4 Film Science Fiction Yang Dibuat Berdasarkan Kebohongan Ilmiah, Moviegoer Wajib Tahu!

Hanya sebatas fantasi belaka

“Dibuat berdasarkan kebohongan ilmiah? Jadi selama ini kita dibohongi oleh film?” Mungkin ada beberapa dari kamu yang bertanya seperti itu setelah lihat judul artikel ini. Tapi, sebenarnya yang saya maksud dengan kebohongan nggak gitu juga. Maksudnya alih-alih menyesuaikan dengan fakta ilmiah yang ada, film science fiction Hollywood cenderung mengalihkan sains menjadi sebuah fantasi dengan efek komputer yang kentara. Aksi tokoh-tokohnya pun banyak yang menentang hukum fisika.

Sebenarnya itu sah-sah saja. Tapi sebagai penikmat film, kamu juga pasti pernah dibuat berkhayal bagaimana jika adegan-adegan di film science fiction yang “wow” itu terjadi di dunia nyata?

Nah, di artikel ini kita akan membahas empat film science fiction Hollywood dan melihatnya dari sudut pandang ilmu pengetahuan yang kita miliki. Kemudian kita akan mencari fakta-fakta ilmiah apa saja yang diabaikan oleh keempat film tersebut. Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung aja kita simak daftar yang dilansir dari Howstuffworks berikut ini.

1. Jurassic Park (1993)

via amazon.com

Semenjak film Jurassic Park booming di tahun 90-an, banyak penontonnya yang berkhayal ingin memiliki dinosaurus peliharaan di rumah mereka. Apa kamu juga sempat berpikir demikian? Well, harapan semacam itu bisa dibilang mustahil untuk jadi kenyataan.

Meskipun ilmu pengetahuan yang kita miliki sekarang memungkinkan kita untuk mengkloning hewan dan tumbuhan, tapi dalam kasus dinosaurus kloning tidak dapat dilakukan. Itu karena dinosaurus sudah lama punah.

Proses untuk mengembalikan lagi dinosaurus pun nggak gampang. Pertama-tama kita mesti mendapatkan DNA dinosaurus yang tidak mengalami kerusakan. Hal ini tidak memungkinkan, karena DNA akan mulai rusak beberapa ratus tahun setelah dinosaurus mati. Kedua, kita mesti menyusun DNA tersebut menjadi genom yang sempurna untuk satu spesies dinosaurus. Tahap ini pada dasarnya seperti membangun miliaran keping puzzle yang super kecil. Waw, kebayang gak tuh ribetnya kayak gimana?

Nah, terakhir kita gunakan genom tadi untuk membuat kromosom. Kromosom kemudian dipindahkan ke telur dari spesies modern yang (entah bagaimana) mampu membawa materi genetik dari spesies yang sudah lama punah. Berminat mencobanya?

2. The Day After Tomorrow (2004)

via gardenista.hu

Berbagai potensi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim memang jadi isu penting dalam beberapa dekade terakhir. Tapi jika kamu membayangkan bencana yang akan datang nampak seperti di film The Day After Tomorrow, berarti kamu berkhayal berlebihan, seperti filmnya yang terkesan lebay juga.

Alur cerita di film bertumpu pada global warming yang menyebabkan perubahan mendadak dalam pola cuaca. Lalu bencana dahsyat mulai berdatangan, seperti angin tornado yang menyapu kota, gunung es runtuh dan menyebabkan tsunami (setinggi ratusan meter), dan suhu mendadak dingin seperti di zaman es. Anehnya, semua itu terjadi hanya dalam beberapa hari.

Meskipun pelanet kita mengalami perubahan iklim karena pemanasan global, bencana seperti badai salju yang datang tiba-tiba sangat tidak mungkin terjadi, apalagi di musim panas. Sebenarnya iklim planet kita cukup stabil, jadi perubahan cuaca yang ekstrem sekalipun akan terjadi secara perlahan, tidak mendadak dan meledak-ledak seperti di film The Day Afrer Tomorrow.

3. Lucy (2014)

via montrealrampage.com

Pernah nonton film yang dibintangi artis cantik Scarlett Johanson ini? Kalau pernah kira-kira menurutmu kebohongan sains apa yang tergambar dalam film Lucy?

Pembuatan film Lucy didasari atas teori yang mengatakan bahwa manusia hanya menggunakan 10% dari kemampuan otaknya. Di dalam film, Lucy, tidak sengaja mengkonsumsi satu jenis narkoba yang memungkinkan dia menggunakan seluruh potensi otaknya. So, apa yang bisa dilakukan manusia jika menggunakan lebih dari 10% kemampuan otaknya? Kalau mesti menjawab berdasarkan cerita di film Lucy, manusia jadi bisa melakukan berbagai hal yang tidak mungkin seperti telekinesis, time travel, teleportasi, dan meramal masa depan.

Tak ada yang tahu pasti dari mana mitos 10% kemampuan otak tersebut berasal, tapi yang jelas itu sama sekali tidak benar. Faktanya kita menggunakan sebagian besar kapasitas otak kita setiap hari. Hal ini bisa dibuktikan dengan brain scanning atau pemindaian otak.

4. Into the Storm (2014)

via rogerebert.com

Di dalam film ini, kota Oklahoma dilanda empat angin topan sekaligus dalam kurun waktu 12 jam. Bukan sebuah kemustahilan empat angin topan melanda satu tempat yang sama dalam waktu singkat, tapi itu hampir tidak mungkin terjadi.

Sejarah Amerika mencatat ada beberapa bencana topan besar. Dan dalam semua kasus itu, angin puyuh pada umumnya menyebar di area yang luas. Misalnya angin tornado pada tahun 1999 yang menghasilkan 50 awan corong, menyebar di sekitar daerah Oklahoma dan Kansas.

Lebih jauh lagi, film ini juga menunjukkan dua angin puyuh yang bersatu membentuk angin puyuh yang lebih besar. Secara ilmiah hal ini pun tidak benar. Sebenarnya ada satu pertanyaan lagi, kenapa tokoh-tokoh utama di film Into the Storm tidak mengalami luka serius walaupun berdekatan dengan angin topan? Padahal hal yang paling berbahaya dari bencana ini yaitu reruntuhan yang beterbangan, tapi  entah mengapa mereka bisa  terhindar dari itu semua dan selamat. Hmm…

Selain keempat film di atas, sebenarnya masih banyak lagi film science fiction buatan Hollywood lainnya yang diangkat dari kebohongan ilmiah. Tapi mungkin akan di bahas di lain kesempatan. Well, sebagai penikmat film, kamu gak perlu berharap cerita di film-film Hollywood menjadi kenyataan ya, guys. Cukup nikmati saja keseruannya, hehe.

Komentar:

Komentar