Ada Hubungan Antara Teroris dan Telegram? Kok Bisa?


Hasil gambar untuk telegram dan teroris
via faktualnews.co

Akhir-akhir ini beredar banyak kabar kalau Telegram adalah aplikasi favorit yang disukai oleh para teroris. Mengingat ada 17 aksi radikalisme di Indonesia yang dirancang melalui aplikasi tersebut. Dan ternyata emang ada belasan ribu halaman terorisme di Telegram ini. Karena itu, pada bulan Maret 2017 pihak Kemkominfo menghubungi pihak Telegram, tapi belum di respon. Akhirnya Telegram di blokir di Indonesia deh.

Sebelum kita bahas kelanjutan Telegram, baca dulu yuk kenapa Telegram jadi aplikasi yang sering dipake teroris!

Ngebuat Akun Super Gampang

Hasil gambar untuk daftar telegram
via kusnendar.web.id

Dibanding dengan aplikasi chat lain, ngebuat akun di Telegram emang paling gampang. Cukup dengan menambahkan nomor ponsel untuk memasukkan kode akses. Tapi kalau udah daftar, teroris biasanya ngebuang nomor ponsel yang digunakan untuk kode akses tersebut.

- Advertisement -

Isi Chat Dijamin Aman

via securitynewsdaily.com

Yap, isi chat emang dijamin aman, karena dilindungi enkripsi. Makanya cuma pengirim dan penerima-lah yang tahu isinya. Nggak akan ada yang bisa ngeganggu privasi dari para penggunanya. Menurut Ahmet S. Yayla seorang pakar anti teroris, Telegram punya reputasi yang bagus soal privasi, makanya aplikasi ini menarik buat teroris. Karena privasinya mereka bisa terjaga.

Fitur Channel dan Secret Chat di Satu Platform, Memberi Kemudahan

Hasil gambar untuk channel telegram
via welayatnet.com

Di Telegram, ada fitur channel yang bersifat terbuka, dan ada fitur secret chat yang terjaga privasinya. Parahnya, teroris menyalahgunakan kedua fitur tersebut guys. Biasanya fitur channel digunakan untuk propaganda, dan secret chat digunakan untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Bisa Mengirim File dengan Ukuran Besar

telegram desktop version
via centerklik.com

Nah, ini juga jadi salah satu kelebihan Telegram. Di Telegram, kita bisa mengirim file sampai ukuran 1,5 GB. Lumayan kan? Nah dengan cara transfer file inilah, mereka bertukar informasi.

 

Itulah beberapa kelebihan Telegram yang disukai para teroris. Walaupun sebelumnya Telegram resmi di blokir di Indonesia, tapi CEO Telegram melobi Kemkominfo agar Telegram masih bisa di akses di Indonesia. Akhirnya Kemkominfo akan membuka blokir Telegram, asalkan memenuhi beberapa syarat. Dan sekarang, kedua pihak masih berdiskusi soal SOP Telegram di Indonesia.

 

Sumber: merdeka.com

Shares 8
Previous 6 Trik Psikologis Sederhana yang Bakal Berguna di Kehidupan Sehari-hari, dan Pastinya Wajib Kamu Coba
Next Mumet dengan Rutinitas? Yuk Manjakan Diri dengan 5 Hal ini!