Ketimbang Sibuk Mikirin Berat Badan, Mending Ukur Kesehatan Diri lewat 7 Kriteria Ini Yuk!

Poin penting sebagai tolak ukur kesehatan, cek yuk!

Banyak orang menilai kalau berat badan yang berlebih itu tanda tubuh nggak sehat. Padahal, ada poin-poin lain yang justru lebih efektif untuk mengukur tingkat kesehatan seseorang, dan itu nggak ada hubungannya sama masalah berat badan berlebih. Caranya mudah, kamu tinggal perhatikan 7 poin yang akan kita bahas sekarang.

Masing-masing poin punya ukuran sendiri yang bisa kamu takar. Jadi, kalau lebih atau kurang dari ukuran standar, berarti kesehatanmu dalam masalah. Seperti dilansir dari This is insider, yuk simak apa saja 7 kriteria yang bisa kamu telusuri buat hidup lebih sehat.

1. Lingkar pinggang

via tribunnews.com

Mengukur lingkar pinggang bisa digunakan untuk melihat gambaran besar tentang kondisi kesehatan seseorang. Ukuran lingkar pinggang bisa jadi peringatan akan risiko penyakit yang bisa kamu derita seperti stroke, sleep apnea, atau bahkan serangan jantung.


Lingkar pinggang juga merupakan indikator lemak visceral, yaitu lemak perut yang mengelilingi organ dalam. Lemak visceral ini bisa memprediksi dengan akurat penyakit terkait obesitas dibandingkan lemak tubuh keseluruhan. Jadi, bisa saja kamu kelihatan kurus tapi ternyata punya perut buncit. Ya, ‘kan?

2. Konsumsi air

via vemale.com

Kamu pasti sering denger kalau orang harus minum air minimal delapan gelas sehari? Emang nggak sepenuhnya salah sih, tapi sebenarnya yang paling tahu apakah kamu kekurangan cairan atau nggak ya tubuhmu sendiri. Kebutuhan air dalam tubuh seseorang itu dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan juga iklim. Jadi, nggak ada patokan baku berapa banyak air yang harus kita minum dalam sehari.

Solusinya, lebih baik kamu lihat warna air kencing kamu. Kalau kencing kamu berwarna kuning pekat, itu tandanya kamu kekurangan cairan. Tapi kalo kencing kamu bening atau kuning pucat, berarti kadar air di tubuhmu cukup

3. Tekanan darah

via tropicanaslim.com

Perhatikan baik-baik berapa tekanan darahmu, dan cobalah untuk mengontrolnya. Tekanan darah yang tinggi dan tak terkendali akan menyebabkan komplikasi serius yang merusak pembuluh penting dalam tubuhmu. Hal itu tentu akan meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. So, minimal kamu perlu cek tekanan darah sebulan sekali, ya! Untuk mengetahui tekanan darah, tentu kamu perlu memeriksakannya ke ahli kesehatan.

4. Konsumsi sayuran dan buah

via health.detik.com

Jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi setiap harinya bisa dijadikan salah satu ukuran untuk mendapat gambaran diabetes pada seseorang.

Seperti telah diketahui, sayuran dan buah mengandung vitamin dan nutrisi yang akan menjaga tubuhmu tetap stabil. Maka dari itu, dari segi konsumsi makanan, sayuran dan buah memang baik bila dimakan setiap hari, bahkan disarankan agar kamu mengonsumsi banyak variasi buah dan sayur per harinya. Bagi orang yang makan 2.000 kalori per hari misalnya, ia disarankan untuk mengonsumsi lima porsi sayuran seperti sayuran berdaun gelap dan kacang polong yang akan membantu menyerap lebih banyak nutrisi dan vitamin.

5. Kadar kolesterol

via serambiindonesia

Menurut ahli kesehatan, setiap orang perlu memeriksakan kadar kolesterolnya minimal lima tahun sekali. Pemeriksaan itu berguna buat mengontrol kadar kolesterol jahat dan kolesterol baik di dalam tubuh. Kalau kamu punya kecenderungan terhadap risiko lainnya, kadar kolesterol yang nggak stabil juga bisa memicu stroke dan serangan jantung.

6. Aktivitas fisik

via halosehat.com

Melakukan aktivitas fisik setiap hari sangat penting untuk menjaga tulang tetap kuat, mengurangi risiko diabetes, dan pastinya memperbaiki mood kamu. Setidaknya kamu harus melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Usahakan aktivitas yang kamu lakukan bisa membuat kamu berkeringat, karena keringat menandakan metabolisme tubuh bagus. Melakukan aktivitas fisik yang rutin juga menghindari risiko kematian dini.

7. Durasi tidur

via ayopreneur.com

Selain berguna untuk kesehatan fisik, tidur juga baik untuk kesehatan mental. Peneliti menganjurkan untuk tidur selama delapan hingga sembilan jam setiap hari. Tapi, National Sleep Foundation menyarankan orang berusia di atas 18 tahun tidur tujuh hingga sembilan jam. Kurang tidur akan berkaitan dengan kondisi medis kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Bahkan semakin singkat kamu tidur, umurmu juga akan semakin pendek.

7 poin tersebut disebut sebagai biomarker yang akan memberikan gambaran besar terhadap kondisi kesehatanmu. Jadi, sekarang kamu bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan setelah tahu poin apa saja yang menjadi tolak ukur kesehatan.

Apa kamu sudah memenuhi 7 kriteria tersebut?



Shares 8
Previous Carpool Karaoke Chester Bennington Disiarkan, Beginilah Ekspresi Vokalis Linkin Park 6 Hari Sebelum Meninggal
Next Katanya sih Mata Kedutan itu Karena Ada yang Kangen, tapi Apa Benar Begitu?