10 Manga Psikologis dengan Jalan Cerita yang Menguji Moralitas Kamu

Manga psikologis itu bukan komik yang karakternya psikolog ya

:

Karya bergenre psikologis memang identik sama pertanyaan yang bikin pembacanya berpikir. Itu artinya, jika kamu membaca manga jenis ini, kamu bakal mempertanyakan berbagai hal. Dari mulai nilai moral, realitas, makna kehidupan, sifat manusia, sampai misteri yang menyelimuti jalan ceritanya.

Karena kerumitannya pula manga psikologis bukan jenis bacaan yang bakal disukai semua orang. Jika kamu tertarik, saya udah siapkan 10 rekomendasi manga psikologis buat kamu nikmati.

1. Onani Master Kurosawa

Neet-sha

Manga ini sering disama-samakan dengan Death Note. Mungkin itu karena rupa karakter utamanya yang hampir mirip. Sifat keduanya yang arogan dan suka merendahkan orang lain juga mirip sih. Tapi ya cuma itu doang kemiripan mereka.

Berbeda dengan Light Yagami yang suka membunuh para kriminal, Kurosawa sang karakter utama manga ini lebih suka masturbasi di toilet sekolah sambil membayangkan cewek-cewek teman sekelasnya. Yeah, saya tahu, dia memang menjijikkan. Dan aktivitasnya itu digambarkan dengan cara yang dramatis pula, sama seperti saat Kira menulis Death Note.

Tapi di sinilah Onani Master Kurosawa menunjukkan kita sudut pandang dan cara pemikiran kacau dari Kurosawa yang arogannya luar biasa. Saking arogannya, dia punya delusi kalau aktivitas olahraga jarinya itu menandakan superioritasnya dibanding manusia-manusia lain.

Uniknya, manga ini menghubungkan kebiasaan aneh dari Kurosawa itu ke isu-isu sensitive yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti keterisolasian dan perundungan (bully).

2. Oyasumi Punpun (Goodnight Punpun)

oyasumi_punpun_inio_asano
Shogakukan

Oyasumi Punpun (Goodnight Punpun) mengajak kamu menelusuri kisah kehidupan Punpun dari mulai bocah sampai beranjak dewasa. Tapi yang namanya kehidupan pasti nggak lepas dari masalah, begitu pula kehidupan Punpun. Bahkan sedari kecil dia udah jadi saksi kekerasan yang dilakukan ayahnya pada ibunya, pengalaman yang tentunya nggak mengenakkan. Tapi sayangnya, potret kekerasan itu terus menghantui Punpun sampai dia dewasa.


Kepolosan Punpun kecil pun semakin memudar seiring bertambahnya usia. Semua cobaan yang dialaminya nggak membuat dia semakin bijak; dia malah makin jauh tersesat dalam kegelapan. Punpun yang sadar bahwa dunia ini penuh dengan hal-hal negatif pun akhirnya jatuh ke dalam lubang depresi.

Walaupun manga ini cenderung punya nuansa yang kelam, jalan ceritanya tetap menarik buat diikuti. Terlebih lagi, berbagai masalah yang dialami Punpun sangat dekat dengan masalah dan ketakutan yang sering dialami manusia.

3. NHK ni Youkoso! (Welcome to the N. H. K)

Kadokawa Shoten

Satou Tatsuhiro merupakan seorang hikikomori yang kerjaan sehari-harinya terbatas di baca dan nonton hentai, makan, tidur, baca dan nonton hentai lagi, dan ngobat. Dia nggak mau keluar dari apartemennya karena terlalu takut sama NHK (Nihon Kyoukomori Kyoukai), suatu organisasi yang dianggap Satou telah merusak kehidupannya.

Padalah kenyatannya mah, itu organisasi nggak punya salah apa pun.

