10 Manga Survival Paling Seru dengan Cerita yang Kelam

Daruma-saaan, main yuk!

:

Layaknya tema seks-komedi dan horor-seks dalam ranah perfilman Indonesia, tema survival sudah terhitung sering diangkat di serial manga. Bahkan manga survival punya banyak variasi tema: bertahan hidup dari serangan zombie; bencana alam; atau yang paling menarik, terjebak ke dalam permainan yang memaksa pesertanya saling membunuh.

Jika kamu termasuk orang yang belum pernah baca manga survival, saya sarankan kamu mulai membacanya deh. Sebagai permulaan, kamu bisa baca 10 manga ini.

1. Imawa no kuni no alice (Alice in Borderland)

Shogakukan

Alice Ryouhei, karakter utama dalam manga ini adalah anak muda madesu (masa depan suram). Ia masuk golongan siswa yang “menempati kasta terendah” di sekolahnya, dan sama sekali nggak punya keahlian yang menonjol. Tapi yang paling parah dari Alice adalah sifat apatisnya. Boro-boro memikirkan masa depan, ia bahkan sama sekali nggak peduli dengan situasi sekelilingnya. Yang ada di pikiran Alice cuma satu, bagaimana menghabiskan waktu dengan bersenang-senang bersama sahabatnya yang sama apatisnya dengan Alice.

Tapi suatu malam, Alice dan kedua sahabatnya tiba-tiba tertidur setelah melihat kembang api di stasiun kereta. Saat terbangun, mereka menemukan diri berada di suatu tempat asing, sebuah dunia yang dinamakan Borderland.

Dan mulailah manga ini memasuki inti ceritanya, karena berikutnya ketiga sahabat itu dipaksa untuk ikut permainan maut nan berbahaya. Jika mereka menolak atau kalah saat bermain, kematian udah menanti mereka sebagai ganjarannya.

Kalau mau memilih, Imawa no kuni no alice ini manga survival yang paling saya suka. Perkembangan karakternya diramu dengan apik, bikin saya cukup bersimpati sama konflik batin mereka. Gambarnya juga keren, makin mempertebal nuansa kelam dan tragis yang bersumber dari ceritanya.

Semua keunggulan itu bakal kerasa makin mantap saat kamu melihat permainan-permainan maut dari manga ini yang diramu dengan kreatif. Saya nggak pernah dibuat bosan setiap kali diperkenalkan dengan permainan-permainan yang harus diikuti Alice. Permainan favorit saya? Saat Alice dan belasan orang lainnya dikurung di gedung besar, dan mereka harus kabur dari pembunuh berantai yang mengincar nyawa mereka.


2. Apocalypse no Toride (Fort of Apocalypse)

Kodansha

Meskipun nggak bersalah, Maeda Yoshiaki dijebloskan ke penjara karena dituduh melakukan tindak kriminal. Betapa sempurnanya hidup Maeda. Belum lama setelah ia berkenalan dengan teman-teman satu selnya yang beneran kriminal tulen, sekonyong-konyong wabah zombie merebak di seluruh kota.

Cerita tentang zombie memang bukan hal yang aneh lagi di karya fiksi. Tapi Apocalypse no Toride membawa keunikan tersendiri. Bayangkan aja Night of the Living Dead dengan setting penjara dan karakter-karakter yang semuanya narapidana.

Penjara bisa jadi tempat yang aman saat zombie apocalypse. Tapi mengingat penghuninya yang didominasi kriminal, itu jelas bukan tempat yang kondusif untuk bertahan hidup dalam jangka waktu panjang. Sebagai manusia biasa, lama-kelamaan Maeda dan kawan-kawan pasti butuh secercah harapan soal masa depan mereka di tengah wabah zombie yang kian meluas. Keselamatan mereka bahkan mulai terancam ketika zombie mulai masuk ke area penjara.

Tapi apakah harapan itu ada bagi mereka?

3. Ou-sama Game: Kigen (King’s Game: Origin)

Futabasha

King’s Game: Origin mengambil setting di sebuah desa terpencil. Suasana desa itu amatlah damai dan tenang, hingga sekelompok remaja desa tersebut menemukan rangkaian surat misterius. Surat misterius itu selalu dibuka dengan kata-kata “Perintah Raja bersifat absolut” dan diikuti dengan perintah-perintah yang nggak masuk akal. Dari mulai menggali kuburan di tengah malam lalu menyentuh mayat yang ada di dalamnya, hingga membakar uang yang totalnya sampai jutaan yen.

Dan kalau ada penduduk desa yang menolak ikutan King’s Game? Haha, nasibnya sudah tertebak. Ia bakalan mati. Cara matinya pun selalu sama seperti yang dijabarkan dalam surat yang dikirim King.

