8 Karakter Perempuan Terbaik di Video Game, Nggak Kalah Keren Dibanding Karakter Laki-Laki Lho


Kamu tahu karakter Nathan Drake dari seri game Uncharted atau Ryu dari Street Fighter dengan Hadoukennya yang legendaris itu? Pasti ada suatu hal yang membuat mereka disukai oleh banyak gamers di seluruh dunia. Mungkin alasannya adalah karena mereka keren dan jago.

Tapi, mereka adalah karakter laki-laki, dan video game nggak hanya diisi oleh jagoan dari kaum Adam. Banyak lho karakter perempuan yang pantas buat dilirik sekaligus dibahas.

 

Lalu, apa sih yang membuat karakter perempuan dalam video game ini menarik untuk diulas? Ada banyak alasan. Kaum pria biasanya melihat fisik dari karakternya sendiri. Tapi, ada juga yang memerhatikan sisi realistis dari karakter, seperti kepribadian yang terlihat nyata atau bahkan efek dari kehadiran karakter itu sendiri dalam game.

Dengan memakai ketiga aspek itu pula, daftar ini akan mencoba mengulas karakter perempuan terbaik yang ada dalam video game. Let’s check this out!

1. Lara Croft dalam seri Tomb Raider

tomb-raider-2013-1920×1080
via unilad.co.uk

Kayaknya sulit untuk nggak memasukkan Lady Lara ke dalam daftar. Alasannya karena Lara Croft lah yang mengenalkan gamers laki-laki pada… ehmm, pada dirinya sendiri sebagai pionir karakter perempuan dalam video game.

Seperti yang udah diketahui, arkeologis dari Inggris ini selalu tampil seksi dalam setiap kemunculannya, terlepas dari fakta bahwa sosoknya pernah mengalami perubahan di tangan pengembang yang berbeda. Meskipun begitu, Lara nggak hanya mengandalkan tampang dan keseksiannya aja lho. Sebagai arkeologis dia juga punya otak encer. Ditambah lagi dia jago dalam melibas musuh-musuhnya. Badass banget lah pokoknya.

Oh ya, karena game Tomb Raider sendiri sempat mengalami reboot, kira-kira mana ya Lara Croft yang paling bagus kelihatannya? Hmm… mungkin jawabannya Lara Croft versi 2013. Setuju?

2. Tifa Lockhart, pertama kali muncul di Final Fantasy VII

tifa-lockhart
via finalfantasyunion.com

Mungkin ini pendapat pribadi, tapi entah kenapa penggambaran dari banyak karakter Final Fantasy itu terlalu komikal, dalam artian mirip karakter dalam komik. Walaupun sebenarnya nggak ada yang salah sama hal itu, dan mungkin Final Fantasy memang seharusnya kaya gitu. Dan di atas segalanya, ini cuma video game.

Tapi rasanya karakter yang lebih realistis akan lebih gampang buat disukai, dan Tifa merupakan salah satu karakter yang seperti itu. Yup, rambutnya nggak berwarna pink terang menyala, dan dia juga nggak bawa-bawa pedang atau kunci raksasa sebagai senjatanya. Tifa cukup menggunakan tinjunya aja.

Penggambaran karakternya pun bagus. Dari segi fisik, dia “nyaris” terlihat seperti orang sungguhan. Dia juga digambarkan sebagai bartender yang periang, mandiri, tapi di sisi lain ia pemalu. Cukup realistis, kan?

3. Chun-Li dalam seri Street Fighter

JeLKgA
via wallpapersafari.com

Anak 90-an mana yang nggak kenal sama karakter ini. Dia bisa disebut karakter perempuan pertama yang ada dalam fighting game, sekaligus pemicu membludaknya karakter perempuan lain dalam genre tersebut.

Kalau-kalau kamu lupa siapa sebenarnya Chun-Li itu, dia adalah agen Interpol yang terjerat amarah karena ayahnya dibunuh Bison. Balas dendam! Cerita yang klise, memang. Tapi itu yang diinginkannya dan itu pula alasan kenapa dia bisa ada di Street Fighter.

Hmm? Kamu juga lupa siapa itu Bison? Mendingan kamu mainkan aja gamenya, deh.

4. Elena Fisher dalam seri Uncharted

Uncharted™ 4: A Thief’s End_20160527204013
via deviantart.com

Nah, sosok yang satu ini digambarkan sebagai salah satu partner setia Nathan Drake dalam petualangannya ke segala penjuru dunia. Elena adalah seorang reporter yang gigih dan keras kepala. Saking gigihnya dia, melihat jurang pun dia nggak gentar dan malah asyik bergelantungan mencari pijakan (Uncharted memang game yang mengasyikkan sekaligus nggak masuk akal).

Terlepas dari hal itu, entah kenapa melihat reporter yang haus akan petualangan dan ngotot dalam mencari berita selalu mengundang ketertarikan, ditambah lagi reporternya perempuan. Dan dia pun digambarkan dengan segala kekurangan serta emosi yang masuk akal layaknya manusia biasa.

5. Jill Valentine dalam seri Resident Evil/Biohazard

jill-valentine
via pinterest.com

Jill Sandwich! Bersama Barry Burton, generasi 90-an yang pernah memainkan Resident Evil pertama mungkin akan mengingat kata-kata itu jika berbicara soal Jill Valentine. Yup, meskipun dia nggak selalu muncul dalam setiap seri, tapi Jill udah dianggap sebagai ikon Resident Evil. Dia juga yang pertama kali menemukan zombi di Spencer Mansion. Satu kekurangan Jill hanyalah minimnya eksplorasi karakter. Well, nggak bisa disalahin juga sih, karena jalan cerita Resident Evil juga memang simpel dan sederhana.

