8 Game PS1 yang Layak Dibangkitkan Lagi lewat Remake

Bangkitlah dari kubur, wahai game Pees Satu!

:

Selama beberapa tahun belakangan, pengalaman membuktikan kalau game jadul dari era PS1 bisa disulap jadi karya remake yang aduhai. Ya, asalkan para pengembang game punya tekad (dan kemampuan) yang kuat, itu bukan sesuatu yang mustahil. Jika kamu nggak tahu, lihat aja buktinya di Resident Evil 2 Remake. Selain grafiknya yang tampil jauh lebih memukau, game remake tersebut mampu mempertahankan aroma survival horror yang bikin game orisinalnya dipuja banyak gamer.

Mau saya sebutkan juga game remake yang sukses? Bagaimana dengan Crash Bandicoot N. Sane Trilogy atau Crash Team Racing Nitro-Fueled?

Dan karena kesuksesan game remake belakangan ini, jutaan gamer di seluruh dunia – termasuk saya – akhirnya jadi nggak sabar buat mencicipi remake dari Final Fantasy VII dan Resident Evil 3: Nemesis, dua game yang udah pasti bakal dibuat ulang di konsol generasi sekarang dan, mungkin, selanjutnya.

Tapi nih, kalau kita menilik game remake zaman sekarang yang sering berujung jadi karya yang keren abis, saya jadi sedikit berharap 8 game PS1 di bawah ini juga bisa dibuat ulang.

Peringatan: artikel ini terlahir karena angan-angan dari sang penulisnya yang banyak maunya. Bukan berarti 8 game ini pasti akan dibuat ulang di masa depan.

1. Tenchu

Activision

Sebagai bocah yang bercita-cita jadi ninja, dulu saya langsung dibuat jatuh hati saat pertama kali memainkan Tenchu. Tentu saya nggak akan nolak jika bisa memainkan lagi Rikimaru dan Ayame di konsol PS4 (atau PS5). Membayangkan dua karakter itu mengendap-ngendap di balik kegelapan malam, lalu menyabetkan pedang ke punggung dan leher musuhnya aja udah bikin saya bergidik nih.

Yaah, tapi saya pengin Tenchu versi remake nggak sesusah Sekiro: Shadows Die Twice, game yang awalnya diproyeksikan jadi bagian dari Tenchu. Cukup lewat Sekiro saya merasakan sensasi sebagai masokis!

2. Dino Crisis

Capcom

Ayolah Capcom, sampai kapan kalian bakal bikin pencinta survival horror menunggu? Saya pengin lihat lagi Regina bermesraan dengan T-Rex dan raptor!

Nggak sih, lebih tepatnya Regina sang karakter utama dikejar-kejar raptor dan T-Rex. Dia nggak pernah bercumbu mesra sama reptil zaman purba itu.

Intinya, Dino Crisis itu salah satu game klasik yang sayang banget kalau dilupakan begitu aja sama Capcom. Terlebih lagi, remake Dino Crisis bisa jadi gerbang awal untuk menghidupkan lagi franchise yang tenggelam di bawah bayang-bayang Resident Evil dan ini. Nggak banyak game yang menjadikan dinosaurus sebagai antagonis utamanya. Dan itulah salah satu hal yang paling berkesan dari Dino Crisis!

3. Silent Hill

Konami

Melihat bagaimana “fokus” dari Konami yang sejak beberapa tahun terakhir bergeser ke game ponsel dan… well, pachinko, kayaknya remake dari Silent Hill harus mentok sebagai angan-angan belaka. Kenyataan yang amat disayangkan, karena Silent Hill merupakan seri game horor terbaik yang pernah ada.

Tapi hey, kita nggak pernah tahu keajaiban macam apa yang bisa terjadi di masa depan. Mungkin saja Konami tiba-tiba berubah pikiran dan menghidupkan kembali Team Silent? Atau mungkin ada jenius gila yang pengin membeli lisensi Silent Hill, termasuk yang ada di mesin pachinko?

“Yeah, kau terlalu banyak bermimpi, wahai penulis artikel!”

4. Metal Gear Solid

Konami

Sama kayak Silent Hill, Metal Gear Solid juga dimiliki oleh Konami. Dan kayaknya game ini bakal lebih sulit untuk dibuatkan versi remake mengingat konflik antara Konami dan Hideo Kojima, sosok yang notabenenya adalah otak di balik kesuksesan MGS. Konflik tersebut bahkan sampai berujung pada keluarnya Kojima dari Konami di tahun 2015.

Tapi sekali lagi, saya masih berharap MGS (dan sekuelnya) bisa mendapat napas yang kedua. Karena sejauh yang saya tahu, nggak banyak fans sejati Metal Gear yang tertarik sama Metal Gear Survive ataupun sekuelnya. Itu pun kalau Konami punya niat untuk membuat sekuel Metal Gear Survive.

