6 Manga Survival dengan Plot Unik yang Bikin Kamu Ketagihan Baca

Saya masih menunggu Daruma-san muncul di kantor tempat kerja saya

Layaknya film bertema seks-komedi dan horor-seks dalam ranah perfilman Indonesia, tema survival sudah terhitung sering diangkat di serial manga. Bahkan manga bertema survival punya banyak variasi cerita; misalnya bertahan hidup dari serangan zombie, bencana alam, atau yang paling menarik, terjebak ke dalam permainan yang memaksa pesertanya saling membunuh.

Dan entah kenapa saya selalu tertarik membaca manga jenis terakhir. Mungkin itu karena ide ceritanya yang sering tampil cukup unik, atau karena misteri-misteri yang ada di dalamnya.

Jika kamu termasuk orang yang belum pernah baca manga bertema survival, saya sarankan kamu mulai membacanya deh. Sebagai permulaan, kamu bisa baca enam manga ini…

1. Battle Royale

via animepiki.com

Apa jadinya jika rencana karyawisata yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi ladang pembantaian?

Battle Royale bercerita tentang program gila yang dilakukan oleh pemerintah Jepang di masa depan. Program tersebut melibatkan 42 murid sekolahan yang diasingkan di pulau terpencil. Dan yang lebih ‘asyiknya’ lagi, 42 murid ini diharuskan saling membunuh satu sama lain hingga menyisakan satu orang pemenang.

Jika biasanya manga survival lebih sering menonjolkan sisi misteri, Battle Royale  menyajikan sisi action yang cukup mendebarkan di dalamnya. Gimana nggak, setiap peserta dibekali persenjataan yang beragam. Mulai dari senapan, pistol, pisau, hingga radar dan rompi anti peluru.

Dan karena siswa-siswa sekolahan itu dihalalkan membunuh dengan berbagai cara dan metode, maka jangan heran jika kamu bakal menemukan banyak adegan gore di dalamnya.

2. As the Gods Will

via kamisama-no-iutoori.wikia.com

Kalau permainan maut di Battle Royale berlangsung di pulau terpencil, permainan dalam Kamisama no Iu Toori dimulai dari ruangan kelas di sekolah.

Hari itu adalah hari-hari biasa yang membosankan bagi Shun Takahata. Jika saja tak ada kejadian besar, mungkin hari itu dia hanya akan pergi sekolah, mendengarkan guru menerangkan pelajaran di kelas, kemudian pulang ke rumah.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Alih-alih kelas yang membosankan, Shun malah melihat kepala gurunya tiba-tiba meledak di depan kelas, menandakan bahwa dia dan teman-teman sekelasnya harus mengikuti permainan yang disebut God’s Game. Jika mereka tak berhasil menyelesaikan permainan, atau melakukan kecurangan, mereka harus menerima hukuman mati.

Jalan ceritanya mungkin terdengar biasa. Tapi keunikan dari manga ini bisa dilihat dari penggunaan permainan anak-anak sebagai tantangan yang harus dipecahkan oleh para pesertanya. Mulai dari daruma ga koronda sampai lompat tali. Cukup seram juga ya membayangkan jika permainan anak kecil bisa berujung maut.

3. King’s Game: Origin

via myanimelist.net

Sebenarnya King’s Game: Origin merupakan prekuel dari King’s Game. Tapi saya lebih merekomendasikan manga yang disebut pertama. Mungkin karena saya merasa jalan cerita dan karakter di King’s Game terkadang terlalu melankolis, entah ya menurut kamu.

King’s Game: Origin mengambil setting di sebuah desa terpencil. Suasana desa itu amatlah damai dan tenang, hingga sekelompok remaja desa tersebut menemukan rangkaian surat misterius. Surat misterius itu selalu dibuka dengan kata-kata “Perintah Raja bersifat absolut,” dan diikuti dengan perintah-perintah yang nggak masuk akal. Dari mulai menggali kuburan di tengah malam lalu menyentuh mayat yang ada di dalamnya, hingga membakar uang yang totalnya sampai jutaan yen.

