20 Film Komedi Terbaik yang Mengandalkan Humor Absurd dan Satir

Ketika karakter idiot berkumpul, nothing is impossible!

:

Para penulis di Selipan sebetulnya termasuk orang yang kurang suka diberi janji manis. Jadi saat kami minta dikasih rekomendasi film komedi terbaik yang lucu, tapi ternyata film tersebut nggak ada lucu-lucunya sama sekali, kami bakal merasa kecewa berat. Lalu kami pun bakal melantunkan lagu Janji Manismu sambil berpose seperti ini…

Bayangkan aja dia lagi nyanyi “Janji Manismu”

“Hati membeku mengingatkan, kata janji manismuuuuuu, hauu, hauu…”

Anyway, karena kami orangnya nggak suka dikecewakan, maka dalam artikel ini kami berusaha buat mencantumkan rekomendasi film komedi terbaik yang memang benar-benar lucu khusus untuk kamu. Jika kami nggak dibuat ketawa oleh suatu film, kami nggak akan mencantumkan film itu di daftar ini.

Ini dia daftarnya.

1. Monty Python’s The Meaning of Life

Universal Pictures

Saya punya enam kata untuk mewakili film ini: Serius tapi ngaco, absurd, dan lucu.

Iya, walaupun judulnya terkesan serius banget, The Meaning of Life bakal mengajak kamu untuk memahami aspek krusial yang ada di dalam kehidupan manusia, seperti momen kelahiran, pendewasaan, sampai kematian manusia. Tapi yang namanya film komedi, semua topik serius itu dikemas dengan cara yang absurd.

Lewat film ini, saya bisa mengerti pesan utama yang Monty Python ingin sampaikan mengenai kehidupan di dunia ini: tidak ada yang istimewa dan tetaplah mencoba untuk menjadi orang baik selama masih hidup.

~ Prabu

2. Wayne’s World

Paramount Pictures

Wayne’s World bercerita tentang dua sahabat bernama Wayne dan Garth yang mempunyai acara TV kabel berjudul Wayne’s World. Walaupun isi acaranya nggak jelas, acara mereka populer banget. Acara tersebut bahkan menarik minat pebisnis culas yang pengin menyabotasenya buat kepentingan pribadi.

Itu dia inti cerita dari Wayne’s World.  Ya kamu nggak salah baca, plot filmnya memang sesederhana itu.

Tapi yang bikin film ini lucu ada di candaan dari dua karakter utamanya yang polosnya kebangetan. Saya masih bisa tertawa terbahak-bahak saat menonton adegan ketika mereka menjelaskan tentang cara kerja iklan di TV dalam mempromosikan produk. Brilian sekaligus konyol!

Saya masih nggak habis pikir apa yang ada di benak sutradara Penelope Spheeris saat dia menggarap Wayne’s World. Kok bisa ya bikin film yang dipenuhi dengan kritik sosial tapi ditampilkan dengan lucu kayak film ini. Top!

~ Prabu

3. The Gods Must be Crazy

20th Century Fox

Cuma gara-gara menemukan sebuah botol (yang turun dari langit), seorang pria dari pedalaman Afrika harus menghadapi cobaan berat dalam hidupnya. Mulai dari menghadapi rintangan di alam liar sampai harus berdebat tentang kegunaan utama botol itu dengan teman-teman satu sukunya, semua itu harus dia hadapi gara-gara botol yang disangkanya pemberian dewa. Hadeeeh…

The Gods Must be Crazy pas banget buat kamu yang butuh tontonan komedi tanpa harus banyak mikir pas nontonnya. Film ini lebih mengutamakan unsur slapstick, alias teknik komedi yang berfokus pada humor fisik. Agak-agak mirip guyonan acara TV pas sahur gitu deh. Tapi yaah, humor di film ini jauh lebih lucu.

~ Prabu

4. Ace Ventura: Pet Detective

Warner Bros.

