Inilah yang Menentukan Sahabatmu Adalah Sahabat Sejati


Pernahkah kamu menyadari bahwa sahabat adalah orang terpenting dalam hidupmu yang justru jarang diberi ucapan “terima kasih”?  Mungkin kamu sering mengatakan terima kasih untuk hal-hal kecil, seperti ditraktir makan karena sahabatmu mendapat gaji pertamanya atau karena dipinjami uang saat kamu tak punya uang kecil untuk bayar parkir.   Setiap momen dalam hidupmu, entah itu hal yang menyakitkan maupun menggembirakan selalu kamu bagi bersamanya, dan dia setia mendengarkan segala ceritamu.  Dia ikut menangis bersama ketika kamu putus dari pacar, dia memarahimu karena terlalu keras kepala dan selalu mau menang sendiri, dan dia juga ikut bangga saat kamu diwisuda dan meraih cumlaude.  Namun justru untuk hal seperti inilah, seringkali seseorang lupa untuk berterima kasih pada sahabatnya.

Dan bukan hanya itu.  Ada 5 hal yang seharusnya kamu beri ucapan “terima kasih”  setelah menjalani persahabatan denganmu hingga saat ini.

 


Meski Terpisah Ruang dan Waktu, Dia Selalu Ada Bersama Denganmu

 

Kamu diterima kerja di luar kota, sementara sahabat tetap tinggal di tempat kalian menghabiskan masa kuliah bersama.  Kamu disibukkan dengan segala aktivitas sebagai karyawan baru hingga semakin jarang menghubunginya.  Ada banyak hal  yang harus kamu coba, dan  lebih banyak lagi situasi dimana kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.  Namun ketika kamu lelah menjalani rutinitas, kamu tiba-tiba menyambanginya, karena saat itu kamu ingat bahwa hanya dia yang bisa mengerti dirimu apa adanya.  Dia mendengar segala curhat, cerita seru, dan menyebalkan tentang teman-teman kantor.  Sesibuk apapun kamu, akan selalu ada momen saat kamu akan kembali pada sahabatmu yang akan selalu menerima keberadaanmu.

 

Dia Tidak Melarangmu Menjalin Hubungan yang Tidak Pasti dengan Lawan Jenis

 

 

Masih ingat dengan pria yang dulu pernah menjadi orang yang paling berarti bagimu?  Saat kamu bercerita berbinar-binar tentang dia pada sahabatmu, dia serius mendengarkan di telepon yang sebetulnya membuat kuping panas.  Dia mendukung ketika kamu mulai dekat dengan pria tersebut, dan berharap semoga dia adalah satu-satunya dan terakhir untukmu.  Dia bersimpati kala kamu terombang-ambing oleh perasaan tak tentu, apakah lelaki itu hanya menganggapmu tidak lebih dari teman?  Dia menyemangatimu ketika kamu mulai galau tak tentu.  Dan dia menghiburmu saat kamu tahu bahwa pria itu bukan yang tepat untukmu.  Sahabatmu sedang membiarkan kamu untuk belajar dari pengalaman.  Berkat dia, kamu bisa mengerti tipe pria yang harus dihindari.

 

Sahabatmu Bersabar Mendengar Kabarmu, Tetapi Kamu Lupa Menanyakan Kabarnya

 

 

Terkadang saat kamu sedang kesal dan marah, kamulah yang menguasai topik pembicaraan.  Bahkan mungkin kamu tidak memberinya kesempatan untuk berkomentar atau menunjukkan simpati.  Kamu menuduhnya berpihak pada orang lain ketika sahabatmu berkata bahwa sebaiknya kamu mendinginkan kepala dan mencoba merenung semuanya dari awal.  Kamu ingin dia selalu membelamu, padahal bisa jadi kamulah yang salah saat peristiwa itu terjadi.  Kamu tidak ingat bahwa dia hadir tidak hanya untuk mendengarkan curhat, tetapi juga memberi kabar bagaimana dirinya sekarang.  Apa yang dikerjakannya, apa yang terjadi padanya?  Saking ingin segera melampiaskan amarah, kamu malah lupa bertanya kabarnya.

 

Sahabatmu Membiarkan Kamu Meminjam Barangnya, Dan Tidak Memberi Jangka Waktu Untuk Mengembalikannya

 

Ada satu novel milik sahabatmu yang sangat ingin kamu baca.  Kamu sempat meminjamnya dan berjanji mengembalikan novel itu segera.  Tetapi berbagai kesibukan membuatmu tidak sempat membaca novel tersebut, sehingga akhirnya terlupakan begitu saja.  Bertahun-tahun kemudian saat kamu membongkar lagi kamar karena buku-buku kuliah sudah tidak diperlukan lagi, kamu baru sadar bahwa novel itu ternyata masih kamu pinjam dan belum kamu kembalikan.  Sahabatmu pun tidak menagih barang itu darimu, karena dia percaya bahwa suatu saat kamu akan mengembalikannya, tidak peduli berapa lama barang itu kamu pinjam.

 

Sahabatmu Selalu Jujur Dalam Situasi Apapun

 

Terkadang kamu sebal karena dia tidak bisa menyaring omongannya dengan lebih baik.   Dia mengatakan selera fashion-mu jelek karena warna pakaian yang kamu pakai menyakitkan mata siapapun.  Dia terang-terangan mengeluh saat kamu mulai curhat lagi tentang pria yang kamu suka.  Namun segala kejujuran yang dilontarkan sahabat, lantaran dia sayang dengan kamu.  Dia memberi alternatif baju supaya kamu tidak ditertawakan orang di mal.  Dia menghiburmu saat kamu galau atau berantem dengan pacar.  Dan dalam segala situasi, semenyebalkan apapun nasehatnya, dia akan selalu menawarkan pertolongan padamu.



Shares 569
Previous 30 Desain Pintu Antik yang Menakjubkan
Next Wow, Insinyur Jepang Ini Ciptakan 'Mobil Dalam Kantong' Pertama di Dunia!