5 Film Horor Populer yang Hampir Punya Ending Jauh Lebih Kelam dan Tragis

Dan tuan putri pun hidup bahagia selamanya dengan pangeran tampan

:

Jika selama ini kamu suka nonton film horor, kamu pasti sadar ada dua jenis ending yang bisa kita temukan di dalamnya: happy ending dan dark ending. Dalam ending jenis kedua, karakter protagonis yang sepanjang durasi film berjuang mempertahankan hidupnya bakal menemui nasib yang kelam, suram, tragis, dan memilukan. Tapi masalahnya, penonton seringkali nggak begitu suka melihat ending jenis kedua.

Oleh karena itulah dalam beberapa film, sineas memutuskan buat mengenyampingkan ending yang gelap, lalu menggantinya dengan happy ending. Padahal kalau kita perhatikan, di film horor, ending yang kelam terkadang lebih realistis dibandingkan ending yang membahagiakan.

Coba kamu cek ending alternatif dari 5 film horor populer ini. Terus kamu pilih, mana ending yang lebih kamu suka. Itu juga kalau kamu udah nonton filmnya. Kalau belum, ya kamu tonton dulu dong!

1. Get Out

Universal Pictures

Ending di filmnya:

Chris sang protagonis utama berhasil kabur dari keluarga rasis yang pengin mencuci otaknya. Seolah belum puas, Chris juga mencekik mati pacarnya yang biadab. Setelah pacarnya itu mati, Chris dikejutkan oleh sinar lampu merah biru yang mendekat, pertanda kedatangan polisi.

Tapi, eehhh… ternyata itu cuma temannya Chris yang datang buat menyelamatkannya. Film pun selesai, menunjukkan pada kita kalau sang protagonis selamat dari nasib sial yang hampir merenggut kesadarannya sebagai manusia.

Sedangkan di ending alternatifnya:

Polisi benar-benar datang ke TKP. Mereka lalu menangkap Chris dan menjebloskannya ke balik jeruji penjara dengan tuduhan pembunuhan massal. Tapi Chris nggak mampu membuktikan kalau dia nggak bersalah.

Adegan akhir menunjukkan Chris berada di penjara dengan kostum oranyenya. Mungkin juga dia dapat hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup. Meskipun begitu, dia merasa ikhlas udah menghentikan rencana busuk keluarga pacarnya yang pengin mencuci otak orang kulit hitam.

2. The Butterfly Effect

New Line Cinema

Ending di filmnya:

Evan sukses mengubah masa lalunya yang traumatis dan kelam. Tapi di sisi lain, dia juga mengubah sejarah di mana dia seharusnya bertemu dengan cinta pertamanya. Yup, karena mereka nggak pernah ketemu, cewek yang disukainya jadi nggak kenal sama Evan.

Sedangkan di ending alternatifnya:

Evan kembali jauuuuh ke masa lalu. Dia bahkan kembali ke masa ketika dia masih dikandung oleh ibunya. Di dalam rahim yang gelap itu, Evan kemudian mencekik dirinya sendiri sampai mati.

Selain ending yang satu ini, The Butterfly Effect punya tiga ending alternatif lain. Tapi ending “rahim” ini jelas yang paling kelam dibandingkan ending lainnya.

3. Hostel

Lionsgate/Screen Gems

Ending di filmnya:

Setelah diculik dan disekap di semacam penjara terbengkalai, Paxton berhasil kabur dari orang kaya yang menyiksanya dengan sadis. Tapi di stasiun kereta, Paxton kebetulan bertemu lagi dengan si penyiksanya. Tanpa buang waktu, dia pun membalas dendam dengan cara menggorok leher mantan penyiksanya itu.

Sedangkan di ending alternatifnya:

Paxton tetap membalas dendam pada orang yang telah menyiksa dirinya. Tapi, alih-alih membalas dendam secara langsung, Paxton memutuskan untuk menculik anak perempuan si penyiksa.

Kita nggak diperlihatkan gimana nasib selanjutnya dari si gadis seusai diculik Paxton. Tapi secara implisit, penulis naskah Hostel kayaknya pengin menunjukkan kalau metode balas dendam Paxton adalah dengan cara menyiksa anak dari orang yang telah menyiksanya.

Dan akhirnya Paxton pun nggak ubahnya kayak karakter antagonis yang menculik dan menyiksa dia sebelumnya.

4. You’re Next

Lionsgate

Ending di filmnya:

Para pembunuh bertopeng yang menginvasi rumah berhasil dibasmi seutuhnya oleh Erin si protagonis. Dan seperti film-film India, polisi pun selanjutnya datang untuk mengecek. Erin jadi satu-satunya karakter yang selamat di film ini (final girl).

Sedangkan di ending alternatifnya:

Para polisi yang datang terlambat itu menggerebek TKP, melihat Erin, lalu menembaknya tepat di kepala. Mungkin para polisi itu mengira Erin adalah penjahatnya. Jadi setelah kita melihat Erin berjibaku mati-matian dalam mempertahankan nyawanya, di akhir film dia meregang nyawa karena peluru dari polisi yang salah sangka.

5. Paranormal Activity

Paramaount Pictures

Ending di filmnya:

Katie sang protagonis tiba-tiba berdiri dari tempat tidur dan menatap suaminya, Micah, selama dua jam. Katie lalu keluar dari kamar dan berteriak dengan suara yang memekakkan telinga. Micah pun bangun untuk kemudian menghampiri Katie. Tapi setelah beberapa detik, tubuh Micah terlempar dan menghantam kamera yang jatuh terpelanting.

Katie pun masuk lagi ke dalam kamar, dengan darah segar menghiasi bajunya. Dia lalu merangkak ke arah mayat Micah, sebelum memandang ke arah kamera dengan senyuman jahat menghiasi mukanya.

Sedangkan di ending lainnya:

Paranormal Activity punya lumayan banyak ending sebelum Paramount memutuskan setan dan korban kerasukan (Katie) harus tetap hidup untuk kepentingan pembuatan sekuel. Di dalam ending lainnya,

  1. Katie yang kerasukan setan akhirnya membunuh Micah. Lalu dia mengurung diri di dalam kamar, dengan tubuh yang berlumuran darah. Saat setan keluar dari tubuhnya, polisi akhirnya datang memasuki rumah demi menemukan mayat Micah. Karena panik, Katie pun berlari menuruni tangga sebelum polisi menembaknya mati.
  2. Katie memasuki kamar dengan tenang. Dia lalu mendekat ke arah kamera dan tersenyum, sebelum menggorok lehernya sendiri dan jatuh ke lantai tanpa bernyawa lagi.
  3. Katie yang kerasukan setan memukul Micah dengan kameranya sampai mati. Tapi ending yang ini cuma mentok sebatas wacana.

Jadi, mana yang lebih kamu suka untuk menutup film horor? Ending yang bahagia, atau ending yang kelam?

7 Shares

Komentar:

Komentar