15 Game PS4 Terbaik yang Harus Kamu Coba Saat Bingung Mau Main Apa

Daripada main togel, mending main game

Kamu punya PS4 tapi bingung mau main game apa? Kalau begitu, kamu sedang membaca artikel yang tepat. Kamu bisa aja baca review satu per satu, tapi itu makan waktu yang lumayan ‘kan? Makanya di artikel ini saya bakal bahas daftar game PS4 terbaik dan kenapa kamu wajib memainkannya. Langsung aja deh kamu check it out daftar game PS4 terbaik pilihan Selipan.

15. The Last Guardian

The Last Guardian
via playstation.com/SIEA

The Last Guardian awalnya direncanakan untuk dirilis di PS3. Tapi game ini sempat terjebak dalam development hell dan bikin perilisannya mundur sekitar tujuh tahun sampai era konsol PS4. Nggak apa-apa sih, karena hikmahnya, The Last Guardian menjelma jadi salah satu game terbaik yang pernah ada.

Game bergenre petualangan ini mengajak kamu bermain sebagai bocah yang berkelana bareng burung dan anjing raksasa. Hmm, monster semacam anjing sih lebih tepatnya. Berbagai rintangan dan puzzle akan jadi hal-hal yang acapkali kamu temui dalam game ini. Tapi tetap, yang paling menarik dari The Last Guardian adalah kisah persahabatan antara si bocah dan makhluk peliharaannya. Menyentuh banget deh, dijamin!

14. Until Dawn

Until Dawn
via supermassivegames.com/Sony Computer Entertainment

Nggak sebatas mengandalkan aktor beken macam Rami Malek dan grafik yang detail, Until Dawn terbukti sanggup menyuguhkan atraksi horor yang keren. Ceritanya memang cenderung klise: Sekelompok pemuda yang berkumpul di sebuah vila terpencil di gunung diteror oleh pembunuh berantai (yang memakai topeng).

Serasa lagi baca sinopsis Friday the 13th? Agak-agak mirip sih, memang. Saya sendiri memasukkan Until Dawn ke dalam daftar bukan karena kehebatan ceritanya, melainkan lebih karena faktor gameplay-nya. Kamu harus memainkan semua karakter yang berusaha bertahan dari ancaman si pembunuh berantai. Saat game mencapai klimaksnya, kamu nggak akan berhenti dibuat tegang deh.

Dan karena game ini mengusung konsep interactive, setiap keputusan yang kamu buat bakal memengaruhi nasib karakter yang kamu mainkan.

13. Uncharted 4: A Thief’s End

Uncharted 4 A Thief's End
via ibtimes.co.uk/Naughty Dog

Nathan Drake sudah tobat menjadi pemburu harta di seri keempat Uncharted ini. Tapi hasrat bertualangnya kembali lagi setelah kakaknya datang meminta pertolongan untuk memburu harta bajak laut Henry Avery.

Jika kamu pernah memainkan tiga seri sebelumnya, kamu pasti tahu Uncharted merupakan game action-adventure yang nyaris komplet. Gameplay-nya unik dan seru. Setiap cutscene-nya dibuat dengan begitu sinematik, seakan-akan kita lagi nonton film. Jalan ceritanya pun selalu mengundang penasaran, bikin saya susah mematikan konsol PS4. Yaah, walaupun jalan ceritanya nggak sedalam game garapan Naughty Dog yang lain semacam The Last of Us.

Tapi yang paling bikin saya terpukau dengan Uncharted 4 adalah grafiknya yang benar-benar realistis. Bahkan lumpur becek yang terkena putaran roda mobil terlihat nyata banget.

Oh ya, jangan lupa juga buat memainkan spin-off Uncharted: The Lost Legacy yang nggak kalah kerennya dari Uncharted 4.

12. Monster Hunter: World

Monster Hunter World
via alzashop.com/Capcom

Dunia yang indah dalam Monster Hunter: World pasti akan membuat siapa pun langsung jatuh hati, meski sama sekali ia belum pernah memainkan seri Monster Hunter sebelumnya. Tapi ada satu fitur menarik yang cukup memanjakan dari game ini, yakni kostumisasi karakter yang tak terbatas. Bahkan kita bisa membuat karakter seperti seorang tokoh terkenal. Keren bukan?

Terlepas dari fitur unggulan, gameplay Monter Hunter: World sebenarnya masih sama seperti sebelumnya. Kamu dituntut untuk menjalankan misi yang berhubungan dengan perburuan monster. Bakal lebih seru lagi kalau kamu melakukannya bareng teman-teman.

11. Resident Evil 2 Remake

Resident Evil 2 Remake
via kotaku.com/Capcom

Ini adalah game yang memuaskan banyak pencinta horor, terutama gamer setia seri Resident Evil. Lewat Resident Evil 2 Remake pula saya merasa Capcom benar-benar mendengar keinginan para fan setia RE.

Buat saya sendiri Resident Evil 2 Remake adalah penyempurnaan dari game klasik RE 2. Format fixed camera dihilangkan dan diganti dengan kamera over the shoulder yang lebih modern. Zombie dan musuh lain seperti Licker pun lebih sulit untuk dibunuh. Kamu harus menghancurkan organ yang benar-benar vital.

