4 Insiden Saat Syuting Film yang Berujung Kematian Aktornya, Tragis Banget!

Siapa bilang jadi aktor itu enak, serem tahu!

:

Jika kamu masih menganggap syuting film itu cuma mengharuskan aktor untuk berakting di depan kamera, sebaiknya kamu harus buang jauh-jauh pemikiran seperti itu. Terlebih lagi di film action, terkadang para aktor (dan stuntman) pun harus ambil bagian dalam adegan-adegan yang bisa membahayakan nyawa.

Dan yang mengerikannya, nggak semua pengambilan adegan tersebut berjalan lancar lho. Ada segelintirnya yang berakhir tragis bagi individu yang terlibat dalam proses syuting. Seperti 4 momen yang berakhir dengan kematian aktor dan stuntman ini.

1. Stuntman di The Expendables 2 yang tewas akibat ledakan di set film

via news.com.au

Pada bulan Oktober 2011, mungkin nggak ada yang menyangka kalau Kun Liu, stuntman di film Expendables 2, bakalan meninggal pada saat proses syuting berlangsung. Mungkin sutradara Sylvester Stallone sekalipun nggak pernah menyangkanya.

Kejadian mengerikan tersebut terjadi ketika Kun Liu bersama satu rekannya sedang dalam proses pengambilan gambar di Danau Ognyanovo, Bulgaria. Kedua stuntman ini terlibat dalam adegan ledakan di film tersebut. Tapi nahas bagi Liu, dia mengalami luka akibat ledakan yang mengakibatkan dirinya tewas seketika.

Kejadian ini seharusnya bisa dihindari, apalagi melihat tema aksi yang berbahaya dari film The Expendables sendiri.

2. Pesawat yang dikemudikan Art Scholl jatuh saat syuting film Top Gun

via sadaalmawakea.com

Menyandang predikat sebagai salah satu stunt pilot terbaik yang ada di Hollywood, nggak menjamin Art Scholl bisa selamat menghadapi maut yang mengintainya di angkasa.

Berawal dari rencana untuk mendapatkan footage dari aerobatik pesawat yang berputar-putar untuk film Top Gun, Scholl dipilih sebagai pilot yang melakukan aksi tersebut bersama dengan Kevin Kammer dan Chuck Wentworth yang mengikuti pesawat Scholl di belakang. Namun kejadian buruk muncul pertama kali saat mereka melihat pesawat Scholl berputar di ketinggian 1.2 km di atas permukaan laut.


Kammer pada saat itu mendengar transmisi radio yang dikirimkan Scholl berisi pesan, “Aku mengalami masalah. Aku benar-benar mengalami masalah!” Sayangnya, pesawat Pitts Special milik Scholl jatuh langsung ke laut.

Dan yang lebih mengerikannya lagi, keberadaan pesawat dan tubuh dari Scholl hingga saat ini tidak pernah ditemukan.

3. Brandon Lee tewas tertembak di film The Crow

via dreadcentral.com

Nama besar Bruce Lee mungkin jadi bayang-bayang bagi Brandon Lee saat dirinya memutuskan untuk meniti karier sebagai aktor. Tapi nggak cuma bayangan dari sosok ayahnya saja, nasib Lee pun pada akhirnya harus berakhir sama seperti yang dialami oleh mendiang ayahnya.

Bukan karena penyakit seperti yang diderita ayahnya beberapa hari sebelum perilisan film Enter the Dragon, Brandon Lee tewas tertembak secara nggak disengaja saat pengambilan adegan untuk The Crow pada tahun 1993.

Ya, kejadian ini bermula akibat kesalahan dari asisten properti yang kurang cermat memeriksa kesiapan properti. Pistol yang digunakan pada saat pengambilan adegan Lee sebenarnya sudah tidak berisikan peluru. Hanya saja karena pistol tersebut pernah dipakai sebelumnya, pihak kru lupa  ada satu peluru yang masih tersimpan di dalam pistol tersebut.

Alhasil, adegan yang seharusnya aman justru menjadi bencana ketika Michael Massee menembakan pistol tersebut ke tubuh Lee yang sedang berdiri sejauh empat meter darinya. Lee tertembak dan tak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, Lee dinyatakan meninggal.

4. Vic Morrow, Myca Dinh Le, dan Renee Shin-Yi Chen jadi korban kesalahan fatal saat proses syuting Twilight Zone: The Movie

via awful-movies.wikia.com

Pada tahun 1983, Twilight Zone: The Movie akhirnya berhasil masuk ke layar lebar, meskipun ada hal yang masih mengganjal di balik pembuatan film ini. Salah satunya ketika proses syuting untuk plot “Time Out” yang disutradari oleh John Landis.

Dalam plot tersebut, karakter Bill, yang diperankan oleh Vic Morrow, mengalami sebuah kejadian di mana dia kembali ke peristiwa di masa lalu, seperti zaman pendudukan Nazi di Eropa, Ku Klux Klan di Amerika Serikat bagian Selatan, sampai Perang Vietnam, yang melibatkan dirinya dalam semacam misi penyelamatan anak-anak dari Vietnam.

Adegan penyelamatan Bill ini menjadi adegan penutup akting Vic Morrow selamanya. Ya, pada adegan yang dilakukan pada dini hari ini, Morrow bersama dua orang anak, Myca Dinh Le, dan Renee Shin-Yi Chen mengalami sesuatu hal yang nggak terduga saat mereka sedang berakting.

Pada saat Morrow, Le, dan Chen berada di set film, helikopter yang berada di atas mereka mengalami kecelakaan. Helikopter tersebut sebenarnya terbang cukup jauh sekitar 7.6 meter di bawah tanah, hanya saja sesuatu yang tidak diharapkan terjadi ketika ledakan mortir untuk efek visual di film tersebut mengenai salah satu bagian belakang helikopter.

Helikopter tersebut akhirnya jatuh dengan cepat, dan menewaskan ketiga aktor yang sedang bermain. Chen tewas akibat terimpit roda kanan dari helikopter, sementara Morrow dan Le tewas akibat rotor bagian belakang helikopter yang memotong tubuh mereka.

Efek dari peristiwa ini pun sangat besar, nggak hanya menyebabkan seseorang tewas saat pembuatan film, perekrutan anak-anak untuk bermain film dan syuting di malam hari menjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak produksi film ini.

Akibat pelanggaran ini, sang asisten sutradara Andy House bahkan dicopot namanya dari kredit film yang digantikan menjadi nama samaran “Alan Smithee”.

Ya, melihat dari kesalahan yang terjadi pada proses syuting film ini, kamu pasti menjadi lebih sadar bahwa bahaya akan selalu mengintai kemana pun kita berada, bahkan pada situasi yang dianggap aman bagi kita. Lagian, kamu nggak mau ‘kan mengalami peristiwa seperti di atas? Intinya, kamu harus lebih berhati-hati ya!

Komentar:

Komentar