Sebenarnya King’s Game: Origin merupakan prekuel dari King’s Game. Tapi saya pribadi lebih condong merasa manga yang disebut pertama lebih unggul. Jalan ceritanya lebih intens, visual gore-nya lebih brutal, dan karakter-karakternya lebih menarik. Tapi itu bukan berarti King’s Game jelek kok. Saya tetap menyarankan kamu baca King’s Game setelah atau sebelum baca yang Origin.

4. Kanojo wo Mamoru 51 no Houhou (51 Ways to Save Her)

Shinchosha

Sedikit berbeda dari mayoritas manga survival dalam daftar ini, karakter-karakter di Kanojo wo Mamoru 51 no Houhou dituntut buat bertahan hidup setelah gempa bumi berskala 8.1 richter mengguncang Tokyo. Adalah Jin Mishima, calon pembawa acara berita di TV yang baru lulus kuliah, dan Nanako Okana, cewek kekanak-kanakan dengan setelan gotik, yang jadi bintang utama manga ini. Mereka berdua yang merupakan sahabat masa kecil, harus bahu-membahu menemukan jalan keluar dari kota yang telah luluh lantak diterjang gempa dahsyat.

Secara keseluruhan, ini bukan manga yang bikin saya berkomentar “Wow!” setelah beres membacanya. Mungkin karena di beberapa bagian, terutama di bagian awal dan akhir, plotnya kayak dibangun dengan agak tergesa-gesa. Kalau mau dirangkai dengan kata-kata sok puitis, ada sedikit ketidakpuasan yang mengganjal di lubuk hati ini.

Tapi cuma sedikit kok, sedikit banget. Kanojo wo Mamoru 51 no Houhou tetap punya lebih banyak nilai positif dibanding negatifnya. Itu terutama terletak pada penggambarannya akan sisi gelap dari manusia, khususnya mereka yang memanfaatkan peluang di saat kondisi kacau-balau. Penjarahan, perkosaan, dan pembunuhan jadi pemandangan umum di saat hukum nggak berfungsi. Dan manga ini menggambarkannya dengan akurat.

5. Metro Survive

Akita Shoten

Mishima hanya punya satu keinginan setelah ia selesai bekerja. Ia hanya ingin pulang ke rumah dan merayakan ulang tahun anaknya. Tapi karena ia punya bos menyebalkan yang memaksanya lembur, ditambah lagi karena Mishima hanyalah pria lemah yang selalu nurut apa kata atasan, ia terpaksa melewatkan ulang tahun anaknya. Tak ayal, itu bakal membuat statusnya sebagai ayah yang suka ingkar janji semakin menguat di mata anak dan istrinya.

Saat ia duduk termenung di dalam kereta bawah tanah yang membawanya pulang, seraya menyesali kelemahannya sebagai pria, kereta mendadak bergoyang hebat. Ternyata gempa bumi yang jadi biang keroknya! Mishima dan penumpang lainnya pun harus mencari jalan keluar, karena kalau nggak, mereka cuma punya dua pilihan lain: mati dengan cepat atau terjebak selamanya di terowongan bawah tanah untuk kemudian mati juga.

Manga ini punya kemiripan tema dengan Kanojo wo Mamoru 51 no Houhou, situasi yang mengharuskan manusia untuk bertahan hidup setelah gempa bumi. Keistimewaan dari Metro Survive bakal kamu lihat di sisi dramanya. Mishima yang awalnya digambarkan sebagai pria lemah tak berdaya, terpaksa harus mengemban jabatan nggak resmi sebagai pemimpin dari grup.

Kamu pasti udah bisa menduga usaha mereka untuk keluar dari bawah tanah pasti bakal menemui banyak hambatan. Tapi reaksi dari Mishima dan grup yang dipimpinnyalah yang jadi titik fokus dari manga ini.

6. Hyouryuu Net Café (Drifting Net Café)

Futabasha

Ini adalah manga karangan salah satu mangaka favorit saya, Shuzo Oshimi. Setelah dibuat terkesima lewat Aku no Hana (Flowers of Evil), Happiness, dan Chi no Wadachi (A Trail of Blood), pencarian akan karya lain dari Shuuzou Oshimi akhirnya mengantarkan saya ke Hyouryuu Net Café. Dan sesuai ekspektasi, ini manga sama kelamnya dengan tiga manga Oshimi yang udah saya baca sebelumnya.

Kebejatan moral yang diperlihatkan karakter-karakternya mungkin bikin manga ini nggak cocok buat dikonsumi semua orang. Sekadar informasi, di dalamnya kamu bakal melihat karakter yang dilecehkan setelah sebelumnya ia dipermalukan dengan sangat nggak manusiawi. Hampir semua hal menjijikkan yang bisa dilakukan manusia, dilakukan pula oleh karakter di manga ini.

Lalu di mana letak survival dari Hyouryuu Net Café?

