9 Karakter Komik Marvel yang Mungkin Nggak Akan Pernah Masuk MCU, Terlalu Kuat!

:

Kalau kamu selama ini mengikuti film-film dari Marvel Cinematic Universe, pastinya nggak asing lagi sama karakter-karakter dengan kekuatan tingkat dewa. Beberapa di antaranya karakter semacam Thor, Loki, Hulk, Gamora, Nebula, Captain America, Thanos, dan Captain Marvel.

Wajar banget kalau para karakter itu punya kemampuan lebih dari manusia biasa. Toh, mereka adalah bangsa alien yang kuat. Kalaupun bukan alien, kekuatan super mereka berasal dari hasil modifikasi secara genetis. Contohnya Captain America (Kapten Amrik kalau di bahasa Indonesiakan).

Lalu siapa yang paling kuat di MCU? Jawabnya adalah Captain Marvel.

Tapi, menurut Cbr, ternyata masih banyak karakter di dunia komik Marvel yang lebih kuat dari Captain Marvel. Saking terlalu kuatnya, mereka bakal sulit untuk masuk ke MCU.

9. Skaar

Marvel Comic

Skaar merupakan anak dari The Hulk dan Caiera the Oldstrong. Nama lainnya adalah The Son of Hulk, sedangkan julukannya adalah The Son of Sakaar.

Selain mewarisi sifat beringas dari ayahnya, Skaar juga bisa menggunakan kekuatan The Old Power dari ibunya. The old power sendiri merupakan kekuatan yang bisa bikin penggunanya mengambil sumber energi dari planet. Energi itu kemudian dipakai untuk makin memaksimalkan tenaga si pengguna kekuatan hingga level yang sangat tinggi.

Kebayang betapa kuatnya Skaar? Kekuatannya ratusan kali lipat lebih tinggi daripada ayahnya, Hulk. Dan tentunya Skaar akan jadi kendala jika diberi arc tersendiri dalam MCU.


8. Captain Universe

Marvel Comic

Wujud Captain Universe bukanlah seorang manusia, melainkan semacam entitas yang pindah dari satu inang ke inang lain. Menurut Marvel Wiki, dalam versi komiknya, salah satu yang pernah menjadi inang dari Captain Universe adalah The Hulk. Inang tersebut juga akan dianugerahi kostum Captain Universe dan ingatan miliknya (termasuk ingatan dari semua inang yang pernah dihinggapinya).

Saking kuatnya, Captain Universe juga bisa menggunakan kemampuan Uni-Vision dan memanipulasi segala bentuk unsur dan energi. Jadi ia bisa melakukan cara apa pun untuk memenangkan pertempuran. Dan yang lebih hebatnya lagi, Uni-Power merupakan salah satu kekuatan tersakti di Marvel Universe.

Tapi ternyata, kekuatan Captain Universe nggak bisa digunakan untuk keuntungan pribadi. Jika inangnya sampai melakukan hal itu, kekuatan dari Captain Universe akan lenyap dan berpindah ke inang lain yang dianggap lebih pantas.

Karakter ini bisa dibilang terlalu kuat untuk MCU karena skala kekuatannya terlalu dahsyat. Jika ada karakter sekuat Captain Universe di MCU, itu film pasti bakal selesai terlalu cepat. Ujung-ujungnya keuntungan bagi studio bakal ikut terpengaruh.

7. Eternity

Marvel Comic

Eternity juga bukan manusia, melainkan jelmaan dari kosmos dan multiverse secara keseluruhan. Karakteristiknya itu sekaligus menjadikan Eternity makhluk yang maha kuat, di mana kekuatannya sampai hampir nggak terhingga.

Meski nggak mustahil, menyisipkan karakter ini ke MCU akan membuat plot filmnya jadi terlalu runyam. Hanya dunia komik yang skalanya lebih luas dari film, yang bisa menceritakan konsep dari Eternity dengan baik.

6. The Living Tribunal

Marvel Comic

The Living Tribunal adalah mahluk yang hanya memiliki tujuan untuk mempertahankan keseimbangan kosmos dari ancaman berbagai kekuatan magis. Meski kekuatannya kayak kuota internet (unlimited alias nggak terhingga), ia nggak punya agenda pribadi dan nggak berpihak pada siapa pun.

Tapi, The Living Tribunal sangatlah kejam.

Contohnya, The Living Tribunal bisa menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan planet-planet tanpa pandang bulu demi memulihkan kembali keseimbangan multiverse. Yang bisa mengalahkannya hanyalah The Brothers dan The Beyonder, karakter yang ada di peringkat kelima dan kedua dalam daftar ini.

5. The Brothers

via marvel.wikia.com

Seperti apa jadinya ketika Marvel dan DC Universe diperlihatkan seperti dua raksasa yang bertarung? Jawabannya adalah The Brothers. The Brothers adalah penjelmaan dari dua dunia komik legendaris yang kerap kali saling bersaing tersebut.

