5 Manga Rekomendasi untuk Kamu yang Pengin Nambah Referensi soal Musik

Baca dan dengarkan

:

Selera musik orang rata-rata dipengaruhi sama umur. Itu kenapa banyak anak muda yang suka musik rock, dan orang yang lebih tua cenderung suka musik bernada sejuk lagi menenangkan hati. Sekarang, saya sendiri nggak tahu apa pun soal referensi musik kamu. Tapi, jika kamu orangnya memang suka musik, nggak ada salahnya buat baca 5 manga yang saya rekomendasikan ini.

Saya tahu kamu nggak akan bisa dengar bunyi apa pun kalau baca komik. Tapi seenggaknya, pengetahuan kamu tentang dunia permusikan bisa sedikit bertambah dengan membaca 5 manga ini. Siapa tahu juga karakter di dalamnya bisa kasih kamu rekomendasi musik yang enak tuh. Dan saat kamu punya waktu, kamu tinggal lanjut nonton anime-nya, biar kamu bisa dengar langsung musik yang dibicarakan karakter-karakter dalam manga.

1. Go-On!

via yodobashi.com

Saya menganggap manga karya Manabu Akishige ini bisa disamakan dengan permata tersembunyi. Ketika membaca manga ini, saya sampai berjingkrak-jingkrak sambil mendegarkan lagu-lagu di album pertama Weezer.

Go-On! menceritakan tentang Ryou Katase yang dalam kesehariannya hanyalah pelajar biasa, dalam artian dia bukan siswa populer. Dan yang paling parahnya, orang lain bahkan sering salah menyebutkan namanya. Tapi hidupnya seketika berubah setelah ia dipinjamkan CD album perdana Weezer oleh Nagano, cewek tercantik di sekolahnya.

Lalu apa yang membuat manga ini saya rekomendasikan?

Tekad Ryou Katase dkk. untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungannyalah yang membuat manga ini layak buat dibaca sekaligus dihayati. Belum lagi mereka suka bertingkah kocak, dan itu bikin manga ini nggak akan bosan membuka halaman demi halamannya.

Bicara soal musik yang ada di dalamnya… beberapa referensi lagu The Velvet Underground dan Weezer juga bakal muncul dalam Go-On!


2. Kids on the Slope

via amazon.co.jp

Bertemu teman yang membuat kamu mempelajari musik yang ia suka, itulah inti cerita dari Kids on the Slope. Sebagai pemenang Shokagakukan Manga Award edisi 57, manga ini berhasil menggabungkan drama remaja dengan unsur musik sebagai benang merah dalam ceritanya.

Kids on the Slope bercerita tentang Kaoru, murid pindahan yang bersekolah di Kyushu dan juga pemain piano klasik. Awalnya Kaoru adalah seorang penyendiri. Tapi akhirnya, ia mulai menjadi lebih terbuka setelah menyaksikan Sentarou bermain drum di depannya. Permainan drum yang ditunjukkan Sentarou akhirnya merubah Kaoru. Ia yang sebelumnya nggak mengetahui sama sekali tentang Jazz sampai rela mempelajarinya demi bermain bersama Sentarou.

Saya merekomendasikan kamu yang tertarik mendengarkan musik Jazz untuk membaca Kids on the Slope. Melalui manga ini kamu bakalan dikenalkan sama lagu Moanin’ dari Art Blakey dan But not for Me-nya Chet Baker. Selain itu beberapa lagu seperti My Favorite Things dan Someday My Prince Will Come dari film Sound of Music dan Snow White and Seven Dwarfs bakal bikin kamu penasaran buat mendengarnya langsung.

3. BECK

via amazon.co.jp

Kehidupan biasa cenderung membosankan yang dialami oleh karakter utama udah bukan jadi hal asing lagi untuk memulai sebuah cerita. Sama seperti manga Go-On!, BECK bercerita tentang seorang remaja biasa, Tanaka Yukio atau biasa dipanggil Koyuki. Tapi kehidupannya yang menjemukan habis seketika berubah setelah dia menyelamatkan seekor anjing bertampang aneh.

