Diadaptasi dari Game Populer, Simak 5 Fakta Menarik dari Film Dreadout


:

Dikisahkan sekelompok pelajar putih abu-abu terpaksa masuk ke sebuah kampung terbengkalai ketika mereka sedang karyawisata. Ya, karena layaknya karya bergenre horor, alih-alih putar balik, para pelajar itu malah nekat memasuki kampung tersebut.

Keputusan yang terbukti berbuah malapetaka. Dalam kampung tersebut, Linda sang karakter utama dan kawan-kawannya terperangkap dalam satu sekolah berhantu. Nasib sial masih belum berhenti menyapa, karena mereka pun harus terpisah satu sama lain.

Dengan dibekali telepon genggam yang cerdas (baca: smartphone) dan lambang Tut Wuri Handayani di seragam SMA-nya, kini Linda harus mencari teman-temannya sekaligus menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu.

via techinasia.id

Familiar dengan cerita Linda di atas? Ya, bagi kamu penyuka game Dreadout pastinya sudah tak asing lagi dong. Tapi tahukah kamu, kalau game tersebut diangkat ke layar lebar? Kabarnya, Dreadout akan tayang pada Januari 2019. Sebelum kamu nonton di bioskop, yuk kita simak dulu 5 fakta menariknya berikut ini.

1. Mengisahkan prekuel

Di dalam permainannya, Linda diceritakan bisa melihat hantu melalui telepon genggam.

via techinasia.id

Sejalan dengan karakter Linda, filmnya akan mengisahkan prekuel dari sosoknya tersebut. Yup, film Dreadout akan bercerita mengenai proses bagaimana Linda memiliki kemampuan tersebut.

Dengan kata lain, Dreadout versi filmnya akan menawarkan hal yang sedikit berbeda dengan apa yang ada di permainannya. Namun, menurut produser Wida Handoyo, film Dreadout masih tetap akan menampilkan suasana horor yang ada di permainannya.


2. Mengusung genre survival horror dipadu thriller ala Kimo Stamboel

via Digital Happines

Sedari dulu, bekerjasama dengan Kimo Stamboel merupakan cita-cita Rachmad Imron selaku pembuat game Dreadout. Menurutnya, jika game Dreadout diadaptasi ke layar lebar, sutradaranya harus Kimo. Alasannya sederhana, Imron sangat menyukai karya-karya Kimo di layar lebar seperti Rumah Dara (2009), Killers (2014), dan Headshot (2016).

Masih menurut Imron, Dreadout masih akan tetap mempertahankan survival horor sesuai dengan genre awal permainannya, tapi akan dipadukan dengan elemen thriller khas film-film Kimo.

Wah, makin penasaran ‘kan bagaimana jadinya Dreadout di layar lebar?

3. Butuh waktu empat tahun untuk mengembangkan naskah

Produksi Dreadout ternyata tidak main-main lho. Untuk proses pembuatan skenarionya saja mereka butuh waktu empat tahun. Goodhouse ID, selaku rumah produksi yang dipercaya membuat Dreadout, sering melakukan brainstorming naskah dengan Digital Happines, pemilik game tersebut.

Diakui Wida, produser Goodhouse ID, dirinya bersama Kimo dan partner produser lainnya, Edwin Nazir, terus menerus mencari formula yang pas untuk Dreadout agar bisa menyajikan film horor yang beda dan berkualitas dari kebanyakan film yang ada saat ini.

Proses panjang itu akhirnya berbuah hasil setelah penyusunan skenario sampai pada tahap draft 8. Bukan kerja yang mudah tentunya. Namun, seluruh kru yang terlibat melakukannya dengan semangat kekeluargaan, mengingat orang-orang yang berada di Goodhouse ID dan Digital Happines sudah berteman sejak lama. Mereka betul-betul berkolaborasi untuk kemajuan perfilman nasional, selain juga untuk menyalurkan hobi sebagai gamer.

Apakah hantu pocong naik motor ini juga akan muncul di filmnya?/via Digital Happines

4. Dipenuhi bintang-bintang muda berbakat

Dreadout itu mengisahkan sekelompok pelajar SMA. Jadi nggak heran dong karakter-karakternya bakal diperankan bintang-bintang muda berbakat yang punya fans bejibun.

Sosok Linda akan diperankan Caitlin Halderman, yang sebelumnya sering bermain di ranah drama remaja seperti Ada Cinta di SMA, Surat Cinta untuk Starla the Movie, dan Forever Holiday in Bali. Dreadout sendiri merupakan film horor pertama bagi Caitlin.

Irsyadillah dan Caitlin Halderman, pemeran utama Dreadout/via filmindobdg

Mendampingin Caitlin, ada aktor Irsyadillah yang akan memerankan Beni. Empat karakter lainnya akan diperankan oleh Jefri Nichol sebagai Erik, Marsha Aruan sebagai Jessica, Ciccio Manassero sebagai Alex, dan Susan Sameh sebagai Dian.

Untuk mendukung karakter lainnya, sederet pemain senior pun didapuk untuk bergabung dalam film ini. Mereka di antaranya adalah Mike Lucock sebagai Satpam Heri, Miller Khan sebagai Ketua Cult, dan Hannah Al Rashid sebagai Ibu Guru Sisca.

5. Akan dibawa ke pasar internasional

Game Dreadout tidak hanya populer di Indonesia, tapi juga di luar negeri, terutamanya Korea, Jepang, Amerika Serikat, hingga beberapa negara di Eropa. Hal inilah yang membuat produser memantapkan hatinya untuk membawa film Dreadout ke pasar internasional.

Niatan tersebut bahkan sudah ditanamkan sejak awal pembuatan Dreadout, sehingga dalam proses produksinya sudah memperhatikan aspek-aspek teknis agar film ini bisa dinikmati oleh pasar luar negeri. Salah satunya dengan menghadirkan subtitle yang sesuai konteks masing-masing negara yang akan dituju.

Untuk membawa Dreadout ke pasar internasional, mereka bekerjasama dengan CJ Entertainment, rumah produksi besar asal Korea yang sedang mengembangkan sayapnya ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Beberapa film Indonesia yang sempat bekerjasama dengan CJ adalah Catatan Dodol Calon Dokter (2016), Sweet 20 (2017), Pengabdi Setan (2017), Belok Kanan Barcelona (2018), dan Aruna & Lidahnya (2018).

Poster karakter Dreadout/via Goodhouse ID

Sampai saat ini, Dreadout sudah menyelesaikan produksinya, meskipun promonya baru sebatas meluncurkan teaser trailer. Rencananya trailer dan poster resminya akan diluncurkan akhir November ini.

Ya sudah, mari kita lihat saja dulu teaser trailer-nya ya.

Gimana, apakah kamu tertarik buat nonton? Kalau saya sendiri tertarik dong, mengingat ini adalah film Indonesia pertama yang diadaptasi dari game yang juga asli buatan anak bangsa. Semoga dengan hadirnya Dreadout bisa membangkitkan industri kreatif, terutama sektor game dan film.

Komentar:

Komentar