Dan kalau ada penduduk desa yang menolak ikutan King’s Game? Haha, nasibnya sudah tertebak: dia bakalan mati. Cara matinya pun selalu sama seperti yang dijabarkan dalam surat yang dikirim King.

Kelebihan King’s Game: Origin dibanding King’s Game terletak di jalan cerita yang lebih intens, gambar yang lebih gore, dan karakter-karakter yang lebih menarik. Tapi itu bukan berarti King’s Game jelek kok. Saya tetap menyarankan kamu lanjut baca King’s Game setelah atau sebelum baca yang Origin.

4. Real Account

via kodanshacomics.com

Sedikit berbeda dibanding King’s Game: Origin, Real Account memanfaatkan ponsel dan medsos sebagai media permainannya. Di salah satu peraturannya saja, peserta pada permainan itu harus punya minimal satu follower.

Rasanya tepat kalau menyebut manga ini sebagai cerminan dari kehidupan bersosialisasi zaman sekarang. Apalagi permainan di manga ini lumayan sering menonjolkan sisi gelap dari medsos. Contohnya masalah pemalsuan identitas di medsos, privasi, ujaran negatif, hingga fakta bahwa nggak semua ‘teman’ kita di medsos menganggap kita teman di dunia nyata.

Dan hal itulah yang jadi salah satu pembeda Real Account dengan manga survival lain. Salah satu kekurangan besar dari manga ini mungkin terletak di karakter utamanya yang terlalu over-powered.

5. Gantz

via editions-delcourt.fr

Selain mengandung tema survival, Gantz juga pantas disebut sebagai manga psikologi. Itu karena konflik yang diceritakannya lebih fokus pada topik seperti kematian dan eksistensi hidup. Dan kamu mungkin bakal mempertanyakan hal itu saat membaca manga ini.

Cerita dari Gantz bermula saat Kei Kurono dan Kato Masato tertabrak kereta bawah tanah. Alih-alih menemui ajal, mereka malah berpindah ke sebuah ruangan dengan bola hitam di dalamnya. Bola hitam yang disebut Gantz itu kemudian memberikan perintah pada mereka untuk membunuh alien. Jika mereka berhasil, mereka akan mendapatkan poin yang bisa dipakai untuk terbebas dan kembali ke kehidupan normal.

Gantz menampilkan konsep yang berbeda dari tema survival pada umumnya. Peserta dalam permainan ini adalah orang-orang yang sebenarnya sudah tewas. Selain itu, komik ini menampilkan bobot cerita yang cukup berat. Cocok buat kamu yang menyukai hal-hal berbau sains dan konspirasi.

6. Jisatsutou

via animanga.wikia.com

Bunuh diri memang bukan keputusan cerdas untuk menyelesaikan masalah. Tapi bagi karakter utama manga ini, Sei, bunuh diri seakan jadi satu-satunya jalan keluar mengingat masalah mental yang diidapnya. Percobaan bunuh dirinya itu akhirnya gagal. Tapi konsekuensinya, dia dan orang-orang lainnya yang juga mencoba bunuh diri diasingkan ke sebuah pulau tak berpenghuni.

Jika kamu suka menilai manga dari kualitas gambarnya, Jisatsutou mungkin bukan pilihan tepat buat bahan bacaan kamu. Tapi kalau kamu mengincar manga dengan jalan cerita yang bagus, saya sangat merekomendasikan manga ini.

Nggak seperti manga survival kebanyakan, Jisatsutou menyajikan cerita yang cukup kelam tanpa terkesan dibuat-buat. Lewat perkembangan karakter Sei, kamu bisa dapat pelajaran berharga dalam menyikapi cara bertahan hidup. Bahkan setiap kali saya membaca manga ini, selalu ada pesan moral yang disampaikan lewat konflik yang terjadi di manga ini.

Nah, apa kamu tertarik membaca manga yang saya sebutkan di atas? Jika kamu punya rekomendasi lain, jangan sungkan tulis di kolom komentar ya!

- Advertisement -
Shares 5

Komentar:

Komentar