Konsep dari The Brothers sebetulnya mudah saja jika diceritakan dalam komik, tapi sepertinya sangat nggak memungkinkan untuk menampilkan ia di layar lebar. Selain kekuatannya yang bisa memusnahkan jagad raya dianggap terlalu dahsyat untuk disisipkan dalam film, membuat filmnya juga akan menjadi kendala tersendiri

Toh, studio yang memproduksi filmnya juga bakal saling bersaing.

4. Molecule Man

Marvel Comic

Saat pertama kali mendengar namanya, mungkin kamu nggak akan menyangka karakter ini adalah salah satu yang terkuat di dunia Komik Marvel. Bahkan kalau dibandingkan dengan Thanos, Molecule Man itu supervillain yang jauh lebih kuat.

Molecule Man punya nama asli Owen Reece, seorang lelaki biasa yang bekerja di laboratorium. Suatu hari saat sedang bekerja, ia terkena radiasi yang menjadikannya bisa mengontrol materi apa pun hingga ke level molekul. Sampai di sini nggak ada yang aneh.

Tapi ternyata, kekuatannya jauh lebih berbahaya dari yang sebelumnya dikira. Senjata sekelas perisai Captain Amerika dan palu Mjolnir milik Thor pun bisa dipengaruhi oleh Molecule Man. Dalam salah satu cerita dalam komiknya, Molecule Man bahkan bisa membentuk ulang jagad raya.

Kekuatan Molecule Man juga membuatnya bisa menggandakan diri sampai berjumlah miliaran, menyisipkan dirinya di berbagai penjuru multiverse, dan membuat dirinya hampir mustahil untuk dikalahkan. Ini karakter serba bisa banget ya.

3. Death

Marvel Comic

Salah satu hal yang akan selalu ada, bahkan sebelum adanya waktu, adalah jelmaan dari Death (Kematian). Death adalah karakter yang dari satu sisi nggak bisa mati dan nggak hidup. Wujudnya bisa berupa-rupa, tapi Death paling sering terlihat sebagai tengkorak yang menggunakan baju baja perempuan, lengkap dengan jubah hitamnya.

Dalam komiknya, Death adalah tokoh penting yang ada dalam cerita kehidupan Thanos di Infinity War. Tapi dalam versi filmnya, Death nggak dimasukkan dalam cerita oleh studio. Alasannya kemungkinan karena keberadaannya akan membuat cerita Infinity War jadi ganjil.

Ia bisa dengan mudah menghidupkan kembali para pahlawan super yang dimusnahkan Thanos. Di sisi lain, Death bisa saja jadi faktor kematian mereka. Intinya, ia bisa menghidupkan kembali dan membunuh orang sekehendak hati.

2. The Beyonder

Marvel Comic

The Beyonder juga punya masalah yang sama seperti Death: ia bukanlah manusia. The Beyonder itu semacam dewa yang bisa memanipulasi realita. Satu-satunya yang bisa menghentikannya adalah kehendaknya sendiri. Jelas banget, konsep karakter The Beyonder membuat ia jauh terlalu kuat bagi karakter-karakter lain di MCU.

1. One-Above-All

Marvel Comic

Ada banyak dewa di Marvel Universe, tapi yang paling kuat dari semuanya adalah One-Above-All. Kemunculan karakter ini hanya ada ketika suatu hal yang dahsyat akan terjadi. Dengan kekuatannya yang sama sekali nggak ada batasnya, tentu saja One-Above-All hampir mustahil untuk jadi bintang di film Marvel. Nggak ada yang akan bisa menandingi kekuatannya.

Satu fakta unik dari karakter ini: One-Above-All diinterpretasikan sebagai jelmaan dari para kreator Komik Marvel yang mendesain karakter-karakter di Marvel Universe.

Hmm… tapi, mungkinkah setiap kali almarhum Stan Lee muncul sebagai figuran di film Marvel merupakan bentuk upaya studio untuk menyisipkan One-Above-All?

Marvel Comic

Itulah beberapa karater yang terlalu kuat untuk dimasukan dalam Marvel Cinematic Universe. Sebetulnya masih banyak karakter-karakter super kuat seperti Galactus the Lifebringer, America Chavez, atau Blue Marvel. Mereka juga bakal sulit untuk masuk MCU.

Intinya, keberadaan mereka, selain menjadi konflik untuk studio, ternyata memang jadi suatu problema tersendiri jika disisipkan dalam MCU. Mau nggak mau, kemunculan mereka akan berpengaruh sangat besar pada alur cerita film.

Meski sulit, dari kesembilan karakter yang disebutkan di atas, karakter mana nih yang paling pengin kamu lihat di layar lebar?

Rendila :Co-Editor of Selipan.com Bookworm. Foodie. Writer. "Listen with ears of tolerance! See through the eyes of compassion! Speak with the language of love." - Jalaludin Rumi