Ada beberapa momen komedi dalam NHK ni Youkoso! Jadi kamu pun bisa sedikit terhibur saat membacanya. Tapi isu utama dan yang paling kental dalam manga ini adalah kondisi psikologis dari seorang hikikomori. Ketakutan Satou akan interaksi sosial tentu bakal berujung pada kesehatan mental jika nggak segera diatasi.

Lalu apakah Satou akan sembuh? Jawaban dari pertanyaan itu bisa kamu dapat jika mengamati perkembangan Satou. Dan perkembangan kehidupannyalah yang jadi salah satu poin keunggulan aspek psikologis dari manga ini.

4. One Outs

Shueisha

One Outs mungkin nggak sebegitu menarik kalau kamu nggak suka manga olahraga dan nggak ngerti soal baseball. Tapi dengan baca manga ini, kamu justru bisa menambah pengetahuan baru tentang baseball. Dari yang tadinya nggak tahu apa-apa, kamu jadi tahu sedikit tentang salah satu olahraga paling populer sejagat raya ini.

Lagian One Outs tuh termasuk manga yang unik. Ia mengkombinasikan elemen olahraga, perang adu kecerdasan, dan aksi tipu-menipu yang kompleks. Karakter utamanya yang bernama Toua Tokuchi merupakan pitcher jenius yang baru direkrutan oleh klub baseball terlemah di Jepang. Tapi parahnya, pemilik klub tersebut cuma memikirkan bisnis dan profit; dia nggak mau memperkuat timnya yang nggak punya mental juara. Si bos tamak itu bahkan menggaji Toua dengan bayaran yang kecil banget.

Maka dari itu, Toua menawarkan mengajak bosnya untuk bertaruh. Setiap kali Toua sukses mengeluarkan batter lawan (out), si bos harus membayar Toua 5 juta yen. Tapi setiap kali Toua gagal melakukannya, dia harus membayar si bos 50 juta yen. Yup, Toua pengin kasih pelajaran bosnya yang mata duitan. Caranya? Karena ini manga psikologis, tentu pakai trik dan tipu daya yang keren.

5. Kimi no Knife

Shueisha

Shiki Yukitaka hanyalah orang normal yang bekerja sebagai guru honorer di SMA. Sebagai manusia normal, dia juga punya masalah hidup yang sering dialami orang banyak. Yaah, dia butuh uang untuk mengobati saudara perempuannya yang lagi sakit parah. Normal banget ‘kan?

Kehidupannya mulai berubah 180 derajat ketika seorang wanita cantik menawarinya uang 5 juta yen. Syaratnya mudah, katanya. Shiki hanya perlu membunuh orang. Meskipun awalnya ragu-ragu, dia akhirnya menerima tawaran wanita itu, demi duit.

Pergolakan batin dari Shiki yang jadi sisi menarik dari Kimi no Knife. Terasa ironis banget ketika Shiki melerai dan menceramahi murid-muridnya yang beradu jotos, sementara dia sendiri punya kerjaan sampingan sebagai pembunuh bayaran.

Target pertamanya sendiri merupakan laki-laki paruh baya. Tapi yang nggak disangka, target pembunuhan itu ternyata mengurung seorang gadis di ruang bawah tanah rumahnya. Situasi makin bertambah pelik karena dia nggak mau membunuh gadis itu, dan terpaksa harus membawanya ke rumah.

6. Aku no Hana (Flowers of Evil)

Kodansha

Satu kesialan, hanya itu yang dibutuhkan untuk membuat hidup seorang remaja laki-laki bernama Kasuga jadi kacau balau. Kesialan macam apa yang didapatnya itu?

Agak memalukan, tapi… dia tanpa sengaja membawa pulang seragam olahraga milik gebetannya. Dan aksinya tersebut ketahuan oleh teman sekelasnya, Nakamura.

Dari satu kejadian kecil itu, dimulailah siksaan mental yang harus diterima Kasuga dari Nakamura, yang dasarnya merupakan cewek psikopat. Dia harus nurut apa pun yang diminta Nakamura kalau nggak mau rahasianya dibongkar ke publik, termasuk permintaan-permintaan gila dari Nakamura.

