Memaknai Kebijakan dalam Menggunakan Internet lewat Ralph Breaks the Internet

Kapan lagi melihat para Disney Princess berkumpul dan bergosip bersama?

Bukan cuma manusia yang bisa merasakan jenuh dalam menjalani rutinitas. Vanellope (Sarah Silverman) yang merupakan karakter dari sebuah video game ternyata bisa merasakan kebosanan juga. Ia bosan terus-terusan balapan dengan rute dan lintasan yang sama tanpa adanya tantangan baru di dalam permainan tersebut.

via geektyrant.com

Ralph (John C. Reilly) sang sahabat kemudian berinisiatif ‘membuka’ jalur baru untuk dieksplorasi Vanellope. Namun tindakan Ralph tersebut malah membuat konsol Sugar Rush rusak dan terancam nggak bisa dimainkan sama sekali. Ralph dan Vanellope pun berusaha mencari suku cadang yang hanya tersisa satu-satunya di dunia dengan masuk ke dalam dunia internet.

Petualangan Ralph dan Vanellope itu bisa kamu saksikan di Ralph Breaks the Internet.

Dimanjakan dengan banyak cameo karakter ikonik

Mengambil latar enam tahun setelah film pertamanya, Ralph Breaks the Internet rupanya masih berkutat tentang persahabatan antara Ralph dan Vanellope sebagai dua karakter utamanya. Sepanjang film berjalan, cerita memang terasa lebih difokuskan pada dua karakter tersebut, dan mengenyampingkan karakter lain yang sempat tampil di film pertamanya seperti pasangan Felix (Jack McBrayer) dan Calhoun (Jane Lynch).

Penjelajahan Ralph dan Vanellope yang mengarungi internet nyatanya malah membuat mereka (sekaligus penonton) bertemu dengan banyak karakter lain yang nggak kalah menariknya. Ada Shank (Gal Gadot), si pembalap dari game online Slaughter Race; KnowsMore (Alan Tudyk), yang sama seperti Google; kepala algoritma situs BuzzTube bernama Yesss (Taraji P. Henson); hingga avatar iklan clickbait yang justru ramah dan jauh dari kesan mengganggu, Spamley (Bill Hader).

Ralph, Yesss, dan Vanellope mengarungi internet/via vox.com

Ingat dengan film Ready Player One yang menghebohkan lewat banyaknya referensi pop culture? Formula budaya pop tersebut ternyata diikuti juga oleh film ini yang hadir dengan visualisasi yang nggak kalah epik.

Beberapa nama situs besar bermunculan disini seperti Google, IMDB, Twitter, eBay, sampai Pinterest. Tapi bukan Disney namanya kalau nggak bisa memanjakan para penonton. Kemeriahan terbesar dalam film ini terletak dari banyaknya cameo yang bermunculan saat Ralph dan Vanellope mengarungi internet.

Kamu bisa melihat banyak karakter ikonik dari dunia perfilman: mulai dari Stormtrooper, R2-D2, C-3PO, Buzz Lightyear, Baymax, Eeyore, Groot, sampai sosok legendaris Stan Lee. Gong terbesar tentunya hadir lewat crossover para putri Disney yang rela mengolok-olok diri mereka sendiri sebagai bahan lelucon di dalam film. Gokil juga melihat usaha Disney tersebut karena sampai menghadirkan para pengisi suara asli dari tiap karakter yang notabene hanya hadir sekilas.

Crossover paling fenomenal sejauh ini di dunia perfilman/via ign.com

Membawa pesan positif bagi anak-anak dan orang dewasa

Lewat Ralph Breaks the Internet, Disney seolah ingin memberikan pelajaran pada anak-anak juga orang dewasa jika internet bukanlah tempat yang benar-benar menyenangkan. Beberapa pesan yang disampaikan juga sebenarnya lebih ngena bagi penonton dewasa.

Dari kisah Ralph dan Vanellope, penonton bisa mengambil pelajaran jika persahabatan memang terkadang rumit layaknya hubungan sepasang kekasih. Bukan cuma pasangan saja yang bisa bingung mengambil keputusan untuk kelangsungan masa depan. Hubungan persahabatan juga bisa menjadi rumit saat ada masalah yang melibatkan mimpi dan ambisi. Karena pada akhirnya yang bisa dilakukan seorang sahabat hanyalah mendukung dan menghargai keputusan tersebut meski awalnya sulit menerima.

Pesan terkait internet juga bisa menjadi semacam self reminder tersendiri. Wejangan singkat berupa “Be fear of the internet” yang diucapkan oleh penjaga portal Wi-Fi seolah jadi sebuah peringatan dini sebelum Ralph dan Vanellope menyusup masuk. Toh dibalik gemerlapnya dunia internet, ada juga tempat yang biasa disebut sebagai Dark Web di mana kejahatan digital banyak bersemayam.

Hingar bingar keseruan Ralph saat menjadi sensasi video viral pun dipatahkan saat ia termenung membaca banyaknya komentar negatif di antara pujian terhadap dirinya. Dialog Yesss yang berkata “First rule of the internet: don’t read the comments” semacam jadi sindiran tersendiri bagi banyaknya orang yang ingin terkenal dengan jalan singkat meski harus mempermalukan dirinya sendiri.

Apakah kamu sudah merasa bijak dalam bersahabat dan menggunakan internet?

7 Shares

Komentar:

Komentar