7 Manga Seinen yang Mengandung Banyak Ilustrasi NSFW

Komik khusus 18 plus

:

Manga seinen sebenarnya lebih merujuk ke demografis atau umur pembaca: manga yang diperuntukkan untuk kalangan dewasa. Tapi sekarang, seinen juga mulai dikategorikan dalam genre manga.

Biasanya cerita yang dihadirkan di manga seinen lebih rumit dan berat dibanding shounen. Ia juga sering mempertontonkan ilustrasi gore serta karakter yang tubuhnya tak dibalut sehelai sehelai benang pun. Nggak heran ‘kan kenapa manga bergenre ini hanya cocok dibaca orang dewasa?

Lupakan sejenak manga shounen seperti Naruto dan One Piece. Jika kamu udah dewasa, intip sebentar 7 manga seinen ini. Mungkin ada di antaranya yang bikin kamu tertarik membaca.

1. Arigatou

Shogakukan

Sebenarnya premis yang diambil oleh manga Arigatou cukup sederhana.

Seorang ayah yang workaholic ingin menyatukan kembali keluarganya yang kurang ia perhatikan. Tapi saat pulang dari dinas kerja, si ayah mendapati keluarganya telah kacau balau. Rumahnya terlihat seperti kapal hancur, istrinya stres, dan kedua putrinya dilecehkan oleh berandalan yang entah gimana bisa tinggal di rumahnya.

Premis cerita sederhana terus dibawa bergulir ke arah yang kelam dalam Arigatou. Kesedihan, kekecewaan dan sisi gelap manusia bakal sering kamu temui di cerita dan karakternya. Manga ini juga memiliki gambar yang cukup vulgar, tapi nggak sama dengan hentai. Justru hal tersebut bikin intensitas cerita menjadi semakin pilu. Bisa dikatakan, Arigatou menggambarkan kehidupan nyata manusia yang rumit beserta sisi gelap di dalamnya.

2. Vagabond

Kodansha

Jika kamu tahu siapa itu Miyamoto Musashi, kamu pasti suka sama manga berjudul Vagabond ini. Kalau pun nggak tahu, saya yakin cerita fiksi tentang asal mula dan perjalanan samurai terhebat sepanjang masa ini bisa bikin kamu ketagihan buat membacanya.


Pengembangan karakter-karakternya selalu ditata dengan apik dan logis. Seperti Shimmen Takezo (alias Miyamoto Musashi) misalnya, yang nggak pernah digambarkan sebagai manusia yang overpowered. Kamu bakal mendapat penjelasan yang dibangun secara detail tentang kenapa Musashi yang awalnya hanya prajurit biasa bisa jadi samurai yang mengagumkan.

Dan jangan lupakan juga ilustrasi Vagabond yang dibuat dengan sangat bagus dan realistis. Ia berhasil menggambarkan momen-momen krusial dengan begitu nyata.

3. Nozoki Ana (Peep Hole)

Shogakukan

Kido dan Emiru adalah tetangga di apartemen yang kamarnya bersebelahan. Kido yang baru saja pindah ke Tokyo, suatu hari menemukan lubang kecil di kamarnya. Dasar laki-laki kesepian, lubang itu pun dipakainya buat mengintip tetangganya yang cantik nan seksi, Emiru. Dan dari situlah dimulai ajang intip-mengintip antara dua tetangga yang bakal diselingi dengan adegan-adegan dewasa.

Karena mengusung label harem dan ecchi, manga ini begitu kental dengan adegan vulgar di dalamnya. Tapi satu hal yang menarik: di setiap adegan vulgar selalu terselip pesan yang begitu mengena di hati. Isu yang diangkat selalu dekat dengan hal-hal di kehidupan nyata.

4. Dead Tube

Akita Shoten

Melihat judulnya, mungkin kamu pun sadar itu merupakan semacam parodi dari Youtube. Bedanya dengan Youtube, konten di Dead Tube berisikan video-video pembunuhan dan penyiksaan sadis.

Dengan ide cerita seperti itulah kita akan berkenalan dengan karakter utama Tomohiro Machiya. Sebagai anggota klub ekskul film, ia diminta oleh gadis paling populer di sekolah, Mai Mashiro, untuk merekam momen saat Mai membunuh pacarnya. Video yang direkam Machiya itu kemudian diunggah oleh Mai ke… apalagi kalau bukan Dead Tube.