7. Homunculus

original-32395-1444661423-5
Shogakukan

Pernah dengar tentang trepanasi kepala? Hmm, kalau belum baca dulu di sini. Trepanasi sendiri bisa dibilang salah satu aspek penting dalam Homunculus.

Suatu hari, Susumu Nakoshi, seorang pengangguran yang tinggal di dalam mobil, bersedia jadi kelinci percobaan eksperimen trepanasi. Tapi setelah operasi selesai dilakukan, Susumu jadi punya kemampuan untuk melihat sifat dan kepribadian asli dari orang-orang di sekitarnya.  Manusia-manusia yang dilihatnya pun jadi berbentuk aneh, tergantung apa yang menjadi obsesi dan sumber ketakutan mereka.

Dan ya, nggak semua orang itu baik ‘kan? Nggak semua orang itu punya obsesi yang sehat ‘kan?

8. Liar Game

Shueisha

Bagaimana rasanya jika saat pulang ke rumah, kamu menemukan kartu undangan untuk mengikuti suatu permainan misterius yang sebelumnya belum pernah kamu dengar. Di samping kartu undangan tersebut, ada juga koper berisi uang ratusan juta. Jika dalam waktu sebulan uang itu nggak dicuri oleh kontestan lain, kamu menang. Tapi, jika uang itu dicuri, kamu dianggap berutang dengan jumlah yang sama pada pihak pengelenggara permainan.

Temanya mungkin termasuk ke dalam survival. Tapi sisi psikologis dari manga ini terletak pada penggambarannya tentang sifat manusia dan pilihan moral dari karakter-karakternya. Ya, sesuai judulnya, Liar Game, kamu bisa menemukan berbagai trik penipuan, dusta, dan cara-cara licik dari para kontestan demi memenangkan permainan.

Tema survival memang bisa bikin kita mempertanyakan moralitas. Apa baiknya kita mementingkan diri sendiri, atau berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang?

9. Tomodachi Game (Friends Games)

Kodansha

Tema yang diusung manga ini hampir sama dengan Liar Game. Trik kejam, aksi tipu-menipu, dan senyuman licik yang disusul dengan mata melotot hanyalah beberapa hal lazim dalam Tomodachi Game.

Hanya bedanya, karakter utama dalam Tomodachi Game adalah seorang jenius yang cenderung nggak peduli sama keselamatan orang lain. Di balik tampangnya yang ramah, ternyata dia nggak lebih dari psikopat yang pintar dalam hal memanipulasi. Sedangkan di Liar Game, si karakter utama terlalu naif dan pengin menolong semua orang.

Yup, Tomodachi Game lebih suka mengandalkan seorang jenius gila sebagai pesona yang bakal memikat perhatian kita saat membacanya.

10. Akumetsu

s4vrrsmozm37o3vpzbkuglv2zgvxsjdt_hq
Akita Shoten

Unsur psikologis, aksi, sampai politik semuanya bercampur aduk dalam Akumetsu. Ceritanya sendiri berpusat pada Shou, seorang remaja SMA yang punya cita-cita merubah kondisi Jepang dengan cara-cara anarkis dan brutal. Ya, karakter utama Akumetsu merupakan seorang antihero idealis yang uniknya mudah disukai pembaca, mungkin termasuk juga kamu.

Tapi jangan kira manga ini berat buat dicerna. Kamu bisa menemukan banyak humor bertebaran di sana-sini saat membacanya. Humornya juga bukan humor yang garing. Dijamin deh kamu bakal ngakak lihat Shou beraksi.

Dan jangan pula berpikir perbuatan-perbuatan Shou yang gila itu patut kamu tiru ya.

Gimana, tertarik buat baca 10 manga di atas? Apa…? Kamu masih kurang puas sama daftar rekomendasinya? Hmm, kalau gitu kamu harus tunggu daftar lanjutannya.

Komentar:

Komentar