5 Alat di Kartun Doraemon yang Bakal Merugikan Bisnis jika Ada di Dunia Nyata

Doraemon! Aku ingin begini, aku ingin begitu!

Pernah nggak terpikir sama kamu, apa manusia di abad 22 masih tetap bekerja? Atau segala jenis pekerjaan dikerjakan oleh robot? Kalau kita merujuk ke kartun Doraemon, kayaknya manusia sudah nggak harus kerja lagi deh. Semua yang kita mau bisa didapat hanya dengan bantuan alat.

Mau pergi ke tempat yang jauh? Tinggal pakai “pintu ke mana saja”. Mau ketemu sama Raisa? Nggak usah pergi ke konsernya. Kamu tinggal ambil aja Raisa dari TV pakai “tongkat pengambil barang dari televisi”. Di abad 22, semuanya bisa kita lakukan dengan alat-alat ajaib! Bahkan beberapa artikel, seperti ini dan ini, berandai-andai bagaimana jadinya jika alat Doraemon ada di dunia nyata, di abad 21 ini.

Pertanyaan menarik. Gimana jadinya kalau segelintir orang di abad 21 ini tiba-tiba punya alat-alat ajaib Doraemon? Haha, kenyataan itu nggak segampang di kartun, Kawan. Roda ekonomi masyarakat pasti kena imbasnya. Contohnya saja…

1. Pintu ke mana saja bisa bikin bisnis transportasi merugi

via doraemon.fandom.com

Nggak jarang saya mendengar driver transportasi online curhat tentang pendapatan mereka yang nggak sebesar dulu, saat transportasi online baru-baru lahir. Beberapa tahun yang lalu, per bulannya driver mobil transportasi online yang logonya warna hijau itu bisa punya pendapatan sampai lebih dari Rp6 juta (kalau saya nggak salah ingat). Sekarang? Boro-boro, katanya.

Kondisi itu bisa makin sulit jika pintu ke mana saja ada di dunia nyata. Bukan cuma transportasi online yang logonya warna hijau itu, semua usaha transportasi seperti bus, kereta, sampai pesawat bakal gulung tikar tuh.

Di saat polemik antara moda transportasi online dan tradisional masih belum menemukan titik temu permanen, hadirnya pintu ke mana saja bisa jadi malah memperumit situasi.

2. Konyaku penerjemah bakal merugikan penerjemah/interpreter

via doraemon.fandom.com

Konyaku atau roti penerjemah bisa bikin orang yang memakannya jadi memahami segala jenis bahasa. Cuma dengan memakan roti ini, bahkan kamu pun jadi bisa bicara bahasa yang dipakai suku terpencil di pedalaman Amazon.

Nah, jika sekarang konyaku penerjemah sudah diproduksi massal, penerjemah lisan atau interpreter nggak punya nilai guna lagi. Dan bos-bos pabrik di Karawang nggak akan lagi butuh penerjemah bahasa Jepang atau Mandarin. Toh mereka tinggal makan konyaku.

3. Roti memori bakal merugikan tempat bimbel

via doraemon.fandom.com

Jika kamu makan roti memori yang sebelumnya ditempel ke halaman buku pelajaran, kamu bakal langsung hafal apa yang ada di halaman buku itu. Rumus kimia sekalipun bisa kamu hafalkan cuma dengan memakan roti memori.

Kalau proses belajar bisa dilakukan segampang itu, imbasnya nggak akan ada lagi anak-anak sekolah yang mau ikut les di tempat bimbingan belajar. Dan yang terutamanya, kita nggak akan lagi bisa lihat iklan tempat bimbel di TV! Eeh… memangnya masih ada ya iklan tempat bimbel di tipi?

Anyway, buat apa juga ikut bimbel. Saat mau tes atau ujian di sekolah, anak-anak sekolah tinggal makan roti. Atau mungkin tempat-tempat bimbel bisa mengganti bisnis mereka jadi jualan roti memori?

4. Taplak meja ajaib bakal merugikan restoran dan katering

via doraemon.fandom.com

Jujur, saya paling pengin punya alat ini ketimbang alat-alat ajaib lainnya. Bayangkan saja, apa pun makanan yang kamu mau, semuanya bisa dihidangkan oleh taplak meja ajaib dengan sekejap mata. Kita nggak perlu mengeluarkan uang lagi untuk makan seblak atau cuanki!!

Tapi yah, efeknya orang-orang bakalan malas buat pergi ke restoran. Bahkan mungkin nggak akan ada lagi orang yang mau menghabiskan waktu untuk memasak. Dan ya, mungkin pekerjaan seperti koki atau petani pun bakalan musnah dari dunia ini.

5. Kotak telepon seandainya bakal merugikan motivator

via doraemon.fandom.com

Kalau kamu memakai telepon ini lalu bilang “Seandainya …”, apa pun keinginan kamu bakalan terkabul. Sekarang kita berandai-andai, bagaimana jika 60 persen orang Indonesia punya keinginan “Seandainya saya kaya raya dan punya banyak uang.”

Jumlah orang kaya akan meningkat pesat; orang miskin bakal berkurang drastis. Lantas apa yang selanjutnya bisa dikerjakan motivator yang rajin memberikan nasihat dan tips agar kamu cepat kaya? Nggak ada, mereka nggak punya lagi nasihat yang bisa diberikan. Toh kamunya sendiri udah jadi orang kaya dengan memakai kotak telepon seandainya.

Tapi karena hampir semua orang tiba-tiba jadi punya banyak uang, maka inflasi bakal meroket. Lama-lama uang pun jadi nggak punya nilainya lagi, dan ia bakal melenyap dengan sendirinya. Orang-orang yang bekerja di sektor perbankan pun bakal kehilangan pekerjaan mereka.

Pada akhirnya, berkat alat-alat ajaib Doraemon, semua pekerjaan di dunia ini bakal ikut melenyap. Apa yang tersisa hanyalah manusia-manusia yang kerjaan sehari-harinya cuma ongkang-ongkang kaki.

Jadi, bagaimana jika seandainya alat-alat ajaib milik Doraemon tiba-tiba eksis sekarang, di abad 21 ini? Kekacauan total, mungkin itulah jawabannya!

Terlepas dari itu semua, artikel ini cuma untuk hiburan semata, nggak usah ditanggapi terlalu serius. Alat-alat ajaib dari kartun Doraemon nggak mungkin ada di zaman ini kok.

- Advertisement -
6 Shares

Komentar:

Komentar