5. Parasite Eve

Parasite Eve The 3rd Birthday/Square Enix

Saat Parasite Eve pertama kali dirilis tahun 1998 dulu, popularitas RPG memang masih belum sedahsyat sekarang, terlebih kalau kita bicara tentang RPG survival horror. Maka dari itu pula, saat ini adalah momen tepat untuk membuat ulang game yang pernah digadang-gadang jadi pesaing Silent Hill dan Resident Evil ini.

Lebih asyiknya lagi, kayaknya ini bukan harapan semata deh. Square Enix dikabarkan memang tengah berupaya menghidupkan lagi Parasite Eve, meskipun kita masih belum tahu apakah game yang baru tersebut merupakan remake atau sekuel.

Apa Square Enix yakin mereka bisa mendulang popularitas layaknya Resident Evil 2 Remake? Jujur, saya sendiri nggak yakin. Buat saya, nama Parasite Eve masih kalah besar ketimbang para pesaingnya di genre survival horror. Square Enix harus menggencarkan promosinya jika pengin orang-orang tahu apa itu Parasite Eve yang sesungguhnya.

6. Suikoden 2

Konami

Satu lagi game keren dari Konami nih. Ya Tuhan, kenapa harus Konami lagi!?

Yeah, itu karena dulu Konami memang sering menelurkan game yang berkualitas wahid. Duluuuu banget, saat Konami masih belum menjadikan profit sebagai orientasi utama. Sedangkan sekarang? Konami kayaknya udah nggak tertarik untuk membuat game yang butuh modal besar. Mungkin para petinggi di Konami orangnya terlalu berhati-hati, enggan melakukan perjudian besar?

Anyway, cukup tentang Konami. Jika kamu sebelumnya nggak tahu dan belum pernah dengar tentang Suikoden 2, saya sarankan kamu buat baca artikel dari Jagat Play. Di artikel itu, Bang Plad alias “mimin” dari Jagatplay, mengupas tuntas alasan kenapa Suikoden 2 pantas disebut sebagai game JRPG terbaik sepanjang masa. Dan hey, saya sendiri setuju dengan hampir semua argumen yang dia kemukakan.

Saya bahkan yakin remake Suikoden 2 bakal sanggup menggoyang kedigdayaan JRPG kontemporer macam seri Persona atau Shin Megami Tensei… jika Konami mau membuat ulang game tersebut. Konami lagi, Konami lagi.

7. Legacy of Kain: Soul Reaver

Eidos Interactive

Ini adalah game yang mengenalkan banyak gamer pada dunia gotik nan gelap. Karakter utamanya aja berstatus mantan letnan vampir dari raja vampir. Bayangkan saudara-saudara, letnan vampir! Dan vampir itu berubah menjadi, eurrh… ruh (?), setelah dibunuh oleh tuan vampirnya.

Oke, dari sisi gameplay, Soul Reaver memang terkadang terasa repetitif. Tapi game buatan Crystal Dynamics ini punya keunggulan utama yang terletak pada jalinan cerita dan penggambaran karakternya, unsur yang amat saya sukai. Dan tentu bakalan keren banget jika kita bisa menyelami lagi cerita dari dunia gotik yang dilengkapi dengan grafik kekinian. Setelah urusan grafik selesai, Crystal Dynamics (atau siapa pun pengembangnya nanti) tinggal fokus memoles ulang sisi gameplay buat menyempurnakan Soul Reaver versi remake.

Oh ya, jangan lupakan juga opening dari game ini yang begitu memorable. Kalau kamu melihat ulang sekarang, opening itu masih akan terlihat keren!

8. Vagrant Story

Squaresoft

Bila mau diringkas, Vagrant Story adalah game RPG buatan Squaresoft (sekarang Square Enix) yang namanya tenggelam oleh game RPG lain milik Squaresoft. Kamu tahu game yang saya maksud? Ya, seri Final Fantasy.

Dan satu faktor lain yang kurang menguntungkan buat game ini adalah waktu perilisannya. Vagrant Story dirilis pas tahun 2000, tahun ketika orang-orang begitu sibuk dengan perilisan konsol generasi teranyar, PlayStation 2. Bila mau dibandingkan, game ini agak-agak punya nasib yang sama dengan Rule of Rose, game PS2 yang waktu rilisnya nyaris bersamaan dengan keluarnya PS3.

Vagrant Story memang pernah dirilis ulang di konsol PSP, PS Vita, dan PS3. Tapi tetap aja, itu cuma rilis ulang. Alangkah bagusnya kalau game ini dibuat ulang di konsol generasi terkini, biar gamer yang sebelumnya nggak familier dengan Vagrant Story bisa mencicipi pengalaman sinematiknya yang mumpuni.

Informasi tambahan: Vagrant Story mendapat skor sempurna dari Famitsu setelah perilisannya kala itu.

Ada game lain dari konsol PS1 yang layak dapat remake?

14 Shares

Komentar:

Komentar