Lihat Apa Yang Sudah Dilakukan Oleh 5 Anak Muda Indonesia Ini, Kamu Selanjutnya?


:

Apa ada diantara kalian yang pernah tau atau pernah dengar quote satu ini?

“My fellow Americans, ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” – John F. Kennedy

Kalau diterjemahkan bunyinya, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan kepada negaramu.” Yups, itu adalah quote terkenal dari Presiden Amerika Serikat ke-35 yang menjabat mulai bulan Januari 1961 sampai dengan bulan November 1963, John F. Kennedy.

Nah, ternyata sudah ada sebagian dari rakyat Indonesia yang benar-benar memahami dan mengamalkan makna dari quote John F. Kennedy tersebut. Perlu contoh? Oke, kita ambilkan contoh 5 anak muda Indonesia yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Siapa saja mereka?

1. Yukka Herlanda

 

via www.tokohindonesia.com

 

Masih asing di telinga kalian? Kalau begitu yuk kenalan dulu sama pemilik Brodo Footwear ini. Lulusan mahasiswa ITB ini memulai bisnis jualan sepatu dibantu oleh teman dekatnya, yaitu Putera Dwi Karunia. Awal mula ide berjualan sepatu muncul gara-gara dia kesulitan menemukan sepatu ukuran 46, kalaupun ada modelnya pun biasa saja.

Bermula dari keterbatasan itu dia memesan sepatu buatan sendiri ke Cibaduyut. Tak disangka sepatu buatannya ternyata berhasil menarik minat teman-temannya di kampus, alhasil dia pun memutuskan untuk berjualan sepatu hasil rancangannya, Inilah cikal bakal munculnya Brodo Footwear.

Tahun demi tahun telah dilewati, penjualan Brodo Footwear pun meroket tajam sehingga dia sering diundang sebagai pembicara seminar atau menjadi narasumber pada sebuah interview. Kisah sukses Brodo Footwear pun sempat menghiasi laman Facebook for Business.

 

2. Dennis Adhiswara

 

via swa.co.id

Siapa yang tidak kenal dengan aktor dan sutradara satu ini? Nama Dennis Adhiswara mulai dikenal publik setelah dia membintangi film Ada Apa Dengan Cinta, setelah itu dia kebanjiran tawaran bermain film. Sayangnya tidak semua tawaran tersebut dia terima, bahkan dia mengaku lebih enjoy berperan sebagai sutradara daripada sebagai aktor.

Bermula dari keprihatinannya terhadap pertelevisian lokal, Dennis memutuskan untuk mendirikan online video multi channel network yang diberi nama Layaria pada pertengahan 2012. Layaria merupakan gabungan dari studio TV, agensi, dan inkubator bisnis. Konsep kerja Layaria yaitu mencakup akuisisi pihak pembuat/pemilik konten video, pengembangan konten, inkubasi dan akselerasi, manajemen talenta dan distribusi promosi hasil karya creator partner.

Munculnya Layaria memancing berkembangnya konten berupa video di jagat per-internetan Indonesia. Kehadiran Smartfren 4G LTE terbukti membuat perkembangan ini semakin viral karena internet kini merajai kehidupan anak muda. Hasilnya bisa kamu lihat saat ini dengan banyaknya vlogger-vlogger yang bertebaran, baik di Instagram, Vine, ataupun Youtube.

 

3. Eka Gustiwana

 

via cronosal.blogspot.com

Berawal dari ngamen dari satu cafe ke cafe lain, kemudian menabung uang hasil kerja kerasnya untuk dibelikan peralatan studio dan komputer di rumahnya, sampai pada suatu hari keisengannya membuat video parodi Arya Wiguna membuat nama Eka Gustiwana dikenal publik. Tidak behenti sampai disitu, Eka juga membuat video Jeremy Teti, Dodit Mulyanto, Syahrini, hingga Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya piawai dalam hal speech composing, Eka juga sering menulis lagu, mengaransemen lagu, bahkan membuat jingle untuk berbagai instansi. Dia mengaku bahwa speech composing hanyalah selingan untuk membuat orang tertawa.

Pelopor speech composing di Indonesia ini membawa pesan bagi para pemain baru musik tanah air. Eka menyarankan mereka tidak malu dalam menyebarluaskan karya mereka. Nggak susah kok, yang penting percaya diri dan punya modal. Kamu bisa mencoba meng-upload karyamu ke sosial media sebagai langkah awal. Kini 4G LTE sudah hadir, yuk coba berkarya seperti Eka.