Ternyata anjing yang bernama Beck itu bukan anjing biasa, pemiliknya merupakan musisi rock. Pertemuannya dengan Ryusuke Minami si pemilik anjing itulah yang kemudian menginspirasi Koyuki untuk belajar bermain gitar sekaligus menerima ajakan Ryusuke untuk bergabung bersama bandnya, BECK.

Manga ini sangat cocok untuk kamu yang ingin lebih mendalami musik rock secara umum. Kamu bakal menemukan banyak referensi musik yang menjadi inspirasi dalam cerita ini, seperti nama Beck sendiri yang merujuk pada nama musisi peraih penghargaan Grammy di tahun 2015.

Belum cukup sampai di situ, pengalaman menonton festival musik yang diceritakan dalam manga ini bisa jadi salah satu daya tarik tersendiri. Jika kamu tahu Glastonbury Festival di Inggris atau Summer Sonic Festival di Jepang, kamu bakal dapat gambaran keren mengenai festival musik tersebut.

4. Nodame Cantabile

via amazon.co.jp

Jika biasanya musik klasik identik sebagai musik yang sulit dipahami dan mungkin dianggap elite bagi sebagian kalangan, mungkin kamu bakal berpikir ulang saat membaca Nodame Cantabile.

Manga ini bercerita tentang Chiaki Shinichi dan Noda Megumi. Chiaki adalah mahasiswa perfeksionis yang memiliki cita-cita menjadi konduktor. Tapi ia nggak bisa mengapai impiannya itu karena fobia terhadap pesawat. Dia jadi nggak bisa pergi ke Eropa yang dianggap sebagai kiblatnya musik klasik.

Sedangkan Nodame, dia adalah mahasiswa dari program piano yang memiliki sifat berbeda 180 derajat dengan Chiaki. Ia juga nggak punya cita-cita ambisius kayak Chiaki. Setelah lulus, dia pengin jadi guru TK. Tapi siapa sangka, di balik sifatnya itu, Nodame memiliki kemampuan bermain piano yang luar biasa.

Sebagai manga yang lucu tapi cukup romantis, karya musik yang nantinya akan dihasilkan duet Chiaki dan Nodame bakal bikin kamu merasa kalau hubungan mereka nggak sebatas cinta biasa, tapi cinta yang melebihi kemewahan istana-istana di Eropa. Coba saja kamu memutar musik yang jadi referensi (musik dari Rachmaninov, Liszt, Mozart, Beethoven, atau Chopin) setelah membaca manga ini.

5. Blue Giant

via myanimelist.com

Apa kamu setuju jika musisi yang memainkan saxophone itu kelihatan seksi? Saya sendiri nggak bisa menyangkalnya. Kamu pun mungkin bakal setuju setelah baca Blue Giant.

Manga ini bercerita tentang keputusan yang diambil Dai Miyamoto setelah lulus SMA. Berbeda dari teman-temannya yang memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke universitas, Dai justru memutuskan untuk terus berlatih memainkan saxophone hingga ia berhasil menjadi yang terbaik di dunia.

Lewat manga ini, kamu akan diajak untuk menyelami berbagai cara yang ditempuh Dai buat mencapai impiannya tersebut. Apakah dia hanya sekadar berlatih dengan keras, atau ada hal lain yang mempengaruhi impian “anehnya” tersebut?

Jika kamu penasaran seperti apa musik yang ada di manga ini, kamu bisa memulai dari lagu John Coltrane, Moment’s Notice. Sampai sekarang lagu itu pun menjadi lagu wajib ketika saya membaca Blue Giant. Coba saja kamu dengarkan dan rasakan langsung sensasinya.

Apa kamu tertarik membaca 5 manga yang saya sebutkan di atas? Kamu sebenarnya bisa lho membaca manga sambil mendengarkan musik. Apalagi sambil ditemani secangkir kopi tubruk, pasti jadi lebih mantap!

Komentar:

Komentar