Playfest 2018: Ini nih Cara Mengubah Baper ke Arah yang Lebih Positif ala Narasi TV

Udah nggak zaman ya baper-baperan

Pernahkah kamu terbawa perasaan (baper) ketika membahas sesuatu. Ketika membahas mantan, misalnya? Atau jangan-jangan ketika berdebat soal politik? Di media sosial aja sering tuh kita lihat debat tentang politik (yang dari argumennya kelihatan banget bawa-bawa perasaan). Apa kamu termasuk orang yang suka melakukan itu?

Padahal santai aja, guys. Toh, mungkin elite politik yang kamu bela juga santai-santai aja. Lagian hidup ini tuh nggak cuma soal politik, masih ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan.

Karena fenomena itu juga di hari kedua Narasi Playfest 2018, Najwa Shihab yang merupakan jurnalis dan pendiri Narasi TV membahas soal baper yang seringkali dialami generasi millennial dan generasi Z saat membicarakan soal politik.

Konten di Narasi TV saja berisi topik-topik lain, tak hanya soal politik, kata Najwa Shihab saat hadir di panggung Playstage. Jadi nggak usahlah terlalu baper saat membahas politik, apalagi terus-menerus memikirkannya. Untuk mengatasi gejala baper yang kerap melanda kita saat berbicara soal politik, nih… berikut ini ada tips mengelola baper ala Narasi TV.

Salurkan baper kamu dalam karya yang bisa dinikmati

Menurut Fenty Effendy, “Baper itu adalah suatu hal yang wajar,” terutama bagi anak muda yang tidak sabaran.

Tapi, “Asalkan baper-nya bisa menghasilkan karya dan dinikmati banyak orang, contohnya seperti yang dilakukan Glenn (Fredly) dan Tompi,” lanjut Mario dan Eda yang tergabung dalam Duo Budjang.

Glenn Fredly, Tompy, Duo Budjang, dan Fenty merupakan avengers yang mengisi konten-konten Narasi TV di tahun pertamanya. Mereka juga suka menuangkan kebaperan mereka secara kreatif ke dalam konten-konten di kanal Narasi TV. Bahasannya pun beragam mulai dari musik, selebritis, olahraga, hingga politik.

Panggung Najwa Shihab yang dimeriahkan oleh Glenn Fredly & Tompi/via Narasi Playfest

Nih ya, bahkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun sempat menunjukkan kebolehan mereka di atas panggung Playfest. Keduanya mempertunjukkan sekaligus saling beradu humor garing ala Garing Girang.

Tuh kan, hadirnya dua tamu kejutan itu di atas panggung jadi bukti kalau siapa pun bisa membuat konten.

Masih belum yakin membuat konten? Belajar saja dulu dari orang lain

Fahri Hamzah adu humor garing dengan musisi Tompi/via Narasi Playfest

Di usianya yang masih tergolong muda, Narasi TV sudah sukses dengan 6 avengers dan 4 kontennya. Itu pun masih belum cukup. Narasi TV masih akan mengajak avengers baru yang di antaranya adalah Sarah Sechan dan Garing Girang. Mereka bakal segera mengisi kanal baru di Narasi TV.

Sementara dari sisi programnya, Narasi TV akan menghadirkan program baru bertemakan teknologi, musik, dan budaya. Rencananya program-program baru itu akan tayang mulai tahun depan.

Nah, di Playfest 2018 yang digelar 24-25 November 2018, Narasi pun menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan salah satu konten barunya, Garing-Girang.

Garing Girang diperkenalkan sebagai avengers baru Narasi TV/via Narasi Playfest

Garing-Girang merupakan konten baru di Narasi. Adu kegirangan. Siapa yang paling garing, dia yang menang. Dan tantangannya, tidak boleh ketawa,” terang Najwa.

Kalau humor bikin ketawa mungkin sudah biasa. Tapi jika ukuran humor adalah kegaringannya, yakin deh bakal bikin baper kamu hilang. Ditambah lagi dengan sederet konten yang dihadirkan Narasi TV, ini juga berarti kesempatan emas buat kamu untuk mempelajari gimana isi konten yang keren itu.

Gabung dengan komunitas yang kamu suka

Jika belum bisa bikin humor garing dan membuat karya sendiri, tak ada salahnya kamu gabung dengan komunitas. Di Indonesia banyak banget komunitas yang bisa kamu ikuti. Maka dari itu carilah komunitas yang kegiatannya sesuai dengan kegemaran kamu.

Narasi TV sendiri punya komunitas yang diberi nama Mata Kita dan sudah tersebar di seluruh Indonesia. Pendirian komunitas ini sejalan dengan salah satu dari tiga nilai Narasi TV yang dikenal dengan istilah 3C: Content, Collaboration, dan Community.

Anggota komunitas Mata Kita di berbagai daerah terbentuk secara organik dan mereka juga kerap mengadakan kegiatan yang mereka organisir sendiri. Buat kamu yang belum nemu komunitas yang cocok untuk diikuti, Mata Kita bisa jadi alternatif tuh.

Komunitas Mata Kita dari berbagai daerah menghadiri acara Narasi Playfest 2018 / via Narasi Playfest

Baper itu bukan sesuatu yang jelek, asalkan kamu bisa mengelolanya. Lebih bagus lagi kalau kebaperan kamu bisa disulap menjadi karya yang menularkan aura positif. Setuju?

4 Shares

Komentar:

Komentar