencekalan ini berawal ketika Danes ditanya pendapatnya tentang Manila, yang jadi salah satu tempat syuting Brokendown Palace. Dia dengan dinginnya bilang kalau Manila itu “Kota yang mengerikan dan aneh.” Danes pun menambahkan bahwa Manila “Berbau kecoak, dan banyak tikus di mana-mana…”

Mendengar tanggapan negatif mengenai ibu kota Filipina tersebut, Joseph Estrada, mantan aktor yang juga kala itu menjabat sebagai Presiden Filipina mengecam keras pernyataan yang dilontarkan Danes. Dan sebagai hukumannya, aktris yang membintangi film Romeo + Juliet ini nggak diizinkan menginjakkan kaki di Filipina sampai ia membuat permohonan maaf terbuka.

5. Republik Rakyat Tiongkok melarang penayangan Christopher Robin

via conversationsabouther.net

Alasannya cukup menggelitik sih, pencekalan terhadap karakter Winnie-the-Pooh ini bukan kali pertama muncul di Tiongkok. Pelarangan ini diduga berawal dari banyaknya meme yang membandingkan Presiden Xi Jinping dengan Pooh, dan pihak Partai Komunis Tiongkok merasa kalau meme tersebut justru merendahkan martabat Presiden Xi.

Ya, kalau kita dengar, alasan dilarang tayangnya 5 film di atas memang terkesan nggak masuk akal sih. Tapi entah juga kalau saya jadi penduduk Filipina atau Myanmar misalnya, mungkin saya juga bakal setuju dengan pelarangan tersebut. Kalau kamu gimana?

Komentar:

Komentar