Selamat datang kembali di Raccoon City! Apa kamu siap membawa Leon Kennedy dan Claire Redfield keluar dari kote penuh zombie dan monster itu?

10. Detroit: Become Human

Detroit Become Human
via gamerant.com/Sony Interactive Entertainment

Detroit: Becomes Human mengambil latar masa depan yang futuristik, di mana Android telah menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia. Namun di masa depan yang dipenuhi Android itu, mereka juga mengalami isu diskriminasi.

Sama seperti Until Dawn, gameplay yang diusung game ini mengharuskan kamu untuk membuat pilihan. Dan pilihan yang kamu ambil akan memengaruhi kelanjutan jalan cerita. Jadi kamu nggak boleh asal membuat keputusan. Kamu harus melakukan observasi dan mengatur strategi biar bisa membuat pilihan yang tepat.

Dan satu keunggulan lain dari game ini yang nggak boleh kamu lupakan adalah grafiknya. Mau itu itu di mode gameplay atau cutscene, grafiknya selalu memanjakan mata!

9. Shadow of the Colossus

Shadow of The Colossus Remake
via engadget.com/Sony Interactive Entertainment

Shadow of the Colossus merupakan remake dari game berjudul sama yang dirilis di konsol PS2. Tapi di versi PS4, grafiknya jelas jauh lebih mumpuni. Dengan jalan cerita dan ending yang menyayat hati, grafik yang ciamik betul-betul memperlengkap alasan kenapa kamu harus memainkan Shadow of the Colossus.

Wander, begitulah nama dari protagonis game ini, ingin menghidupkan kembali wanita yang ia cintai. Syaratnya ia harus mengalahkan 16 raksasa yang tersebar di berbagai tempat.

Saat bertarung dengan para raksasa, kamu akan menggunakan pedang kuno yang dapat mengungkap kelemahan musuh. Terlihat mudah? Tunggu dulu. Para raksasa yang harus kamu kalahkan itu sangat agresif. Mereka bisa segera menginjak kamu dengan mudah, bahkan sebelum kamu siap memanjat tubuh besar mereka.

8. Persona 5

Persona 5
via washingtonpost.com/Atlus

Memainkan karakter remaja yang gemar memakai kostum kayak karakter anime itu ternyata bisa bikin nagih. Persona 5 jadi buktinya.

Dalam game yang mengusung genre JRPG turn-based ini, kamu akan mengontrol protagonis anak remaja. Dan selayaknya anak remaja kebanyakan, kamu harus bersekolah di pagi sampai siang hari, lalu melawan monster setelah pulang sekolah.

Dua hal itulah yang menjadikan Persona 5 sebagai game yang adiktif buat dimainkan. Tugas utama kamu sebenarnya adalah mengubah kepribadian karakter-karakter jahat di Tokyo dengan mencuri hati mereka. .

Tapi saat di siang hari, kamu harus berlaku sebagai remaja biasa: bersekolah dan bergaul dengan teman-teman sekaligus meningkatkan hubungan dengan mereka. Waktu 100 jam lebih pun nggak akan terasa saat kamu menamatkan Persona 5.

7. Bloodborne

Bloodborne
via playstation.com/Sony Computer Entertainment

Untuk para pecinta tantangan super sulit seperti yang ada di seri Souls, Bloodborne adalah game yang nggak boleh kamu lewatkan. Fokus dari ceritanya ada pada karakter yang ingin mencari obat di kota fiksi Yharnam.

Tapi bukannya obat yang didapat, melainkan malapetaka. Kota yang jadi tujuan karakter kamu udah porak poranda oleh wabah. Misi pencarian obat pun berganti jadi perjuangan bertahan hidup dari warga kota yang berubah menjadi makhluk mengerikan.

Meski membawa gameplay yang sama dengan Dark Souls, gaya bertarung dalam game ini sangatlah berbeda. Kamu harus lebih cekatan dalam menghindari serangan. Dan jangan berharap karakter kamu bakal dilengkapi dengan pedang sakti mandraguna atau semacamnya.

6. Nier: Automata

Nier Automata
via playstation.com/Square Enix

Cerita game ini berkaitan dengan tema post-apocalyptic, di mana kamu memainkan Android samurai berkostum gotik yang membantu umat manusia merebut kembali Bumi dari tangan alien dan robot. Tapi game ini nggak sesederhana yang terlihat. Nier: Automata bakal mengajak kamu untuk mempertanyakan tentang hal-hal kompleks seperti moralitas, kematian, dan makna menjadi manusia.

Dan itu baru dari segi cerita. Game ini juga punya keunggulan dari setting open-world yang begitu luas dan indah. Kamu nggak akan dibuat bosan menjelajah sambil diiringi soundtrack yang, sumpahnya, bagus banget!

Gameplay-nya sendiri bertipe hack and slash. Tapi berbeda dengan, katakanlah Dynasty Warriors, game ini menuntut refleks dan konsentrasi penuh. Dengan kata lain, kamu harus lihai jika pengin mengalahkan musuh.

