JLA/Avengers: Komik Pertarungan Epik Karakter Marvel vs DC, Hasil Akhirnya?

Saat Superman memakai palu Norwegia dan perisai Amerika!

:

Kalau diberi pilihan antara komik Marvel atau komik DC, mana yang jadi pilihan kamu? Atau malah kamu mengikuti keduanya? Kalau saya sih suka dua-duanya. Buat apa bingung-bingung pilih salah satu kalau bisa baca semuanya.

Namun, produk superhero dari dua perusahaan penerbit ini memang selalu memantik rivalitas bagi para penggemarnya. Dengan mengumpulkan berbagai teori dan cocoklogi yang ada, mereka berdebat mengenai cara karakter favorit mereka dapat mengalahkan karakter di komik sebelah.

Sudahlah… lupakan dulu sejenak pertarungan antar superhero Marvel di Civil War dan pertarungan antar superhero DC di Injustice. Karena yang akan saya bahas kali ini adalah kolaborasi superhero Marvel dan DC di komik JLA/Avengers.

JLA/Avengers via amazon.com

BTW, komik ini canon nggak sih? Suatu karya bisa disebut canon jika ia diterima sebagai bagian resmi dari semesta cerita fiksi. Dalam kasus ini, JLA/Avengers merupakan karya canon jika dianggap sebagai bagian dari keseluruhan cerita komik Marvel dan DC.

Ada yang bilang kalau hampir setiap karya crossover bisa dipastikan non-canon. Marvel pun sekarang nggak lagi menganggap JLA/Avengers sebagai karya canon. Banyak yang beranggapan keputusan Marvel tersebut dipengaruhi oleh protes dari penggemarnya. Padahal, plot cerita komik ini bisa kita lihat di All New Official Handbook of the Marvel A-Z tahun 2006.

Sementara itu bagaimana dengan DC? Mereka masih menganggap komik yang dibuat oleh Kurt Busiek dan George Perez ini canon lho.

Hmm… jadi JLA/Avengers ini canon atau non-canon nih? Entahlah, itu tergantung orang yang menilainya. Tapi yang jelas, kita nikmati saja alur cerita komik ini. Karena biar bagaimana pun, cerita dari komik ini sayang banget buat kamu lewatkan.

via comicvine.gamespot.com/All New Official Handbook of the Marvel A-Z 2006

Oke, kalau begitu langsung saja saya bahas alur dan siapa saja karakter yang bakal terlibat di komik ini.

Alur

Awal ceritanya berpusat pada seorang kriminal dari semesta DC, Krona. Setelah menghancurkan berbagai semesta demi mencari rahasia dari asal-usul kehidupan, ia mendatangi Grandmaster untuk mencuri pengetahuannya.

Tapi tentu saja Grandmaster nggak semudah itu memberikan apa yang Krona mau. Untuk mengulur waktu, Grandmaster mengusulkan permainan; siapa yang bisa mengumpulkan 12 benda penting dari dua semesta, maka ialah yang menang.

12 benda itu terdiri dari enam benda dari semesta Marvel: Ultimate Nullifier, Evil Eye of Avalon, Wand of Watoomb, Casket of Ancient Winters, Cosmic Cube, dan Infinity Gauntlet.

Dan enam benda dari semesta DC: Green Lantern’s Power Battery; Orb of Ra; Book of Eternity; Spear of Destiny; Medusa Mask; dan yang terakhir Silver Wheel of Nyorlath, the Red Jar of Calythos, dan the Green Bell of Uthool.

Untuk mengumpulkan 12 benda itu, Krona dan Grandmaster nggak akan bergerak sendiri-sendiri.

Krona diwakili oleh Avengers, sedangkan Grandmaster diwakili oleh Justice League of America (JLA). Jika Avengers bisa mengumpulkan lebih banyak benda, Grandmaster akan memberikan semua pengetahuan yang ingin Krona ketahui lalu mengantarnya ke Galactus. Namun, jika JLA yang menang, Krona harus pergi dari hadapannya dan semesta Marvel.

Nah, berangkat dari konflik tersebut, Avengers dan JLA yang tidak tahu bahwa mereka dimanfaatkan akan saling berseteru memperebutkan 12 benda tersebut. Beberapa pertempuran yang terjadi antara lain

1. Avengers – JLA

Pertemuan pertama kedua kubu berakhir dengan keberhasilan Wonder Woman mendapatkan Ultimate Nullifier tepat sebelum dipaksa kembali ke semesta mereka dengan dimensional disruptor milik Avengers. Skor menjadi 1-0 untuk JLA.

2. Iron Man – Flash

Setelah Iron Man mengalahkan Flash, ia dan Hawkeye berhasil mendapatkan Green Lantern’s Power Battery di apartemen Kyle yang ada di New York City. Skor berubah menjadi 1-1.

3. Superman dan Green Lantern – Wonder Man dan Ms. Marvel

Superman dan Green Lantern menaklukkan Wonder Man dan Ms. Marvel di In Sant Rico. Mereka juga berhasil mendapatkan the Orb of Ra. Sekali lagi JLA unggul dengan skor 2-1.

