Menelusuri Perjalanan My Trip My Adventure: The Lost Paradise hingga Meraih Piala FTV Terpuji di FFB 2018

Banyak lho FTV yang bagus di televisi kita

:

Ajang bergengsi Festival Film Bandung 2018 baru saja digelar Sabtu (24/11). Salah satu yang menarik dari penghargaan ini adalah masuknya kategori Serial Televisi (sinetron) dan Film Televisi (FTV) ke dalam pengamatannya. Di tengah gempuran FTV bertema Azab, Regu Pengamat FFB tentu harus jeli untuk menemukan FTV yang masih kental dengan unsur lokal dan desain produksi yang serius.

Pada gelarannya tahun ini, FFB memberikan penghargaan tertinggi untuk kategori FTV pada My Trip My Adevnture: The Lost Paradise produksi Transinema Pictures. Sudah pernah nonton FTV ini? Baik yang belum atau sudah, ada baiknya kita simak dulu perjalanan panjang MTMA: The Lost Paradise berikut ini.

via Transinema

1. Berawal dari program televisi

My Trip My Adventure adalah program televisi bergenre dokumenter wisata yang menggambarkan petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia. Tak hanya menggaet respons positif dari penonton, predikat “Kualitas Baik” dari survei yang dilakukan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pada rentang waktu September – Oktober 2015 juga berhasil disandang program yang tayang di Trans TV sejak September 2013 ini.

2. Diangkat ke layar lebar

via Transinema

Tanggapan positif dari penonton dan KPI akhirnya membuat Transinema Pictures berencana mengangkat My Trip My Adventure ke layar lebar. Sub judul untuk film ini pun sudah disiapkan, yakni The Lost Paradise. Jika digabungkan, judul lengkapnya akan menjadi My Trip My Adventure: The Lost Paradise.

Ini adalah film yang menceritakan perjalanan di balik pengambilan gambar, dan juga berbagai kendala yang harus dihadapi oleh sekelompok pemuda dan pemudi di alam bebas.

3. Mulai meluncurkan teaser trailer dan siap tayang September 2016

Produksi MTMA: The Lost Paradise sendiri sudah dimulai dari Maret 2016 dan direncanakan tayang pada September 2016. Untuk menunjang promosi, Transinema pun meluncurkan teaser trailer resminya yang menimbulkan animo cukup tinggi dari khalayak. Singkat kata, film yang rencananya disutradarai Kiki Broki ini ditunggu-tunggu oleh penikmat film Indonesia.

Sayangnya hingga bulan September 2016, kabar tentang film ini menghilang begitu saja. Tak ada lagi promo yang dilakukan Transinema. Masyarakat pun cukup kecewa dengan ketidakjelasan kabar dari MTMA: The Lost Paradise.

4. Tiba-tiba muncul di televisi, dua tahun kemudian

Akhirnya rilis juga meski di televisi/via Transinema

Penonton yang kecewa akibat ketidakjelasan kabar dari MTMA: The Lost Paradise tiba-tiba dikejutkan dengan promo film ini yang disebut-sebut akan tayang di Trans TV pada 28 Juli 2018, hampir dua tahun dari rencana awal untuk tayang di bioskop. Namun, penonton masih menerka-nerka apakah film yang dimaksud sama dengan film yang diproduksi untuk layar lebar.

Produser Transinema mengkonfirmasi bahwa MTMA: The Lost Paradise yang tayang di Trans TV nggak lain adalah film yang direncanakan untuk layar lebar. Meski begitu, Transinema tak menjelaskan alasan kenapa film tersebut nggak jadi tayang di bioskop.

5. Berjaya di Festival Film Bandung 2018

Gagal tayang di bioskop, membuat MTMA: The Lost Paradise harus pasrah karena filmnya tidak bisa disaksikan dalam layar yang lebih lebar. Namun, kegagalan ini nggak membuat Transinema patah semangat. Terlebih pada bulan September lalu, MTMA: The Lost Paradise diumumkan sebagai nomine Film Televisi Terpuji di Festival Film Bandung 2018.

Petualangan MTMA: The Lost Paradise nggak sampai di nominasi saja. Pada puncak FFB 2018 yang disiarkan langsung oleh SCTV, MTMA: The Lost Paradise berhasil meraih penghargaan Film Televisi Terpuji, piala tertinggi yang bisa didapat oleh FTV.

Keberhasilan MTMA: The Lost Paradise menjadi sejarah tersendiri bagi dunia FTV di FFB, mengingat lima tahun berturut-turut penghargaan ini selalu diraih oleh FTV produksi Citra Sinema.

Produser MTMA: The Lost Paradise menerima piala FTV Terpuji di FFB 2018 / via vidio.com

Raja Lubis, Ketua Regu Pengamat Serial & Film Televisi FFB 2018, mengemukakan bahwa tahun ini ada 365 judul FTV yang diamati. Dari sejumlah judul tersebut dipilih lima yang mewakili tema dan gagasan tertentu.

Selain MTMA: The Lost Paradise, nomine lainnya adalah Hari-Hari Guru Jalil (Citra Sinema) yang bicara tentang dunia pendidikan; Insya Allah Jodoh (Tobali Putra Production) yang mewakili komedi romantis; Lubang Tikus (Citra Sinema) yang berbicara tentang kritik sosial atas jalanan yang rusak di wilayah Blora; dan Pesan Terakhir Laila Majnun (Millenium Visitama Film) yang mewakili drama percintaan.

Produser MTMA: The Lost Paradise yang hadir di FFB 2018 mempersembahkan penghargaan tersebut untuk masyarakat Lombok karena sebagian besar syuting FTV tersebut dilakukan di Lombok.

Sang produser pun berharap dengan adanya penghargaan FTV di FFB bisa memacu semangat sineas televisi untuk tetap membuat karya yang tetap mengedepankan nilai-nilai lokal, bukan karena mengikuti rating semata.

7 Shares

Komentar:

Komentar