Jim Carrey memang nggak ada matinya. Saya pun sampai kesulitan untuk memilih film komedi terbaik Jim Carrey. Walaupun, setelah bertapa selama 3 menit 27 detik, saya tersadar kalau Ace Ventura: Pet Detective selalu mempunyai tempat khusus di hati saya.

Film ini bercerita tentang petualangan Ace Ventura, seorang detektif hewan yang mengemban misi untuk menyelesaikan kasus penculikan hewan. Selain karena jalan ceritanya yang memang komedik banget (detektif yang nyari lumba-lumba?), kekuatan humor dari film ini juga terletak di gaya khas Jim Carrey: ekspresi muka konyol, gestur tubuh elastis, celotehan absurd.

Absurd? Iya lah. Kalau kamu nggak menganggap adegan ketika Jim Carrey berbicara memakai bokongnya, berarti ada yang salah sama kamu!

Dan mulai sekarang kamu harus ingat-ingat, jika cicak di rumah kamu mendadak diculik, hubungi aja detektif hewan a.k.a Ace Ventura.

~ Prabu

5. 40 Year Old Virgin

Universal Pictures

Apa jadinya jika ada sekelompok orang dewasa yang pengin membantu sahabat mereka untuk melepas keperjakaannya? Jangan salah, pria perjaka yang bernama Andy itu umurnya udah nggak muda lagi. Yup, umurnya udah 40 tahun. Normalnya sih, dia udah punya satu atau dua anak!

Kayaknya nggak gampang ya buat memerankan perjaka berumur 40 tahun. Tapi untungnya, Steve Carrel sukses besar dalam memainkan karakter Andy yang raut mukanya lurus banget itu. Dan itu paling terlihat di adegan saat Andy disuruh mencabut bulu dadanya.

~ Prabu

6. Deadpool

20th Century Fox

Saya tahu kalau film ini sebenarnya lebih cocok dibilang film action atau superhero. Tapi ayolah, pada dasarnya Deadpool adalah film komedi!

Setiap dialog yang diucapkan oleh anti-hero milik Marvel ini selalu punya one liner punch line yang mengandung magis humor. Dia pun sering menyindir hal-hal klise dari film superhero dengan cara yang sarkastik banget.

Belum lagi dialog-dialog fourth wall breaking yang selalu dia lakukan untuk berkomunikasi dengan penonton, semakin memperkuat kalau sebenarnya Deadpool adalah sebuah mahakarya komedi.

~ Prabu

7. Shaolin Soccer

Miramax

Apa jadinya kalau teknik bela diri kung fu ala shaolin dikombinasikan dengan teknik sepak bola? Nggak perlu menebak-nebak lagi, karena kamu bisa dapat jawabannya di Shaolin Soccer, film yang dibintangi oleh master komedi dari Hong Kong, Stephen Chow.

Setelah adegan pembuka yang agak miris dari salah satu karakternya, saya jamin kamu nggak dikasih ampun di sisa durasi film ini. Yup, kamu bakal terus dibuat ngakak!

Jangan berharap kamu bakal menemukan sepak bola yang normal di film ini. Semuanya serba lebay. Bahkan Kapten Tsubasa dan Hyuga juga bakalan bergidik saking takjubnya kalau lihat teknik sepak bola kung fu ala Stephen Chow dkk.

Saya sarankan kamu coba juga nonton film-film lainnya dari Stephen Chow. Keabsurdannya mungkin nggak separah Shaolin Soccer, tapi selamat mencoba!

~ Prabu

8. The Hangover

Warner Bros.

Bayangkan kamu sedang berpesta pora semalam suntuk bareng teman-teman. Tiba-tiba saat kamu bangun keesokan harinya, kamu nggak ingat apa pun tentang apa yang terjadi semalam. Lebih parahnya lagi, salah satu teman kamu hilang. Dan saat kamu pengin pergi ke toilet, kamu terlalu takut karena di dalamnya ada harimau.

Itulah yang menjadi garis besar dari jalan cerita The Hangover. Tapi itu belum seberapa, karena cerita film ini bakal semakin gila seiring berjalannya durasi.