Oh ya, kalau-kalau kamu lupa, Jill juga seorang “Master of Unlocking“, lho. Dan apa maksudnya “Master of Unlocking” itu? Hanya orang yang memberi julukan itu, Barry Burton, dan pembuat game ini yang tahu. Sungguh julukan yang konyol.

6. Heather Mason dalam Silent Hill 3

silent-hill-3-wallpaper-heather-flashlight
via thefriedcritic.com

Jika Capcom punya RE, maka Konami punya Silent Hill. Dan jika RE punya Jill, maka Silent Hill punya Heather Mason.

Yup, Heather memberi warna baru dalam penggambaran karakter seri Silent Hill. Berbeda dari tiga karakter utama lain pada empat seri Silent Hill awal yang semuanya laki-laki, Heather adalah gadis remaja berumur 17 tahun yang mungkin sering kamu temui di sekolah, kampus, mal, atau bahkan rumah sebelah kamu.

Perbedaan lainnya adalah dia menunjukkan emosi yang kental. Dia juga merasa ketakutan saat memasuki “Otherworld” yang aneh itu. Ya, dia menunjukkan respons yang realistis atas apa yang dia temui, rasakan, dan dengar. Bandingkan dengan James Sunderland di SH 2 yang terlihat nggak peduli meski dia harus terjun bebas ke lubang nggak berujung (walaupun pada akhirnya kamu bakal ngerti kenapa dia bertingkah seperti itu).

7. Amanda Ripley dalam Alien: Isolation

alien-1-1764×700
via metro.co.uk

Kamu tahu Alien yang legendaris itu? Bukan, bukan celana Alien Workshop, tapi film arahan Ridley Scott tahun 1979. Kalau kamu tahu, Amanda Ripley adalah anak dari Ellen Ripley, heroine dari franchise film Alien.

Ya, dalam Alien: Isolation, kamu akan mengendalikan Amanda dalam menjelajahi kapal luar angkasa raksasa yang penghuninya tiba-tiba menghilang. Kapalnya memang nyaris kosong, tapi di sini kamu akan sering banget bersembunyi. Hmm… “Karakter terbaik yang kerjaannya sembunyi ketimbang melawan musuh langsung?” Bukan apa-apa, Amanda sembunyi karena ada satu alien yang ngejar-ngejar dia dan nggak mempan sama sekali kalau dilawan pakai senjata. Apa tindakan terbaik yang harus diambil dalam posisi kaya gitu? Ya betul, sembunyi!

Dan sembunyi nggak akan efektif kalau nggak punya ketenangan dalam diri. Ketenangan itulah salah satu nilai plus dari Amanda Ripley dan membuatnya pantas disebut salah satu karakter tangguh dalam video game.

8. Ellie dalam The Last of Us

maxresdefault
via youtube.com

The Last of Us sendiri udah pernah dibahas sebelumnya di sini. Tapi, mau gimana lagi, game ini emang benar-benar bagus. Dan salah satu penyebab kenapa game ini bisa dipuji oleh banyak orang salah satunya karena kehadiran Ellie di dalamnya.

Ellie sendiri hanyalah seorang gadis yang baru beranjak remaja, sosok yang kurang beruntung karena harus terlahir setelah wabah jamur memorak-porandakan umat manusia. Dia nyaris nggak pernah keluar dari zona karantina, nggak bisa berenang, dan nggak tahu apa itu pembangkit listrik tenaga air. Dia juga sosok yang suka bertingkah dan banyak omong. Belum lagi jika kamu mendengar celetukan kasarnya yang terdengar seperti sumpah serapah yang keluar dari mulut preman terminal (stereotip; nggak semua preman seperti itu, kok).

Dan hal-hal kecil inilah yang membuat Ellie terlihat unik, realistis, dan menarik.

Cuma itu aja yang membuatnya menarik? Tentu nggak, karena dalam game ini kamu akan menyaksikan perkembangan karakter Ellie yang awalnya hanya bocah lugu, sampai dia menjadi terbiasa menghadapi “zombi-zombi” yang berkeliaran dan manusia-manusia yang berniat jahat. Tapi itu tadi, dia hanya bocah remaja yang punya keterbatasan dalam menghadapi tekanan. Tunggu aja sampai kamu melihat adegan akhir yang terjadi di musim dingin. Dijamin, emosi kamu bakal tersulut melihat apa yang dilakukan Ellie.

Seriusan deh, game ini cocok buat dinikmatin kamu yang bukan gamers sekalipun. Kalau mau diumpamakan seberapa bagusnya The Last of Us sekaligus karakter Ellie, kamu bakal ngerasa berat “berpisah” dengannya sewaktu kamu sadar ending dari game ini udah dekat.

Itulah karakter-karakter perempuan terbaik yang ada dalam video game. Meskipun karakter-karakter ini punya embel-embel “terbaik”, tapi tetap aja mereka itu cuma tokoh fiksi dan nggak akan pernah ada di dunia nyata. Tapi sebaliknya juga, karakter yang bagus, sekalipun dalam fiksi, pasti bisa memberikan pengaruh pada kita. Jadi intinya? Yah… seenggaknya game-game ini bisa menghibur kamu di kala kamu lagi mumet.

- Advertisement -
Shares 820

Komentar:

Komentar