JLA/Avengers via abebooks.co.uk/Kurt Busiek and George Perez

4. Scarlet Witch dan Quicksilver – Hawkman, Blue Beetle dan Black Canary

Di Flash Museum, kombinasi Scarlet Witch dan Quicksilver mampu mendapatkan Wand of Watoomb setelah mengalahkan Hawkman, Blue Beetle dan Black Canary. Avengers pun berhasil memaksa skor jadi imbang kembali.

5. Wonder Woman – Hercules; Aquaman – She-Hulk

Wonder Woman berhasil mengalahkan Hercules, sedangkan Aquaman berhasil menghindari She-Hulk. Setelah itu Wonder Woman dan Aquaman berhasil mendapatkan Book of Eternity di Asgard. Skor berubah lagi jadi 3-2 untuk JLA.

6. Firestorm dan Red Tornado – Thor dan Vision

Setelah menghindari Thor dan Vision di Happy Harbor, Firestorm dan Red Tornado berhasil mendapatkan Silver Wheel of Nyorlath, the Red Jar of Calythos and the Green Bell of Uthool. Keunggulan JLA bertambah menjadi 4-2.

JLA/Avengers via hcrealms.com/Kurt Busiek and George Perez

7. Black Panther, Yellowjacket, dan Wasp – Martian Manhunter dan Plastic Man

Black Panther berhasil mengambil Medusa Mask di Wakanda, meskipun Yellowjacket dan the Wasp dikalahkan Martian Manhunter dan Plastic Man. Avengers berhasil memperkecil kedudukan menjadi 4-3.

8. Hawkeye dan Iron Man – Captain Atom dan Green Arrow

Kekalahan Captain Atom and Green Arrow dari Hawkeye dan Iron Man di Smallville membuat JLA kehilangan Casket of Ancient Winters. Ini menyebabkan skor menjadi imbang 4-4.

9. Themyscira, Flash, dan Steel – Quicksilver dan Vision

Themyscira dan Flash berhasil mengamankan Evil Eye dari tangan Quicksilver di saat Steel dan Vision sedang bertarung. JLA lagi-lagi unggul 5-4.

JLA/Avengers via syfy.com/Kurt Busiek and George Perez

10. Iron Man, Photon, dan Quasar – Wonder Woman dan Green Lantern

Berkat kerjasama apik dari Iron Man, Photon, dan Quasar, mereka berhasil menaklukkan Wonder Woman dan Green Lantern di Blue Area of the Moon, sekaligus mengamankan Spear of Destiny. Avengers sekali lagi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 5-5.

11. Avengers dan JLA – Darkseid

Avengers dan JLA yang berhasil merangsek masuk ke Apokolips terkejut saat melihat Infinity Gauntlet tengah dikenakan oleh Darkseid. Apa jadinya kalau musuh terkuat pakai salah satu benda terkuat?

Untungnya Infinity Gauntlet nggak berfungsi di semesta DC dan Flash berhasil mengambilnya. Kedudukan sementara pun berubah menjadi 6-5.

12. Avengers – JLA

Ini merupakan babak akhir dari pertempuran antara dua kubu. Pada akhirnya Cosmic Cube berhasil diambil oleh Quicksilver sehingga skor pun berubah menjadi 6-6. Akan tetapi, Batman dan Captain America yang sejak awal saling bekerja sama untuk mencari tahu kebenaran di balik pertempuran ini, mengintervensi dan membuang Cosmic Cube dari tangan Quicksilver.

Skor pun berubah menjadi 7-5 untuk kemenangan JLA dan Grandmaster.

JLA/Avengers via cbr.com/Kurt Busiek and George Perez

Krona yang nggak terima dengan kekalahan Avengers, akhirnya mencoba mencuri pengetahuan Grandmaster dengan kekuatannya. Namun Grandmaster berhasil menggunakan kekuatan 12 benda penting tersebut untuk menggabungkan kedua semesta dan menjebak Krona di tengah-tengah.

Apakah sudah selesai? Belum dong. Ternyata penggabungan ini malah menyebabkan kekacauan. Kapal Brainiac nangkring di markas Avengers, Doctor Doom terkurung di Source Wall, Hawkeye menjadi bagian dari JLA, dan anggota-anggota yang lain terus berganti kubu. Bahkan Superman dan Captain America sempat bertarung satu sama lain.

Lantas bagaimana Avengers dan JLA mengatasi krisis ini? Mending kamu baca sendiri deh. Masa  mau terus diceritakan sampai akhir. Kalau memang tertarik baca, kamu nggak perlu beli komiknya di Amazon atau situs luar negeri lainnya. Di marketplace lokal ada yang jual kok.

Nah, sekarang nggak perlu debat lagi ‘kan, mana superhero yang paling kuat. Ujung-ujungnya mereka bakal saling bahu-membahu mengalahkan musuh.

8 Shares

Komentar:

Komentar