Film ini udah punya dua sekuel yang nggak kalah lucu. Jadi, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan setelah selesai nonton The Hangover ‘kan?

~ Prabu

9. Harold and Kumar: Escape from Guantanamo Bay

New Line Cinema

Dibandingkan film prekuelnya yang bertajuk Go to White Castle, Harold & Kumar: Escape from Guantanamo Bay menawarkan humor yang lebih segar dari segi cerita dan karakter-karakternya. Gimana nggak, sekarang mereka terdampar di salah satu penjara paling ketat di seluruh dunia! Ada-ada aja kelakuan mereka nih.

Jenis humornya cenderung masuk ke dark comedy (komedi gelap). Sepanjang film berlangsung, kamu akan plot ngawang ala film komedi stoner (istilah untuk orang yang menggunakan ganja) dan dialog-dialog giting seputar hal-hal sensitif.

~ Prabu

10. Dumb and Dumber

New Line Cinema

Oke saya akui, saya penggemar berat Jim Carrey, dan saya merasa berat kalau hanya mencantumkan satu filmnya. Maka dari itu saya berkewajiban untuk mencantumkan Dumb and Dumber di daftar ini.

Alur film ini nggak terlalu kuat seperti Ace Ventura: Pet Detective. Tapi Dumb and Dumber punya kekuatan di aspek penyampaian dialog dan aksi humornya yang nggak kasih kesempatan buat penonton untuk “bernapas”. Sekalinya kamu bisa sedikit bersantai tanpa harus ketawa, gelontoran lelucon berikutnya langsung dipertontonkan duet Jim Carrey dan Jeff Daniels.

Berkat film ini juga, saya merasa kalau Jim Carrey memang seorang legenda hidup di ranah komedi. Nggak percaya? Silakan tonton film ini dan resapi dengan saksama adegan saat Jim Carrey dan Jeff Daniels berencana untuk membunuh karakter lain dengan racun tikus. Edan!

~ Prabu

11. Liar Liar

Universal Pictures

Lagi-lagi Jim Carrey. Maafkan diri saya yang sudah terlanjur jatuh hati sama film-film komedi Jim Carrey. Tapi ya mau gimana lagi, dia selalu berhasil memancing tawa saya lewat aksinya yang autentik. Dan dia sekali lagi melakukannya di Liar Liar.

Sebenarnya film ini termasuk juga dalam kategori komedi romantis atau romantic comedy. Tapi sisi romantisnya cuma sebatas pelengkap kok. Film ini tetap lebih didominasi sama unsur komedi. Bahkan sedikit berbeda disbanding Dumb and Dumber, di mana Jim Carrey berbagi tugas dengan Jeff Daniels, di Liar Liar Jim Carrey seolah beraksi solo untuk menghibur penonton.

Itu juga pertimbangan saya untuk mencantumkan Liar Liar. Jim Carrey mampu membuat lawakan yang menyesuaikan dengan karakter yang dia mainkan di setiap filmnya.

Oh satu lagi, mungkin kamu akan menyadari Jim Carrey adalah seorang komedian jenius kalau kamu cukup sabar untuk menonton gag reel yang muncul setelah film selesai.

~ Prabu

12. 3 Idiots

Reliance BIG Pictures

Komedi satir yang cerdas. Nggak ada kata lain yang bisa mewakili 3 Idiots selain komedi satir yang cerdas!

Sebagai film bergenre satir, film ini jelas mengandung pesan dan kritik yang disampaikan melalui tiga karakter mahasiswa jurusan teknik, terutama kritik untuk sistem pendidikan di India. Tapi kamu sama sekali nggak akan merasa lagi diceramahi ketika mendengarkan kritiknya. 3 Idiots dengan lihai membungkus semua kritikan itu dengan komedi yang memang beneran lucu habis.

Setelah dibikin ketawa terbahak-bahak, kamu pun mungkin bakal mengangguk setuju dengan kritikan yang tersemat di dalam film ini, sambil bilang, “Iya juga ya. Benar, aku juga merasakan hal ini di kehidupan.”

