4 Contoh ketika Duet Aktor Cowok Sukses Menghasilkan Chemistry Mengagumkan di Film

Dari pebisnis hingga pembunuh

Seorang aktor hebat harus selalu bisa berperan menjadi apa saja. Ia juga harus mau dipasangkan dengan siapa saja. Tapi, ketika harus berduet, ia dan pasangan mainnya harus mengalahkan ego masing-masing demi bisa menampilkan akting yang menawan sebagai pasangan.

Kita mungkin bakal susah melupakan karakter Rangga & Cinta yang diperankan Nicholas Saputra & Dian Sastrowardoyo. Atau bagaimana kita melihat pesona Irwansyah & Acha Septriasa di setiap film yang mereka bintangi. Lebih baru lagi, ada pasangan Jefri Nichol & Amanda Rawles yang diminati anak muda zaman sekarang.

Tapi, nggak semua film itu selalu memasangkan aktor cowok dengan aktor cewek. Ada juga film yang meminta aktor cowok untuk berduet dengan aktor cowok lainnya sebagai pemeran utama, dan tentu mereka juga dituntut menghasilkan chemistry yang kuat.

Ingin tahu siapa saja? Berikut 4 pasangan aktor yang berhasil memerankan karakter mereka dengan sangat baik. Harus kamu ingat tapinya, ini bukan berarti karakter yang mereka perankan punya orientasi seksual yang menyimpang ya.

1. Vino G. Bastian – Herjunot Ali (Realita Cinta & Rock n Roll)

Dulu cowok koloran doang ke pusat keramaian masih menjadi tren/via youtube.com

Pernah berlaku nakal nggak di sekolah dulu? Bolos karena nggak suka pelajarannya, misalnya? Atau kamu ngambil makanan lima tapi ngakunya tiga ke penjaga kantin sekolah?

Kalau pernah, kamu nggak usah khawatir. Vino G. Bastian dan Herjunot Ali juga pernah nakal kok waktu SMA. Mereka sering bolos karena lebih mencintai musik daripada sekolah. Bahkan mereka bolos hanya untuk bersenang-senang atau pergi ke toko kaset milik Nadine Chandrawinata. Senakal itukah mereka?

Ya, tapi itu hanya ada di Realita Cinta & Rock n Roll, film remaja besutan Upi keluaran 2006. Di film ini, Vino yang berperan sebagai Ipang dan Junot yang berperan sebagai Nugi sukses menancapkan standar karakter ‘pelajar bandel’ di film Indonesia. Jadi jangan heran kalau karakternya bengal di film remaja masa kini sedikit banyak terinspirasi dari Ipang dan Nugi.

2. Chicco Jerikho – Rio Dewanto (Filosopi Kopi)

Sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu di hari kita saling berbagi/via Visinema ID

Tidak hanya di tataran pelajar saja, persahabatan dua karakter laki-laki bisa sampai dewasa, bahkan membangun bisnis bersama. Adalah Chicco Jerikho dan Rio Dewanto yang memukau pencinta film Indonesia lewat Filosopi Kopi (2015). Mereka berhasil memerankan Ben & Jody yang harus jatuh bangun dalam mendirikan bisnis kedai kopi. Tak jarang, persahabatan mereka berdua pun menjadi taruhannya.

Menariknya, mereka berdua nggak hanya berhasil mendirikan kedai kopi di film belaka. Mereka juga membuka sebuah kedai yang diberi nama Kedai Filosopi Kopi di dunia nyata.

3. Deddy Sutomo – Oka Antara (Mencari Hilal)

Berkat Mencari Hilal, Deddy Sutomo berhasil menggondol Piala Terpuji dari Festival Film Bandung pun Piala Citra dari Festival Film Indonesia/via MVP

Chemistry yang kuat dari pasangan aktor laki-laki bisa juga terlukis dalam hubungan keluarga. Banyak lho film Indonesia yang mengisahkan tentang hubungan seorang ayah dan seorang anak. Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah penampilan almarhum Deddy Sutomo yang berduet dengan Oka Antara dalam Mencari Hilal (2015).

Film ini menceritakan perjalanan keduanya dalam mencari hilal. Selama dalam perjalanan, perbedaan karakter keduanya sangat menonjol. Salah satunya tercermin ketika mereka tersesat. Deddy Sutomo bersikeras untuk bertanya ke warga sekitar, sementara Oka lebih memilih menggunakan Google Maps.

4. Oka Antara – Kazuki Kitamura (Killers)

Berdasarkan pengalaman saya menonton film Indonesia, dari zaman saat saya masih bocah ingusan sampai sekarang ingusnya sudah jadi danau, pasangan aktor inilah yang paling memukau. Mereka adalah Oka Antara dan Kazuki Kitamura yang dipasangkan dalam Killers (2014).

Mereka berdua sama-sama berperan sebagai seorang pembunuh, tapi cerita mereka dilukiskan berlainan. Oka diceritakan beraksi di Indonesia sedangkan Kazuki di Jepang. Namun di babak akhir film, mereka harus bertemu dan bertarung. Lantas, siapa yang akan menang?

Kalau mau diibaratkan dalam konser dangdut, pertarungan mereka di babak akhir film terlihat seperti duet maut yang sulit saya lupakan. Suara tembakan, desing peluru, hingga darah bercucuran di mana-mana, memberikan pengalaman sinematik terbaik dari mereka berdua.

Saking totalitasnya Oka Antara dalam berperan, ilernya sampai keluar beneran lho/via youtube.com

Gimana, apakah kamu suka juga dengan daftar di atas? Kalau masih ada daftar yang lain boleh ditambahkan ya.

17 Shares

Komentar:

Komentar