Ceritanya gila ya? Iya. Menjijikan? Iya. Dan apa Mai Mashiro itu psikopat gila? Iya. Tapi buat kamu yang suka dengan genre thriller yang berisikan adegan gore, Dead Tube merupakan pilihan manga yang wajib kamu baca.

5. Freesia

Shogakukan

Freesia mengambil setting di Jepang, tapi itu bukan Jepang yang selama ini kamu kenal. Di manga ini, pemerintah Jepang menghalalkan pembunuhan dalam kondisi tertentu (dan dilakukan oleh kelompok khusus bernama enforcer). Jadi misalnya, bila seseorang yang dekat dengan kamu dibunuh, kamu boleh menyewa orang untuk menghabisi nyawa si pelaku.

Dan salah satu karakter utama manga ini, Hiroshi Kano, merupakan orang sinting yang spesialisasinya membantai para kriminal itu. Saya nggak melebih-lebihkan, karakter-karakter utama di Freesia memang pada nggak beres semuanya.

Maka jangan heran bila kamu bakal sering melihat adegan gore, pelecehan, pembantaian, dan kekerasan saat membacanya. Sebagai bonusnya, semua adegan itu betul-betul digambarkan dengan amat menjijikkan dan gila.

Bahkan Dead Tube pun masih kalah brutal dibanding Freesia.

6. Me-teru no Kimochi (Love Laughs at Locksmith)

Shueisha

Me-teru no Kimochi adalah buah karya dari Hiroya Oku, mangaka yang sukses menelurkan manga fenomenal Gantz. Tapi dalam manga ini kamu nggak akan menemukan invasi alien, melainkan hikkikomori.

Karakter utamanya, Koizumi Shintarou, adalah seorang hikkikomori berusia 30 tahun yang hidup bersama ayahnya yang berstatus duda. Mungkin karena kesepian, ayahnya lalu menikah lagi dengan wanita cantik yang umurnya jauh lebih muda. Tapi baru aja mereka menikah, sang ayah keburu meninggal. Sang janda muda pun terpaksa mengurus Koizumi yang nggak mau keluar dari kamarnya.

Apa yang kemudian terjadi pada anak dan ibu tiri yang umurnya nggak berbeda jauh itu, ketika mereka tinggal bareng dalam satu atap? Hmm, mungkin kamu bakal merasa aneh saat membacanya.

Anyway, terlepas dari itu, melalui Me-teru no Kimochi kamu bakal diajak menyelami jalan pikiran yang rumit sekaligus konyol dari seorang hikkikomori.

7. Koroshiya 1 (Ichi the Killer)

Shogakukan

Karakter utama dalam manga ini ada dua, dan dua-duanya punya keunikan tersendiri yang bakal menarik atensi kamu. Di satu sisi ada Ichi, pemuda yang cengengnya kebangetan. Tapi, jika Ichi udah mulai menangis, emosinya nggak kekontrol. Ia bisa membunuh orang dengan keahlian karatenya. Bos yakuza pun jadi korban keganasan Ichi.

Sedangkan di sisi yang lain, kita diperkenalkan pada Kakihara, seorang sadomasokis sekaligus anak buah dari bos yakuza yang dibunuh oleh Ichi. Nggak terima bosnya dibantai sedemikian rupa, Kakihara pun bertekad mencari pelakunya.

Nyaris serupa dengan Freesia, Ichi the Killer penuh dengan kekerasan berlebihan dan penyiksaan yang dramatis sebagai buah dari sadomasokisme ekstrem para karakternya. Dan cara yang dilakukan oleh para karakter itu, dan juga gambarnya yang dibuat cukup detail, bikin adegan-adegan itu terasa makin nggak nyaman buat dipandang.

Tapi Ichi the Killer nggak cuma mengandalkan kekerasan doang. Ceritanya pun ditata dengan menarik. Manipulasi, tipu menipu, dan perang psikologis antara kubu Ichi dan Kakihara semakin memperkuat daya tarik manga ini sebagai bacaan thriller yang harus kamu nikmati.

Manga seinen memang kerap kali memiliki penggambaran yang lebih berani ketimbang manga shounen. Tapi justru gambar-gambar yang berani itu membuatnya menjadi lebih indah.

Komentar:

Komentar