Yup, meskipun lebih ditujukan buat mengkritik sistem pendidikan India, kritikan dalam film ini juga lumayan relevan dengan kondisi dan budaya pendidikan di Indonesia sekalipun.

~ Dhika

13. One Cut of the Dead

Enbu Seminar

Kalau film komedi yang satu ini, pada awalnya saya dibuat bingung saat menontonnya. Begitu film dimulai, saya diperlihatkan gambar dengan kualitas yang… aah… jelek banget. Saya serasa lagi nonton film kelas B yang bujetnya mungkin setara dengan harga motor bebek bekas.

Entah kenapa, saya merasa ada yang salah sama film ini.  Mungkin itu karena akting dari aktor-aktornya yang memprihatinkan? Atau mungkin karena faktor jalan ceritanya yang seperti dibuat asal-asalan? Atau mungkin karena efek darah yang kelihatan banget bohongannya?

Dan semua pertanyaan itu akhirnya terjawab saat One Cut of the Dead menginjak pertengahan durasi. Di momen itu juga kita bakal mendapat hiburan komedi yang sesungguhnya dari film ini. Satu saran saya kalau kamu pengin nonton film ini: jangan berpikir One Cut of the Dead itu film zombie biasa, dan bersabarlah.

~ Dhika

14. In the End (Phobia 2)

GTH

Jika kamu belum tahu, 4bia dan sekuelnya, Phobia 2, merupakan film omnibus dari Thailand. Dan In the End merupakan film kelima di Phobia 2.

Sama dengan One Cut of the Dead, Phobia 2 juga termasuk dalam kategori film horor. Terdiri dari lima film pendek, empat film pertamanya memang murni horor. Tapi tunggu dulu, suasana yang berbeda mulai terasa di film kelimanya yang menceritakan tentang empat kru film bernasib sial. Gimana nggak sial, kuartet ini harus menyelesaikan syuting film saat pemeran hantunya mendadak meninggal!

Untuk lengkapnya, kamu harus nonton langsung. Mustahil menjelaskan film ini tanpa masuk ke ranah spoiler. Saya hanya bisa bilang, kalau kamu butuh tontonan horor yang berkualitas, saya merekomendasikan banget Phobia 2. Tapi saat kamu butuh komedi yang benar-benar mengocok perut, saya sarankan kamu langsung loncat ke film terakhirnya.

~ Dhika

15. Why Don’t You Play in Hell?

Drafthouse Films

Judulnya mungkin bisa dibilang seram, tapi isi filmnya jauh dari kata seram.

Mau tahu seberapa absurd film ini? Contohnya, apa kamu pernah dengar ada kelompok yakuza yang membuang senjata api dan jas keren mereka, lalu menggantinya dengan kimono dan katana? Alasannya, pistol dan jas itu “nggak Jepang banget”. Nggak berhenti sampai di situ, mereka juga memindahkan markas ke benteng kuno ala zaman samurai.

Masih kurang absurd? Bagaimana kalau kamu melihat ketua yakuza jatuh cinta pada aktris cilik yang jadi model iklan sikat gigi, dan ketua yakuza yang ganas itu jadi sering menyanyikan jingle iklan tanpa sadar di depan anak buahnya?

Cukup dulu deh soal keabsurdannya. Inti dari film ini sendiri menceritakan tentang sutradara amatir dan kru filmnya yang secara kebetulan harus memfilmkan dua kelompok mafia yang tengah berperang. Durasi filmnya mencapai dua jam, tapi kamu bakal dapat hiburan yang sepadan dengan menonton Why Don’t You Play in Hell?

~ Dhika

16. Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan

20th Century Fox

Wah, judulnya panjang banget yah. Tapi tenang, kamu nggak akan dibuat pusing sama film yang satu ini.

Jadi Borat itu adalah reporter dari Kazakhstan yang sengaja pergi ke Amerika untuk mempelajari budaya masyarakat di sana. Harapannya, dia akan membawa pulang bekal ilmu dari negeri Paman Sam untuk diterapkan di negara asalnya. Tujuannya itu mungkin mulia, tapi kepolosan dari Borat malah bikin perjalanan studi bandingnya jadi penuh kekacauan.