4. Riyan Riyadi

 

via rinaldisetiawanurt.blogspot.com

Kamu yang tinggal di Jakarta pasti sudah sering melihat mural kritik sosial dengan tanda tangan ‘Popo’. Tapi tahukah kamu siapa orang dibalik mural yang kritis tapi menggelitik itu? Dia adalah Riyan Ryadi, peraih penghargaan The Best Mural Artist pada Tembok Bomber Award 2010.

Pria yang awal mula berkenalan dengan dunia grafiti pada bangku sekolah menengah ini mengaku bahwa dia menggambar mural bermuatan kritik sosial tersebut tanpa ada maksud ingin menjadi pahlawan. Dia hanya ingin mengeluh dan menyampaikan aspirasinya melalui media gambar seperti halnya buku diary. Dan dia merasa terbantu apabila ada masyarakat yang tergerak oleh mural buatannya seperti kasus penebangan pohon untuk pembangunan jalan tol.

Yang membedakan dia dengan seniman-seniman grafiti jalanan lainnya adalah konsep dan tujuan dalam setiap karyanya. Dia menceritakan history yang ada di sekitar tempat tersebut, sehingga tembok dan lingkungan tersebut memiliki korelasi, tidak sekedar tentang mural tanpa makna yang mengganggu keindahan tembok-tembok di Jakarta. Hal ini sekaligus menjadi pesan bagi para pegiat grafiti tanah air agar tidak hanya membuat grafiti kosong tanpa makna. Agar pesan ini bisa tersebar luas, Riyan memanfaatkan 4G LTE untuk upload hasil karyanya melalui Instagram.

 

5. Ariev Rahman

 

via acerid.com

Buat kamu yang bercita-cita pengen jalan-jalan keliling dunia mungkin bisa coba kenalan dengan Ariev Rahman. Siapa dia? Buat yang belum tahu coba tanyakan pada teman-teman kamu yang suka travelling, pasti mereka kenal dia. Pria kelahiran Semarang ini mendapatkan penghasilannya dari travelling dan menulis. Segampang itu? Tentu tidak, banyak proses yang harus dilalui sehingga bisa jadi seperti ini.

Kecintaannya pada travelling bermula pada tahun 2010, Ariev yang pada saat itu sedang patah hati memutuskan untuk menyembuhkan dirinya dengan cara ‘melarikan diri’ ke Singapura. Selepas dari Singapura dia mulai ketagihan travelling baik dalam negeri maupun luar negeri. Dia mengabadikan momen-momen perjalanan di blognya.

Berkat tulisan-tulisan di blognya dia sering ditunjuk sebagai pembicara ataupun duta wisata berbagai instansi. Blognya pun mendapatkan beberapa penghargaan antara lain, Indonesia’s Best Travel Blog of The Year 2014 oleh Skyscanner, dan Indonesia’s Best Travel Blog of the Year 2015 oleh Blogger Camp Indonesia. Dia mengatakan semua orang bisa menjadi seperti dirinya asal konsisten, baik dari sisi maintenance blog ataupun dari sisi konten. Terlebih apabila menguasai teknik dasar fotografi sehingga bisa menghasilkan foto yang digunakan sebagai media penunjang cerita.

Nah, dari 5 anak muda Indonesia diatas, mana yang kira-kira menginspirasi dan ingin kamu tiru jejaknya? Mumpung masih muda nih, kenapa nggak kita manfaatkan passion dengan lebih baik? Bagi kamu yang sudah pernah berkarya di bidang fashion, film, musik, design atau mungkin travel, kini waktunya kamu unjuk gigi! Sebagai langkah awal kamu berkarya untuk Indonesia, kamu bisa mengikuti ajang “Generasi 4G – Berkarya dalam Negeri”, yang diadakan oleh provider jaringan telekomunikasi 4G di Indonesia, Smartfren. Hmm, kesempatan yang nggak mungkin kamu sia-siain gitu aja, kan?

Caranya mudah aja sih, kunjungi situs dengan ikuti link di sini dan tunjukkan hasil karyamu dengan berpartispasi salam program 1000 Karya Untuk 1 Sekolah Dengan Internet 4G. Jangan lupa ajak temen-temenmu, siapa tahu mereka belum tahu. Biar makin seru, coba deh dateng ke acara Generasi 4G Day yang bakal diadain di Ciwalk Bandung tanggal 1 Mei. Buktikan bahwa kita bukan generasi apatis dengan menginspirasi sesama anak muda! Lagipula setiap minggunya ada Andromax yang bisa kamu dapatkan secara gratis lho, siapa sih yang nggak mau? Jadi, tunggu apa lagi?

Komentar:

Komentar