Dengan berbagai daya tariknya, nggak heran kalau di tahun 2019 ini Square Enix merilis Nier: Automata Game of the Yorha Edition. Kenapa mesti Yorha? Kamu pasti ngerti kalau udah main game ini.

5. Horizon Zero Dawn

Horizon Zero Dawn
via playstation.com/Sony Computer Entertainment

Berlatar dunia pada tahun 3017, kamu akan merasakan bagaimana rasanya hidup di tengah maraknya monster bertubuh besi yang memangsa manusia lewat Horizon Zero Dawn. Mungkin kamu bakal merasa setting game ini terlihat seperti di zaman purba, tapi dengan teknologi yang super canggih. Justru itulah misteri terbesar yang tersimpan dalam game keren ini.

Dari segi gameplay, Horizon: Zero Dawn memakai mekanisme yang sama dengan game seperti God of War atau Far Cry. Upgrade senjata dan perlengkapan lainnya akan sering kamu lakukan jika pengin bertahan hidup.

4. Spider-Man

Spider-Man
via amazon.co.uk/Sony Interactive Entertainment

Akhirnya kita bisa merasakan juga sensasi bermain game Spider-Man yang berkualitas.

Di game Spider-Man yang menurut saya paling keren ini, Peter Parker merasa keadaan sudah aman dan ia bisa fokus dengan kehidupannya. Tapi faktanya, kekosongan raja penjahat di New York, membuat para aliansi kejahatan saling bertarung untuk menjadi yang terjahat. Spidey pun terpaksa harus kembali beraksi.

Pada dasarnya formula gameplay yang dipakai hampir sama dengan game Spider-Man sebelumnya, tapi banyak pembaruan yang bisa kamu lihat. Seperti saat berayun di tengah kota, kamu nggak hanya bisa merayap, tapi juga berlarian di dinding gedung. Serangan kombinasi Spidey pun dibuat lebih efisien.

Oh ya, kali ini juga Spidey memiliki senjata tambahan berupa jaring listrik dan drone laba-laba.

3. The Last of Us Remastered

The Last of Us Remastered
via playstation.com/Naughty Dog

Dulu saya sempat berpikir game ini akan membosankan karena embel-embel zombie dan dunia post-apocalypse. Tapi diluar dugaan, The Last of Us memberikan pengalaman bermain game yang sangat menguras emosi. Tak hanya soal wabah zombie, ego manusia yang tinggi serta empati yang semakin pudar menjadi isu utama dalam game ini. Sungguh suatu ironi di balik sepinya dunia yang telah porak poranda oleh wabah penyakit.

Nggak banyak yang perubahan di The Last of Us Remastered jika dibandingkan dengan versi PS3-nya. Tapi jika kamu pengin melihat grafik yang lebih mendetail dan menawan, atau sekadar kangen sama petualangan Joel dan Ellie, The Last of Us Remastered merupakan solusi yang tepat.

2. Red Dead Redemption 2

Red Dead Redemption 2
via rdr2.org/Rockstar Games

Jujur saja, saya sendiri belum pernah memainkan game Red Dead Redemption pertama. Tapi karena seri keduanya ini adalah prekuel, jadi saya rasa nggak ada salahnya untuk memainkannya. Ternyata keputusan saya nggak keliru, Red Dead Redemption 2 sangat luar biasa.

Detail, detail dan detail. Red Dead Redemption 2 membuat saya merasa nggak lagi memainkan game, melainkan seperti sedang merasakan kehidupan nyata sebagai anggota geng Van Der Linde. Ditambah dengan fitur open world dan grafik memukau, saya menemukan banyak hal mendetail yang nggak ada di game lain.

Kalau kamu pengin game yang punya jalan cerita epik dan gameplay yang mantap, mainkan Red Dead Redemption 2.

1. God of War

God of War
via playstation.com/SIEA

Banyak orang menyindir God of War versi 2018 ini dengan sebutan Dad of War. Itu cukup beralasan, karena kali ini Kratos berperan sebagai ayah dari Atreus, atau yang punya nama lain…

Aaah, simpan aja itu sebagai kejutan yang bisa kamu temukan di bagian ending.

Anyway, lupakan dulu tentang guyonan Dad of War. Dalam game ini kamu akan menemukan perpaduan cerita dan gameplay yang amat memuaskan. Keputusan pengembang Santa Monica untuk memindahkan setting dari mitologi Yunani ke Nordic pun terbukti jitu. God of War terlihat begitu fresh tanpa harus melupakan akarnya (pertarungan brutal penuh darah).

Perhatikan betul bagaimana hubungan Kratos dan Atreus sepanjang game, dan kamu bakal tahu kenapa God of War pantas mendapat anugerah Game of the Year tahun 2018.

Itulah game PS4 terbaik sepanjang masa versi Selipan. Apa game favorit kamu masuk dalam daftar? Atau kamu punya game lain yang pantas masuk daftar?

26 Shares

Komentar:

Komentar