Ceritanya dimulai tatkala sang karakter utama Touki Kouichi memasuki sebuah warnet. Di warnet itu, ia bertemu dengan pujaan hatinya saat masih remaja. Touki yang sebenarnya udah menikah pun jadi goyah hatinya. Untungnya (atau sialnya), sebelum ia berpikiran yang nggak-nggak, warnet yang dimasuki Touki tiba-tiba berpindah lokasi ke tempat antah-berantah yang nggak didiami manusia. Dunia normal yang sebelumnya ditinggali Touki menghilang entah ke mana.

Dihadapkan dengan situasi seperti itu, plus penghuni warnet yang beraneka ragam sifatnya, Touki pun harus memutar otak biar ia dan mantan gebetannya bisa bertahan hidup. Tuh, udah ketemu ‘kan elemen survival-nya?

7. Kami-sama no Iu Toori (As the Gods Will)

Kodansha

Hari itu adalah hari-hari biasa yang membosankan bagi Shun Takahata. Jika saja tak ada kejadian besar, mungkin hari itu ia hanya akan pergi sekolah, mendengarkan guru menerangkan pelajaran di kelas, kemudian pulang ke rumah.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Alih-alih kelas yang membosankan, Shun malah melihat kepala gurunya meledak di depan kelas, menandakan bahwa ia dan teman-teman sekelasnya harus mengikuti permainan yang disebut God’s Game. Jika mereka nggak berhasil menyelesaikan permainan atau berbuat curang, mereka harus menerima hukuman mati.

Premis ceritanya mungkin terdengar umum banget. Tapi keunikan dari manga ini bisa dilihat dari penggunaan permainan anak-anak sebagai tantangan yang harus dipecahkan oleh para pesertanya. Mulai dari daruma ga koronda sampai lompat tali. Lumayan seram juga membayangkan permainan anak kecil dipakai buat menghabisi nyawa manusia.

8. Gantz

Shueisha

Selain mengandung tema survival, Gantz juga pantas disebut sebagai manga psikologis. Itu karena konflik yang diceritakannya fokus pada topik seperti kematian dan eksistensi hidup.

Cerita dari Gantz bermula saat Kei Kurono dan Kato Masato tertabrak kereta bawah tanah. Alih-alih menemui ajal, mereka berpindah ke sebuah ruangan dengan bola hitam di dalamnya. Bola hitam yang disebut Gantz itu kemudian memberikan perintah pada mereka untuk membunuh alien. Jika berhasil, mereka akan mendapatkan poin yang bisa dipakai untuk terbebas dan kembali ke kehidupan normal.

Gantz menampilkan konsep yang sedikit berbeda dari tema survival game pada umumnya. Peserta dalam permainan ini adalah orang-orang yang sebenarnya sudah tewas. Selain itu, komik ini menampilkan bobot cerita cukup berat yang dibungkus dengan unsur sains fiksi. Cocok buat kamu yang menyukai hal-hal berbau konspirasi.

9. Battle Royale

Akita Shoten

Battle Royale bercerita tentang program gila yang dilakukan oleh pemerintah Jepang di masa depan. Program tersebut melibatkan 42 siswa sekolah yang diasingkan di pulau terpencil. Dan yang lebih “asyiknya” lagi, 42 murid ini diharuskan saling membunuh satu sama lain hingga menyisakan satu orang pemenang.

Jika biasanya manga survival lebih sering menonjolkan sisi misteri, Battle Royale menyajikan sisi action yang cukup mendebarkan. Gimana nggak, setiap peserta dibekali persenjataan yang beragam. Mulai dari senapan, pistol, pisau, hingga radar dan rompi anti peluru.

Dan karena siswa-siswa sekolahan itu dihalalkan membunuh dengan berbagai cara dan metode, maka jangan heran jika kamu bakal menemukan banyak adegan gore di dalamnya.

10. Jisatsutou (Suicide Island)

Hakusensha

Bunuh diri memang bukan keputusan cerdas untuk menyelesaikan masalah. Tapi bagi karakter utama manga ini, Sei, bunuh diri seakan jadi satu-satunya jalan keluar untuk masalah mental yang diidapnya. Percobaan bunuh dirinya itu akhirnya gagal. Tapi konsekuensinya, ia dan orang-orang lainnya yang juga mencoba bunuh diri diasingkan ke sebuah pulau tak berpenghuni.

Jika kamu suka menilai manga dari kualitas gambarnya, Jisatsutou mungkin bukan pilihan tepat buat bahan bacaan kamu. Tapi, kalau kamu mengincar manga dengan jalan cerita yang bagus, saya sangat merekomendasikan manga ini.

Jisatsutou menyajikan topik sensitif seperti bunuh diri dengan bingkai cerita yang seru. Lewat perkembangan karakter Sei, kamu juga bisa dapat pelajaran berharga dalam menyikapi cara bertahan hidup. Bahkan setiap kali saya membaca manga ini, selalu ada pesan moral yang disampaikan lewat konfliknya.

Apa kamu tertarik membaca manga yang saya sebutkan di atas? Atau kamu punya rekomendasi lain?

Komentar:

Komentar