4 Hal Penting yang Sering Terlupakan Pencari Kerja Saat Mengikuti Job Fair

Jangan cuma numpang lewat doang ke job fair tuh

:

Setelah lulus sekolah/kuliah itu enaknya ya langsung dapat kerja. Setelah dapat kerja, kumpulkan duit sebanyak-banyaknya, terus belikan orangtua konsol game buat menemani masa pensiun mereka. Senang ‘kan rasanya melihat orangtua kamu bisa bermesraan sambil main Mario Kart? Wiiih, mantap banget ya tuh rencana… mungkin… bagi sebagian orang.

Tapi apa daya, terkadang kenyataan nggak semulus bayangan serta impian. Cari kerja sana-sini tapi masih juga sulit dapat kerja. Ikut belasan job fair tapi masih juga nggak dipanggil wawancara. Dan hal tersebut nggak hanya berlaku bagi fresh graduate, tapi juga mereka yang lagi cari pekerjaan baru, pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Haaah… hidup ini memang berat ya.

Oke, berkeluh kesah boleh-boleh saja, toh kita ini manusia. Tapi bakal lebih baik lagi kalau kita introspeksi diri, terlebih lagi jika kita nggak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dimau. Misalnya saja, apa kamu sering melakukan 4 hal ini saat mengikuti job fair atau bursa kerja?

1. Terlalu fokus ke satu-dua perusahaan

via pixabay.com

Sangatlah penting untuk menetapkan perusahaan yang ingin kamu lamar sebelum datang ke job fair. Dengan begitu, kamu nggak dibuat kebingungan saat berada di lokasi.

Tapi apa kamu puas datang jauh-jauh ke lokasi job fair jika hanya melamar ke satu-dua perusahaan? Apa kamu merasa pasti bakal lolos seleksi perusahaan yang dilamar oleh ribuan orang? Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang namanya belum pernah kamu dengar? Apa kamu bakal membiarkan mereka pulang tanpa menerima resume kamu?

Diterima perusahaan besar itu memang membanggakan. Tapi nggak ada salahnya kok memulai karier dari perusahaan yang lebih kecil. Selain itu, peluang kamu untuk dipanggil ke tahap selanjutnya pun bakal lebih besar.


Meskipun begitu, jangan lupa juga untuk mengukur kemampuan dan keahlian kamu. Lihat perusahaan apa saja yang bakal ada di suatu job fair, cari tahu deskripsi perusahaannya, lalu urut daftar perusahaan yang sekiranya membutuhkan kemampuan kamu.

2. Lupa untuk berinteraksi dan membangun koneksi

via pixabay.com

Nggak sedikit pencari kerja yang datang ke job fair hanya untuk memberikan resume, lalu pulang.

Jika kamu termasuk orang yang seperti itu, sayang banget lho. Di mana lagi kamu bisa berkenalan langsung dengan perwakilan perusahaan yang kamu tuju selain di job fair?! Well, kamu bisa melakukannya di tempat atau kesempatan lain sih. Tapi tetap saja itu nggak akan segampang di job fair.

Maka dari itu, manfaatkan job fair untuk bertanya sepuas-puasnya. Kalau memungkinkan, minta juga kartu nama orang perwakilan perusahaan. Jadi setelah acara selesai, kamu bisa menjalin relasi dengan mereka sekaligus mengucapkan terima kasih atas waktu yang sudah mereka sediakan buat kamu.

Dan jangan cuma membangun koneksi dengan perwakilan perusahaan, kenalan juga dong sama pencari kerja lainnya. Sekalian juga minta kontak mereka. Kalau bisa jadikan mereka teman baik kamu. Siapa tahu kenalan baru kamu itu bisa membuka peluang karier di masa depan? Yaah, minimalnya kalian bisa sharing informasi berharga tentang dunia kerja nantinya.

Jadi, disarankan untuk nggak bergerombol dengan teman-teman kampus doang kalau di job fair. Bangun koneksi!

3. Terlalu mirip dengan ribuan orang lainnya yang juga menghadiri job fair

via pexels.com

Inilah pentingnya mempersiapkan jawaban dan pertanyaan untuk wawancara sebelum datang ke job fair. Ada juga lho perusahaan yang langsung mewawancarai pelamar saat job fair. Dan bukan hanya soal wawancara sih, tapi kamu juga harus menggodok resume yang mendeskripsikan diri kamu dengan matang.

Coba bayangkan jika kamu ditunjuk sebagai perwakilan perusahaan yang akan menilai pelamar. Kamu pasti bakal bosan jika terus mendengar ratusan pelamar bilang “Kelebihan saya adalah… saya pekerja keras,” atau “Saya bisa bekerja secara individu maupun dalam tim,” ke arah telinga kamu.

Jabarkan dengan singkat, jelas, dan padat tentang diri kamu: keahlian (soft skill dan hard skill), gelar, serta kelebihan dan kekurangan (yang spesifik). Setelah itu, kamu bisa tambahkan bagaimana kiranya kamu akan berkontribusi pada perusahaan.

4. Kehabisan resume di tengah jalan

via pexels.com

Sekarang zaman sudah memasuki era digital, itu benar. Tapi tetap saja kamu disarankan untuk bawa resume yang dicetak di atas kertas saat mendatangi job fair. Apalagi jika perusahaan yang dituju mensyaratkan pelamar untuk menyerahkan resume yang dicetak di atas kertas. Mau nggak mau kamu harus nurut.

Lebih baik cetak resume kamu dalam jumlah lebih. Misalnya, jika kamu berencana melamar ke 10 perusahaan, cetak saja 20 resume. Bikin salinan dari masing-masing resume. Siapa tahu ada orang iseng yang curi resume kamu buat dijadikan bungkus gorengan.

Jangan lupa juga, bikin resume khusus untuk masing-masing perusahaan. Jangan sampai kamu kasih 10 resume dengan format yang sama ke 10 perusahaan berbeda.

Gimana, siap untuk praktikkan tips-tips di atas? Dengan segala keterbatasannya, 4 tips di atas memang belum bisa dibilang lengkap. Tapi semoga saja bisa berguna buat kamu yang mau ikutan job fair.

Oh ya, ngomong-ngomong soal job fair, tanggal 20-21 Juli bakal diselenggarakan Indonesia Career Expo yang mengambil lokasi di Smesco Exhibition Hall. Tahu nggak di mana tempatnya? Nggak tahu? Hmm, nih alamat lengkapnya: Jl. Gatot Subroto Kav.94, Jakarta Selatan.

Buat kamu mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate yang lagi cari kerja, atau bahkan kamu yang pengin pindah kerjaan, bursa kerja terbesar di Indonesia ini sayang banget kalau nggak didatangi. Soalnya bakal ada lebih dari 70 perusahaan nasional dan multinasional dengan berbagai bidang dan lowongan yang bakal hadir. Beberapanya bisa kamu lihat di sini:

Ada perusahaan yang menarik minat kamu? Langsung deh kamu registrasi online di sini.

Nggak usah khawatir soal biaya, karena Indonesia Career Expo ini gratis dan terbuka untuk umum. Kamu tinggal follow akun Instagram @IndonesiaCareer dan persiapkan CV serta pasfoto sebanyak-banyaknya.

Untuk info lebih lanjut kamu bisa hubungi nomor kontak 081904403888 atau bisa juga pantengin IG @indonesiaCareer

Jangan lupa share informasi ini ke teman atau saudara kamu yang sama-sama lagi cari kerja. Semangat ya!

Komentar:

Komentar