4 Contoh ketika Duet Aktor Cewek Sukses Menghasilkan Chemistry Mengagumkan di Film

Delapan artis ini langganan nominasi di berbagai penghargaan tanah air lho!

:

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang duet aktor cowok yang menghasilkan chemistry luar biasa ketika diduetkan dalam film. Nggak adil dong rasanya kalau kita nggak membahas aktor ceweknya? Betul? Makanya, di artikel ini saya membuat daftar kombinasi duet aktor cewek yang bikin kita terpana dengan akting mereka.

Ingin tahu siapa saja? Berikut 4 pasangan aktor yang dimaksud. Harus kamu ingat tapinya, ini bukan berarti karakter yang mereka perankan punya orientasi seksual yang menyimpang ya.

1. Titi Kamal – Kinaryosih (Mendadak Dangdut)

Lay lay lay lay, panggil aku si jablay/via youtube.com

“Neng, ikut abang dangdutan yuk.”

“Najis lu!”

Penggalan dialog di atas mungkin jadi salah satu dialog yang dikenang dari dunia perfilman Indonesia. Ya, dialog tersebut muncul dalam Mendadak Dangdut yang diproduksi oleh SinemArt pada tahun 2006. Tak sebatas dialog tersebut, film ini pun menjadi spesial berkat akting menawan dari Titi Kamal dan Kinaryosih.

Kegemilangan Titi Kamal tergambarkan dengan jelas lewat perannya sebagai Petris, seorang penyanyi rock alternatif yang selalu memandang remeh segala sesuatu. Sedangkan Kinaryosih? Ia berperan sebagai Yulia, kakak sekaligus manajernya Petris, yang sering dibentak-bentak oleh adiknya itu.

Kalau dipikir-pikir, ini adalah pasangan yang suka melengkapi satu sama lain. Yang satu suka membentak; yang satu suka dibentak-bentak. Sempurna!


2. Adinia Wirasti – Prisia Nasution (Laura & Marsha)

“Pada saat lu sudah gak punya apa-apa lagi, berarti udah gak ada lagi yang bisa hilang dong, jadi lu bisa bener-bener bebas ngelakuin apapun”/via youtube.com

Pernah bepergian dengan sahabat tercinta? Kalau belum cobain deh, soalnya ada pepatah mengatakan kita belum bisa mengenal orang lain sebelum melakukan tiga hal dengannya. Salah satunya adalah bepergian bersama. Itulah yang dilakukan oleh duet aktor Adinia Wirasti dan Prisia Nasution yang bepergian bersama ke Eropa dalam Laura & Marsha (2013).

Ternyata perjalanan mereka jauh dari kata mulus. Persahabatan mereka yang sudah terjalin dari SMA nggak menjamin keduanya sama-sama terbuka satu sama lain. Tanpa diketahui Marsha, Laura sebenarnya punya agenda tersendiri yang membuatnya setuju pergi ke Eropa.

Penampilan mereka berdua yang teramat menawan (dan mampu menguras emosi penonton), dijamin kamu nggak akan bosan selaman nonton film ini. Berkat Laura & Marsha pula Adinia Wirasti yang berperan sebagai Marsha berhasil menyabet Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2013.

3. Marsha Timothy – Acha Septriasa (Nada Untuk Asa)

via youtube.com

Secara usia, Marsha dan Acha hanya terpaut 10 tahun. Namun siapa sangka, dalam Nada Untuk Asa (2015), Marsha dan Acha harus berperan sebagai ibu dan anak. Atas peran ini, Marsha Timothy yang berperan sebagai Nada, ibunya Asa, harus terlihat lebih tua dan berperan dengan meyakinkan sebagai seorang ibu.

Segala usaha yang dilakukan oleh keduanya memang tampak meyakinkan ketika saya menontonnya. Kepedihan seorang ibu yang mendapati anaknya terkena sebuah penyakit dilakoni Marsha dengan baik. Pun Acha yang tampil gemilang mengimbangi Marsha.

Marsha dan Acha bisa dibilang salah satu duet yang menguras emosi dan air mata saya. Terbukti, kerja keras mereka pun diapresiasi oleh penghargaan tanah air. Marsha Timothy mendapat Pemeran Utama Wanita Terbaik di Indonesian Movie Actor Awards 2015, sementara Acha Septriasa berhasil meraih nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terpuji di Festival Film Bandung 2015.

4. Chelsea Islan – Pevita Pearce (Sebelum Iblis Menjemput)

Keduanya masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terpuji FFB 2018 / via youtube.com

Tiada yang paling membahagiakan selain melihat Chelsea Islan dan Pevita Pearce berada dalam satu frame. Terlebih melihat permainan mereka bukan dalam balutan drama cinta ala Hayati atau Ilona, tapi dalam balutan darah. Semua itu bisa kita saksikan di Sebelum Iblis Menjemput, film horor/thriller karya Timo Tjahjanto yang tayang pada Agustus 2018.

Dalam film ini, Chelsea dan Pevita ditantang untuk memerankan karakter di luar zona nyaman mereka, di mana keduanya harus terbiasa dengan aksi pembunuhan penuh darah dan kengerian.

Menurut saya, kolaborasi mereka dalam Sebelum Iblis Menjemput adalah sebuah nikmat yang tak bisa didustakan. Kapan lagi coba lihat Chelsea Islan bermain dalam kubangan lumpur?

via youtube.com

Segitu dulu saja ya contohnya. Kalau kamu punya daftar lain, jangan ragu tambahkan di kolom komentar.

Komentar:

Komentar