8 Manga Horor Ini Ceritanya Singkat Banget, tapi Layak Kamu Jadikan Bacaan Sebelum Tidur

Jangan baca manga ini rame-rame ya!

:

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang rekomendasi 15 manga horor yang cocok buat jadi pengantar tidur kamu. Nah, masih dengan tema yang sama, kali ini kita bakal membahas 8 manga karya Junji Itou, sosok yang sering disebut sebagai master of horror di Jepang.

Tapi di sini kita nggak akan bahas manga seperti Uzumaki atau Gyo yang menghabiskan beberapa chapter. Kali ini saya bakal kasih rekomendasi manga horor pendek yang tamat hanya dengan beberapa halaman. Well, ini lebih tepatnya malah bisa disebut sebagai bagian cerita yang ada dalam manga.

Yaah, biarpun pendek, itu bukan berarti esensi horor dari cerita ini jadi berkurang. Tanpa berlama-lama lagi, ini dia 8 karya dari Master Itou…

1. Falling

via imgur.com

Hujan yang turun dari langit pasti bukan pemandangan aneh bagi kita. Tapi apa jadinya jika yang turun dari langit bukan rintik air, melainkan tubuh manusia? Membayangkannya saja sudah bikin ngeri.

Cerita dalam Falling sendiri berpusat pada hilangnya penduduk kota secara mendadak. Lalu sekonyong-konyong saja orang-orang hilang itu mulai berjatuhan dari langit layaknya hujan. Itu baru satu macam kegilaan. Dari awal hingga akhir, kejutan demi kejutan lain selalu datang berhamburan terlepas dari singkatnya durasi cerita Falling.

2. Demon’s Voice

via mangarock.com

Saya sebenarnya belum pernah pergi mengendarai kapal ke tengah lautan. Tapi setelah baca Demon’s Voice, kayaknya saya harus berpikir ribuan kali kalau diajak naik kapal.

Demon’s Voice mengisahkan tentang fenomena aneh yang terjadi pada para nelayan saat mereka berlayar untuk menangkap ikan. Tapi alih-alih mendapatkan hasil tangkapan, mereka malah mendapat semacam halusinasi; halusinasi yang dijamin bikin kamu trauma berlayar jika kamu adalah karakter dalam Demon’s Voice.


Laut sebagai sebuah tempat terpencil berhasil dibikin menjadi latar tempat yang sangat menyeramkan di tangan Itou.

3. She is a Slow Walker

via davidpeach.co.uk

Mana yang paling menyeramkan buat kamu: zombie yang bisa berlari cepat ala film 28 days later atau zombie yang berjalan lambat ala film Night of the Living Dead? Ya, itu mungkin pertanyaan yang sulit, sesulit pertanyaan terakhir di kuis Who Wants to be a Millionaire. Ngomong-ngomong, ada yang ingat sama Tantowi Yahya?

Kembali ke topik, pertanyaan itu pula yang jadi bahan perdebatan dari kedua karakter di She is a Slow Walker. Sesaat sebelum terkurung di apartemen karena serangan zombie, mereka berdebat sengit perihal mana dari kedua tipe zombie itu yang lebih menakutkan.

She is a Slow Walker menyajikan cerita yang cukup kocak di awal lewat perdebatan dan ulah dari si protagonis yang penasaran dengan tingkah laku zombie. Tapi, kekocakan itu berubah drastis di bagian pertengahan dan akhir ceritanya lho. Mungkin dengan membaca She is a Slow Walker, kamu sendiri bisa ikut menentukan mana tipe zombie yang lebih menyeramkan

4. Long Hair in the Attic

via scaryforkids.com

Sudah nonton film Hereditary? Dalam film itu, ada satu adegan mengerikan yang melibatkan adiknya Peter. Jika kamu nggak tahan dengan adegan tersebut, saya menyarankan untuk berhati-hati saat membaca manga ini.

“Berhati-hati” memang terdengar sedikit lebay sih, I know… Tapi adegan itu justru punya kemiripan dengan apa yang ada dalam Long Hair in the Attic. Coba saja sampai kamu lihat penampakan kepala dan ekspresi dari Chiemi.

5. Fixed Face

via mangapark.net

Bagaimana jadinya jika saat kamu sedang menjalani operasi di rumah sakit, lalu dokter yang menangani operasi tiba-tiba pergi dan lupa kalau dia meninggalkan kamu sendirian di ruangan yang terpencil? Tuh, lihat seperti apa operasinya pada gambar di atas. Ih… amit-amit dah!

Nah, Fixed Face menggambarkan situasi yang serupa dengan ilustrasi di atas. Kalau biasanya kesan menyeramkan dari genre horor muncul lewat teror makhluk halus, cerita dari Fixed Face mengambil formula mirip seperti film Saw.

6. Layer of Fear

via imgur.com

Kutukan menjadi salah satu tema yang sering diangkat Junji Itou di setiap manga buatannya. Contohnya saja Layer of Fear yang bercerita tentang kutukan yang didapat oleh seorang ilmuwan atas penemuan artefak.

Satu hal yang mungkin bikin Layer of Fear terlihat mengerikan ditunjukkan lewat tindakan sadis yang dilakukan istri dari si ilmuwan pada anaknya, Reimi. Saat mengingat kembali gimana penampakan tubuh Reimi yang begitu menyeramkan, Saya yang waktu itu baca Layer of Fear sebelum tidur saja sampai mimpi basah lho.

Eurrrh, maksudnya mimpi buruk, nigthmare

7. Worshiping of Beauty

via mangapark.net

Dari segi cerita, Worshipping Beauty mungkin nggak terlalu menonjolkan sesuatu yang bikin bulu kuduk berdiri. Ceritanya sendiri berkisar pada seorang perempuan yang berubah jadi buruk rupa setelah berpacaran dengan seorang pria. Hanya saja, kamu bakal merasa sedikit kurang nyaman saat membacanya. Apalagi ketika kamu melihat wajah perempuan yang buruk rupa itu.

Jijik dan menyeramkan adalah dua kata yang cocok untuk mendeskripsikan Worshipping Beauty.

8. Army of One

via mangapark.net

Meskipun Army of Ones hanya cerita bonus di manga Hellstar Remina, tapi saya merasa teror yang disajikannya lebih menyeramkan ketimbang cerita tentang sebuah planet yang suka memakan planet lain.

Army of Ones menawarkan teka-teki yang bikin pembaca bingung. Dimulai dari kasus hilangnya orang-orang di tengah keramaian, hanya untuk ditemukan dalam keadaan saling terjahit satu sama lain selang beberapa waktu setelahnya.

Serasa dicampur aduk, mungkin itu yang bakal kamu rasakan saat membaca Army of Ones. Di satu sisi, cerita misteri yang ditampilkan bikin penasaran. Tapi di sisi lain, kamu nggak bakal dibuat nyaman dengan gambar yang disajikannya.

Sebenarnya masih banyak cerita pendek dalam manga karya Junji Itou yang layak jadi bahan rekomendasi. Misalnya cerita tentang model berwajah aneh yang hobinya makan daging manusia. Duh, saya lupa apa judul ceritanya. Ada yang tahu? Atau mungkin kamu sendiri punya cerita favorit yang lahir dari tangan dingin Junji Itou?

Komentar:

Komentar