Yup, saking polosnya Borat, lift pun dikira kamar tidur.

~ Dhika

17. Ted

Universal Pictures

Rasanya nggak aneh kalau kita melihat anak kecil yang menginginkan boneka beruangnya hidup layaknya manusia. Tapi bagaimana jika impian anak itu menjadi kenyataan,lalu si boneka beruang tumbuh menjadi sosok pencandu narkoba dan sering membuat masalah?

Yup, itulah inti cerita film yang dibintangi Mark Wahlberg dan Seth MacFarlane ini. Jika kamu menggunakan imajinasi, kamu pasti bakal ketawa parah saat melihat adegan Mark Wahlberg memacu kencang mobilnya sambil diiringi lagu tema The Flash.

Untuk apa dia kebut-kebutan di jalan seperti itu? Untuk bertemu pemeran The Flash yang merupakan idolanya sedari kecil, lalu teler bareng.

Oh ya, siap-siap juga dengerin narator film ini yang sering nyeletuk hal-hal absurd.

~ Dhika

18. The Naked Gun

Paramount Pictures

Naked Gun sendiri udah dibuat jadi trilogi yang dirilis antara tahun 1988 sampai 1994. Udah lama memang, tapi ketiga-tiganya masih layak untuk ditonton hari ini.

Karakter utama dalam film ini adalah polisi yang bisa dibilang selalu beruntung. Kenapa beruntung? Karena dia sebenarnya polisi yang kurang becus, tapi akhirnya selalu bisa memecahkan kasus sekaligus menangkap penjahatnya. Dan dalam perjalanannya memecahkan kasuslah adegan absurd nan lucu bertebaran begitu banyak.

Nggak hanya itu, film ini juga suka menyindir keabsurdan yang ada di film lain. Contohnya, penjahat figuran yang selalu keburu tewas ketika ditanya di mana lokasi persembunyian tokoh antagonis.

~ Dhika

19. Anchorman: The Legend of Ron Burgundy

DreamWorks Pictures

Bagaimana bayangan kamu tentang pembawa acara berita di televisi? Pintar, berwibawa, atau punya suara yang khas? Jangan bawa bayangan kamu itu jika kamu menonton film ini, karena Ron Burgundy dan tim beritanya pasti akan merusak bayangan kamu dengan kekonyolan mereka.

Film yang dibintangi Will Ferrel ini dirilis pada tahun 2004, sebelum disusul dengan sekuelnya, Anchorman: The Legend Continues yang rilis hampir sedekade kemudian. Kalau kamu belum tahu, film ini punya status cult di antara para penggemarnya. Itu saja rasanya udah cukup untuk menggambarkan seberapa lucu film ini.

Hmm… kamu mau bukti keabsurdan film ini? Tunggu sampai kamu lihat adegan tawuran antar reporter. Mana ada tawuran antar reporter di kehidupan nyata!

~ Dhika

20. Step Brothers

Columbia Pictures

Nggak semua anak bisa menerima begitu aja jika orang tuanya memutuskan untuk menikah lagi setelah bercerai. Anak itu mesti beradaptasi dengan kehadiran sosok ayah/ibu serta saudara tiri. Semua itu pastinya nggak mudah untuk si anak.

Tapi bagaimana jika kejadian itu menimpa pria paruh baya? Will Ferrel (39 tahun) dan John C. Reilly (40) mesti menerima “kenyataan pahit” ketika pernikahan orang tua mereka membuat keduanya menjadi saudara tiri. Layaknya anak kecil, dua pria ini merajuk dan nggak mau mengakui kalau mereka sekarang sudah menjadi saudara dan harus tidur dalam satu kamar.

Apa kedua saudara tiri ini bisa akur? Mendingan kamu tonton langsung kelakuan “anak-anak tua” ini.

~ Dhika

Akhir kata, ada berapa film dari daftar film komedi terbaik ini yang udah kamu tonton?

7 Shares

Komentar:

Komentar